<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760</id><updated>2012-02-05T01:28:14.638-08:00</updated><title type='text'>Untuk Anda Yang Mencari Peluang Bisnis</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5391326673219055620</id><published>2010-08-10T16:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T16:49:40.985-07:00</updated><title type='text'>Lebaran saat yang tepat memulai bisnis kue kering</title><content type='html'>Saya ingin menceritakan mengenai bisnis istriku. Ini merupakan kali pertama istriku berbisnis, ide ini berawal dari salah satu saudaranya memberikan kue biji ketapang yang merupakan camilan khas Betawi. Rasanya gurih dan agak manis, sangat cocok untuk lidah orang Indonesia kebanyakan. Dan yang bikin spesial dari camilan ini adalah sangat jarang ditemui sekarang ini. Setelah mencoba kok rasanya ingin mencoba lagi, lagi dan lagi..wah kalau begini rasanya berbisnis kue kering seperti ini sangat menjanjikan karena memang camilan sangat dibutuhkan orang kebanyakan orang apalagi yang jarang ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita istri saya memulai bisnis kue kering 2 bulan ini, bisnisnya yang paling mudah tentu saja dengan memasarkan lewat internet dengan berjualan di blog &lt;a href="http://kudapanbetawi.blogspot.com/"&gt;http://kudapanbetawi.blogspot.com&lt;/a&gt; dan di facebook dengan nama &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?"&gt;nisawidya &lt;/a&gt;(apabila ada yang berminat mencari dan menjadikannya teman). Pemasaran paling getol adalah lewat facebook karena memang yang paling efektif dan efisien. Tanpa disangka-sangka selama 1 bulan ini sudah terjual sekitar 135 toples!! suatu penjualan yang lumayan baik, dan menariknya lagi banyak orang yang menanyakan jualan apa lagi? Wah ini merupakan suatu tantangan untuk menjual kue kering lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 1 bulan ini istri saya menambah dagangannya dengan 7 jenis kue kering lainnya yaitu Kastengel, nastar, putri salju, semprit, lidah kucing, semprit dan kacang goreng. Dan benar saja order kue kering semakin kencang saja dan beberapa orang sudah melamar menjadi reseller setelah sebelumnya menjadi pembeli. Mereka bilang rasanya sangat enak dan teman-temannya suka.Malah ada satu pelanggan setelah membeli 7 toples isi macam-macam membeli lagi dengan jumlah yang mencegangkan yaitu 53 toples!!! katanya teman-teman di kantor sangat suka suka sekali jadi mereka ramai ramai memesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini merupakan hari pertama bulan puasa dan pesanan untuk lebaran sudah banyak yang mengalir untuk dikirimkan kue kering khas lebaran. Memang booming bisnis kue kering adalah pada saat hari raya dan belum terlambat kok bagi lainnya untuk memulai bisnis ini. Paling mudah untuk memulai adalah dengan menjadi reseller kue kering dan dijajakan ke teman-teman. Dari pada hanya menjadi konsumen kue kering lebih baik kita ikutan jualan kue kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat pesan ataupun menjadi reseller bisa telpon ke (021)32059749 atau sms ke 08569916869&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5391326673219055620?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5391326673219055620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5391326673219055620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5391326673219055620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5391326673219055620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2010/08/lebaran-saat-yang-tepat-memulai-bisnis.html' title='Lebaran saat yang tepat memulai bisnis kue kering'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5409576493793893228</id><published>2010-07-29T00:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T00:34:17.004-07:00</updated><title type='text'>Hangatnya Bisnis Red Ginger Corner</title><content type='html'>Bermula dari ide untuk mencari alternatif minuman penghangat tubuh selain Bir, maka terciptalah minuman kemasan berlabel Red Ginger Corner. Awalnya hanya sekedar rasa original jahe merah, kini berkembang menjadi beberapa varian rasa. &lt;a href="http://redgingercorner.com/wp-content/uploads/2010/04/RedGinger-dalam.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-20" height="228" src="http://redgingercorner.com/wp-content/uploads/2010/04/RedGinger-dalam.jpg" style="border: 2px solid black; margin: 2px;" title="RedGinger-dalam" width="274" /&gt;&lt;/a&gt;Darul Mahbar sebagai penggagas mengaku memulai bisnis ini sejak dua tahun lalu, dengan produk utama Jahe Merah Instan. Selanjutnya ide berkembang untuk menyajikan varian rasa yang berbeda, semacam Cappucinno, Cokelat, Stawberry, Vanila, Espresso, dan juga Creamy serta original yang tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;“Kalau di luar negeri ada Bir, di sini ada Red Ginger. Selain membuat hangat, jahe juga banyak khasiatnya,” ungkap Darul saat berbincang dengan &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;etikFinance&lt;/strong&gt; dalam acara Pesta Wirausaha di Jakarta, Minggu (11/4/2010).&lt;br /&gt;Ia mengaku, ide membuat varian rasa dengan bahan utama jahe merah ini sudah ada dalam benaknya. Namun karena keterbatasan kemampuan, dirinya baru bisa memulai pada satu bulan kebelakang.&lt;br /&gt;Adalah Untung Nugroho yang menjadi mitra bisnisnya, dalam meramu varian rasa jahe merah ini. Darul fokus pada produksi dan quality control akan rasa, sedangkan Untung bertanggungjawab akan operasional manajemen dan pemasaran. Maklum saja, Red Ginger Corner ini juga diwaralabakan (franchise).&lt;br /&gt;&lt;span id="more-19"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kami  satu manajeman. Saya urusi produksi. Untung Red Ginger Cornernya. Saya  supplai bahan ke dia,” kata Darul.&lt;br /&gt;Diawal meracik, dirinya sempat ragu. Namun setelah dicoba kepada teman-temannya, ternyata responnya positif. Dalam pameran di Pesta Wirausaha ini bahkan, Darul menargetkan dapat merangkul mitra bisnis (franchesor) &lt;a href="http://redgingercorner.com/wp-content/uploads/2010/04/stand-RGC2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignright size-medium wp-image-26" height="209" src="http://redgingercorner.com/wp-content/uploads/2010/04/stand-RGC2-300x225.jpg" title="stand RGC2" width="281" /&gt;&lt;/a&gt;sebanyak 100 orang.&lt;br /&gt;“Sambutannya positif. Sampai kemarin sudah ada menyatakan tertarik (sebagai mitra) 50. Sampai nanti mungkin 100. Tapi mimpi tertinggi saya adalah ingin pecah rekor MURI, yaitu 1.000 mitra dalam 1 tahun,” jelasnya.&lt;br /&gt;Beberapa varian rasa yang ditawarkan diambil dari bahan utama, seperti cokelat dan cappucino. Sedangkan untuk Stawberry dan Vanila didapat dari sari perasa.&lt;br /&gt;Red Ginger Corner sendiri menawarkan pake investasi sebagai mitra dengan harga cukup layak, yaitu Rp 5 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapat satu unit booth, satu set peralatan pernjualan (dispenser, blender dan coffe maker), bahan baku 140 cups (terdiri dari 7 rasa), materi promosi dan buku panduan mendidik (training) karyawan.&lt;br /&gt;Yang menjadi menarik adalah, Darul bersama Untung tidak mengenakan royalti fee maupun franchise fee kepada mitranya. Darul hanya mendapatkan pendapatan operasi dari bahan baku yang setiap saat dibutuhkan mitra sebagai penjual.&lt;br /&gt;“Prinsip kami  tidak menekan mereka untuk &lt;em&gt;fee&lt;/em&gt;. Kita hanya sediakan bahan baku, yang bisa kita kirim sesuai permintaan. Satu kemasan beserta cup dan tutupnya (per 1 set), seharga Rp 2.500. Nanti tinggal ditambah biaya pengiriman per kg-nya berapa,” ucapnya.&lt;br /&gt;Darul percaya Red Ginger Corner&amp;nbsp; ini merupakan bisnis baru. Hingga diprediksi dapat menghasilkan keuntungan yang baik dan tingkat pengembalian modal (BEP) akan didapat dalam waktu lima bulan setelah beroperasi. Satu porsi, mitra akan menjual seharga Rp 5 ribu. Dengan asumsi penjualan mencapai 40 kemasan per hari, maka pendapatan mitra sebesar Rp 6 juta. Setelah terpangkas biaya sewa, pembelian bahan baku, gaji karyawan dan beban-beban lain, maka laba bersih per bulannya bisa mencapai Rp 1,1 juta.&lt;br /&gt;“Kami juga berencana untuk mengubah desain booth yang ada. Namun kami melihat material dasar booth, karena ada saran dari teman untuk jangan memakai almunium. Kami sedang pikirkan. Tapi sebaiknya tidak merubah paket investasi. Booth yang ada saja sudah Rp 3 juta, ditambah peralatan dan lain-lain,” tuturnya.&lt;br /&gt;Darul sendiri terhitung baru sebagai wirausaha. Ia bergabung dalam wadah Tangan Di Atas (TDA) tahun 2008. Warga asli Sumatera ini rela meninggalkan profesinya sebagai karyawan BPR, padahal posisinya saat itu telah mencapai manajer.&lt;br /&gt;“Saya merasa ide-de saya tidak berkembang. Kalau ingin melakukan apa, harus izin bos. Kemudian saya bertekat ingin ke Jakarta dan melalukan apa saja untuk usaha. Diawali dari jahe instan kemudian saaat ini mencoba Red Ginger Corner ini. Mudah-mudahan hasilnya baik, Insya Allah,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info Franchise :&lt;br /&gt;Hub Segera :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiran Mujiran : 021- 53674924 / 085624257039&lt;br /&gt;www.redgingercorner.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5409576493793893228?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5409576493793893228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5409576493793893228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5409576493793893228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5409576493793893228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2010/07/hangatnya-bisnis-red-ginger-corner.html' title='Hangatnya Bisnis Red Ginger Corner'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6393536158948480195</id><published>2009-10-24T00:10:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T19:05:17.557-07:00</updated><title type='text'>Membonceng Laba dari Usaha Boncengan Anak</title><content type='html'>Mengantar jemput anak ke sekolah dengan sepeda motor? Sebagian orang tua mungkin was-was lantaran khawatir anak akan jatuh dan celaka. Apalagi, jika si buyung masih kecil dan belum terbiasa menbonceng di sadel sepeda motor. Belum lagi, si anak merasa tak nyaman karena sering tergoncang laju sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ada orang yang jeli melihat keresahan orang tua itu, dan mengubahnya menjadi ladang usaha. Dia adalah Roihatul Jannah, seorang produsen boncengan anak di sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan mengawali bisnis ini tak lepas dari pengalamannya mengantar jemput anak dengan sepeda motor. Sebagai seorang ibu yang anaknya masih bersekolah di taman kanak-kanak dan biasa mengantar ke sekolah, kekhawatiran terhadap keselamatan anak saat mengendarai sepeda motor selalu muncul. Ia memang sudah lumayan mahir mengendarai motor. Tapi, it.u tak menjamin bisa membonceng anak dengan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kebutuhan ini, Iat, begitu Roihatul biasa disapa, terpikir membuat alat yang lebih bisa menjamin anak duduk nyaman dan aman selama membonceng dengan motor. "Itu alasan mengapa saya memproduksi tempat boncengan khusus anak-anak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, Iat menggunakan cara konvensional, yakni menggunakan gendongan bayi yang ia modifikasi. Meski masih darurat dan sementara, setidaknya cara ini jauh lebih aman ketimbang anak diikat pada pinggang pengendara motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, alat modifikasi gendongan yang ditaruh di motor buatan Iat menarik minat. para tetangga. "Banyak yang tertarik memilik alat itu. Saya pikir, ini merupakan sebuah peluang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekadar modifikasi, Iat mulai mencari cara agar alat pelindung anak saat berboncengan itu bisa lebih kuat dan aman. la mengaku melakukan beberapa percobaan sebelum akhirnya menemukan bentuk yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku 50 unit per bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin dengan hasil temuannya, akhirnya Iat mantap memproduksi boncengan anak untuk kendaraan motor. Targetnya adalah orang tua yang biasa mengantar anak ke sekolah atau mereka yang biasa mobile dengan membawa anak. Ia menamai produknya Helmiat Bonceng Bocah (HBB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Helmiat diambil dari perpaduan nama Helmi, suami Roihatul dan namanya sendiri. Sedangkan Bonceng Bocah berasal dari fungsi produk ini yang berguna untuk membonceng anak di sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari HBB yang sudah dimutakhirkan Roihatul ini cukup simpel. Kerangkanya terbuat dari bahan baja stainless steel. Sandaran punggung dan bantalan tangan dilapisi dengan busa. Sedang bantalan pantat menggunakan langsung jok motor. Dengan alat ini, anak kecil bisa duduk dengan nyaman meski harus menempuh perjalanan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin keamanan, Iat juga melengkapi HBB dengan sabuk pengaman yang mudah dipasang dan dilepas. Dengan cara ini, orang tua Tdak perlu khawatir anak kesayangannya jatuh ketika motor sedang meliuk-liuk di jalanan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HBB ini juga mudah dipasang dan dilepas sesuai kebutuhan. Tidak perlu tenaga khusus saat memasang atau melepasnya. Prinsipnya, alat itu cuma dikaitkan dengan besi pegangan jok belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iat membanderol HBB Rp 250.000 per unit. Sementara, kalau membeli dengan jumlah banyak, Roihatul berjanji memberikan diskon harga spesial. Meskipun sudah mengantongi hak paten atas produknya dari Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM sejak Mei 2008, sampai sekarang Roihatul belum mampu memproduksi HBB dalam partai besar. Dalam satu bulan, ia hanya mampu membuat 50 unit. Sebab, ia tak mempunyai bengkel sendiri. "Selama ini, saya masih bergantung pada bengkel las langganan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian Iat yang merijadi salah satu finalis Shell Livewire Business Start-Up Awards 2008 itu memiliki bengkel sendiri. "Saya mau buka bengkel sendiri dengan mesin-mesin yang lebih lengkap. Kalau kerjasama dengan bengkel, pesanannya harus secara borongan. Lagipula jumlah tenaga kerja di bengkel itu cuma tiga orang. Akibatnya, rata-rata produksinya selama ini hanya berdasarkan order, yaitu paling banyak cuma bisa 50 unit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah memiliki bengkel sendiri, Roihatul optimistis mampu memproduksi lebih banyak HBB sehingga bisa memenuhi pesanan pelanggan yang tak terlayani. (sumber : kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6393536158948480195?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6393536158948480195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6393536158948480195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6393536158948480195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6393536158948480195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/membonceng-laba-dari-usaha-boncengan.html' title='Membonceng Laba dari Usaha Boncengan Anak'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2948215381080462664</id><published>2009-10-24T00:09:00.001-07:00</published><updated>2011-04-14T19:05:17.562-07:00</updated><title type='text'>Laundry Jimbo Bidik Anak Kost Hingga Rumah Tangga</title><content type='html'>Agar pakaian tetap rapi dan bersih tentunya kita harus rajin mencucinya. Hampir semua orang rutin mencuci baju setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuci sendiri bukan pekerjaan yang mudah, perlu tenaga dan ketelitian mencari noda yang kotor dalam pakaian kita. Terkadang, kita malah terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa kewajiban kita untuk mencuci baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu khawatir jika terlalu sibuk atau bahkan enggan mencuci baju ketika memiliki waktu luang. Waktu luang anda bisa dihabiskan dengan bersantai dan bawa pakaian anda ke laundry house terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu laundry house yang menawarkan jasanya di sekitar Jabodetabek adalah Jimbo Laundry House. Rumah cuci yang sudah diwaralabakan sejak 2007 menawarkan peluang usaha yang cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target costumer Jimbo sangat beragam. Mulai dari rumah biasa hingga kost-kostan," kata Marketing Director Jimbo Suryani Agus Prabandari kepada detikFinance, akhir pekan lalu. Dengan banyaknya variasi target konsumen ini membuat Jimbo tidak akan kehabisan pangsa pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam jangka waktu satu tahun saja, Jimbo sudah memiliki 11 cabang di sekitar Jabodetabek. Menurutnya, ada dua buah paket waralaba yang ditawarkan oleh Jimbo, yaitu Paket Mini Jimbo dan Paket Super Jimbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang diperlukan antara keduanya tentu saja berbeda. Total biaya Paket Mini Jimbo sebanyak Rp 49,9 juta. Dana sebesar itu terbagi untuk biaya kemitraan sebanyak Rp 15 juta, penyediaan mesin cuci Rp 23,5 juta, perlengkapan dan bahan baku awal Rp 3 juta dan software administrasi sebesar Rp 8 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Estimasi balik modal tidak terlalu lama, sekitar 12 - 15 bulan saja jika omsetnya per bulan setengah dari total kapasitas," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat lain adalah luas bangunan sebesar 18 meter persegi dengan kapasitas listrik 3300 watt juga fasilitas air dan telepon. Akan lebih baik jika lokasinya berada di sekitar komplek padat penduduk, daerah kampus, perumahan atau di sekitar jalan yang sering dilalui pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih belum puas dengan yang Mini, anda bisa memilih Paket Super Jumbo. Untuk yang satu ini anda harus menyiapkan dana sebesar Rp 93,5 juta. "Tapi estimasi balik modalnya lebih cepat, sekitar 8 - 10 bulan, karena mesin dan peralatan yang diberikan lebih banyak dari paket Mini," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang cukup besar tadi terbagi dalam biaya kemitraan sebanyak Rp 15 juta, penyediaan mesin cuci Rp 64,5 juta, perlengkapan dan bahan baku awal Rp 5 juta dan software administrasi sebesar Rp 8 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat bangunannya pun berbeda, luas bangunan minimal 60 meter persegi dengan kapasitas listrik 5500 watt tentunya ada fasilitas telepon dan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kedua paket diatas belum termasuk biaya renovasi ruangan, komputer, survey dan arsitek. Jimbo juga menyediakan fasilitas antar jemput cucian kepada pelanggan guna memberikan pelayanan yang maksimal. (sumber : detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon : 02191270690&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2948215381080462664?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2948215381080462664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2948215381080462664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2948215381080462664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2948215381080462664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/laundry-jimbo-bidik-anak-kost-hingga.html' title='Laundry Jimbo Bidik Anak Kost Hingga Rumah Tangga'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3578454160231923558</id><published>2009-10-24T00:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T19:05:17.568-07:00</updated><title type='text'>Renyahnya Fulus dari Bisnis Camilan</title><content type='html'>Berani bertaruh, sebagian dari Anda pasti doyan ngemil. Selain memanjakan lidah, memakan camilan juga membantu mengusir rasa bosan. Selain itu, kacang bisa mengusir stres. Apalagi, aktivitas mengudap makanan kecil ini bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Anda bisa melakukannya sambil bekerja di kantor, atau di saat ngobrol dengan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ngemil ini membuat pasar makanan camilan semakin semarak. Anda bisa menjumpai pelbagai camilan, seperti keripik, kacang, dan kerupuk, dengan mudah di pasar atau supermarket. Meski penjualnya sudah banyak, camilan ini tetap laris manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, peluang bisnis makanan camilan juga semakin merekah. Tak hanya pemain besar, pemain kecil pun turut menikmati rezeki ini. Salah satunya adalah Budi Utoyo yang menggarap makanan cepat saji dengan bendera usaha Clup-Clup sejak tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clup-Clup menggunakan konsep cepat saji lantaran proses menggarapnya tinggal mencelupkan makanan ke minyak goreng. Bisa juga tinggal mencelupkannya ke air mendidih alias direbus. Lewat konsep ini, Budi membidik konsumen yang suka ngemil makanan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clup-Clup menjajakan makanan berbahan baku seafood, seperti ikan, udang, cumi, dan kepiting. Bentuk penyajiannya cukup unik. Aneka menu ditusukan lidi sehingga mirip sate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan bisnisnya, sejak tahun 2004, Budi membuat konsep kemitraan. Saat ini, Clup-Clup sudah memiliki 35 gerai yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Makassar, Medan, Bali, Lombok, Palembang, Banjarmasin, dan Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Prosedur menjadi mitra cukup mudah dan cepat," ujar Budi. Syaratnya, calon mitra cukup membayar biaya kemitraan sebesar Rp 17,5 juta untuk kerja sama selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya sebesar ini mencakup pembelian gerobak dan aneka peralatan masak, seperti kompor, tabung gas, dan genset mini. Tak ketinggalan, Clup Clup juga memberi pelatihan bagi karyawan si mitra. Namun, mitra tetap diwajibkan membayar biaya royalti sebesar 5 persen dari total omzet bulanan. "Kalau pendapatan mitra kurang dari Rp 7 juta per bulan, saya membebaskan mereka dari biaya ini," kata Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal balik empat bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan usahanya, mitra perlu merogoh kocek Rp 1 juta-Rp 2 juta lagi untuk membeli bahan baku dari pusat untuk kebutuhan sebulan yang cukup untuk 300-400 porsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, jika jarak dan waktu menjadi hambatan, Budi membebaskan mitra membeli bahan baku sendiri. "Misalnya, karena lokasi mitra di Makassar, mereka tidak mungkin beli bahan baku ke kami. Tapi, sebagian besar bahan baku mitra bisa kami pasok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan Budi, mitra akan balik modal dalam tempo empat sampai delapan bulan. "Balik modalnya cukup cepat, hanya butuh waktu sekitar enam bulan. Dengan asumsi, mitra mampu menghasilkan omzet minimal Rp 300.000 per hari, mereka bisa balik modal hanya dalam empat bulan," ajar Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usaha ini, marjin keuntungan mitra mencapai 30 persen. Menurut Budi, gerai Clup Clup yang dikelolanya berhasil membukukan omzet minimal Rp 300.000 per hari, atau Rp 9 juta per bulan. "Kala sedang ramai, omzetnya bisa mencapai Rp 500.000 per hari. Itu pun di luar pesanan khusus untuk ulang tahun dan pesta," ujar Budi. (Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3578454160231923558?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3578454160231923558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3578454160231923558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3578454160231923558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3578454160231923558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/renyahnya-fulus-dari-bisnis-camilan.html' title='Renyahnya Fulus dari Bisnis Camilan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-8767487250911763617</id><published>2009-10-24T00:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T19:05:17.572-07:00</updated><title type='text'>Sepatu Cari Kaki, Raup Omset Milliaran</title><content type='html'>Sadar atau tidak, ternyata banyak orang yang memiliki masalah pada kakinya. Terlebih perempuan yang senang memakai sepatu bertumit tinggi (high heel). Alasannya, membuat badan terlihat lebih tinggi, kaki lebih jenjang, dan penampilan pun jadi lebih menawan. Namun, memakai high heel berkepanjangan bisa memicu masalah pada kaki seperti varises, cedera otot kaki, nyeri sendi, atau penumpukan darah beku di ujung telapak kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pernah mengalaminya, Elly pun mendirikan usaha pembuatan sepatu rumahan. Uniknya, dia mengambil pasar untuk kaki bermasalah. Dengan modal awal kurang Rp 1 juta, Elly mampu menggaet konsumen dari kelas sosial atas. "Modalnya hanya Rp 950 ribu dengan mesin jahit butut ini," kata Elly saat Kompas.Com bertandang di rumahnya,di Pejaten Barat, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran sang suami kala itu sedang sakit dan membutuhkan perhatian lebih, Elly memutuskan untuk meninggalkan kariernya sebagai liaison officer KONI pusat dan mendirikan usaha. Tahun 2000, dia lalu mendirikan usaha pembuatan sepatu PT Ethree Abadi. "Ketika suami saya akhirnya meninggal karena sakit, saya berjuang dengan anak-anak. Itu luar biasa," kata Elly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Elly menuturkan, Ethree hanya mempunyai 1 pegawai. Untuk tenaga marketing, ketiga anak Elly yang melakukannya. Pemasaran pun berawal dari sekolah ke sekolah. Ujarnya, "Anak saya menawari gurunya, terus lama-lama berkembang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elly berfilosofi, kaki itu ibaratnya seperti sidik jari, tidak ada yang identik. Kaki yang terlihat normal pun kadang menyimpan masalah. Sering orang tidak sadar kalau dirinya mempunyai ukuran punuk atau telapak kaki besar sebelah. Karena itu, dalam membuat sepatu, Elly menggunakan ilmu anatomi. "Di telapak kaki ada 61 titik yang harus diperhatikan," tutur lulusan SMA Negeri 8 Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membidik pasar, perempuan kelahiran Garut, 27 Agustus 1967 ini menggunakan kalkulasi sederhana. Menurut dia, dari 240 juta penduduk Indonesia, sepertiga di antaranya memakai sepatu. Dari 80 juta penduduk tadi, dia mengestimasikan ada 0,5 persen yang memiliki kaki bermasalah. Entah ukurannya ekstra besar atau sebaliknya, atau telapak beda sebelah. "Ini pasar yang spesifik. Sayang sekali kalau tidak digarap," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bengkel kerja Ethree, karyawan akan mengukur kaki klien. Pertama, telapak kaki yang diukur, kemudian punuk, lingkar pergelangan, hingga ukuran ibu jari kaki. "Prinsipnya kami membuat sepatu yang mencari kaki, bukan kaki yang mencari sepatu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran ini dilakukan agar sepatu tidak membuat kaki lecet meskipun masih baru. Selain membuat sepatu untuk kaki bermasalah, Ethree juga mempunyai divisi produk sepatu massal untuk pramugari dan pegawai negeri. Untuk bahan baku, perusahaan mitra binaan Departemen Perindustrian (Deperin) ini mendatangkan kulit dari Garut, Surabaya, dan Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elly menuturkan,"Di dunia, kulit paling bagus itu dari Garut, Indonesia. Hanya proses penyamakannya saja kurang maksimal, jadi kalah dari negara lain," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan dari Wapres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya usaha sepatu rumahan, namun Elly mengatakan sepatu buatannya tidak kalah dengan brand ternama, seperti Bally, Aigner, atau Prada. Bahkan, mayoritas pelanggannya adalah para pejabat beserta istri dan pengusaha papan atas negeri ini. Sebut saja, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta, atau Fahmi Idris. "Pak Wapres pesan sepatu golf tanggal 3 November 2008, kemarin," kata ibu 3 putra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah harga, Elly mematok harga Rp 350.000 hingga Rp 2 juta per pasang sepatu. Tiap tahun, usaha ini berhasil meraup omset Rp 1 miliar, belum termasuk pendapatan dari divisi massalnya. Saat ini, pemenang penghargaan Gugus Kendali Mutu 2007 ini, tengah mengerjakan pesanan 500 pasang sepatu untuk pramugari Mandala Airlines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, Elly membuka gerai kedua di Sarinah, setelah sebelumnya ada di Cilandak. Elly berangan-angan ingin menjalin kerjasama dengan Departemen Sosial untuk membuat sepatu khusus anak-anak cacat. "Agar mereka juga bisa tampil gaya. Misalnya di hari besar, tahun baru, Lebaran, atau Natal," paparnya. (sumber : kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-8767487250911763617?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/8767487250911763617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=8767487250911763617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8767487250911763617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8767487250911763617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/12/sepatu-cari-kaki-raup-omset-milliaran.html' title='Sepatu Cari Kaki, Raup Omset Milliaran'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5253913926733167398</id><published>2009-10-22T19:00:00.000-07:00</published><updated>2009-12-02T01:25:20.053-08:00</updated><title type='text'>Sebuah peluang mempunyai usaha Surabi IceCream</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SuEUZk77pAI/AAAAAAAAAHA/JiGvFxSZoWg/s1600-h/surabi+okezone.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SxYySgPlAcI/AAAAAAAAAHI/f_xYs65dxNM/s1600-h/Logo+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SxYySgPlAcI/AAAAAAAAAHI/f_xYs65dxNM/s320/Logo+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabi dikenal sebagai makanan khas Jawa Barat, sudah berpuluh-puluh tahun dapat bertahan walaupun banyak makanan baru datang silih berganti. Kenyataan ini bukan tanpa alasan, sudah jelas bahwa makanan tradisional Indonesia terbukti mampu menciptakan rasa makanan yang sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia salah satunya adalah surabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surabi IceCream Padjadjaran&lt;/span&gt; merupakan salah satu tempat makan yang menyediakan aneka menu berbagai macam surabi. Mulai dari surabi tradisional yaitu surabi oncom, maupun surabi kinca sampai dengan surabi dengan toppping paduan antara barat dan timur seperti surabi Ice cream, surabi ayam mayonaise, surabi coklat keju susu dsb. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surabi IceCream Padjadjaran&lt;/span&gt; terletak di Bogor, kami sudah berpengalaman dalam mengelola makanan ini. Sudah banyak media baik cetak maupun televisi meliput makanan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dibuka peluang bagi anda yang benar-benar menginginkan punya usaha Surabi. Peluang ini hanya khusus bagi anda yang mau berjuang dalam berusaha. Mental usaha sangat diperlukan dalam memulai segala macam usaha termasuk usaha ini. Calon pengusaha surabi nanti tidak hanya sekedar dapat berjualan saja tetapi juga akan diberikan seluruh rahasia resep kami sehingga anda dapat mandiri dalam berjualan surabi. Anda akan dapat merasakan margin yang cukup besar karena anda membeli sendiri bahan-bahan makanannya di pasar dekat tempat usaha anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda sangat berminat dalam memulai usaha ini anda dapat mengirimkan email ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;surabiicecream@gmail.com.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rgds,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surabiicecream@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5253913926733167398?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5253913926733167398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5253913926733167398' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5253913926733167398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5253913926733167398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/surabi-icecream-surabi-dgn-topping.html' title='Sebuah peluang mempunyai usaha Surabi IceCream'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SxYySgPlAcI/AAAAAAAAAHI/f_xYs65dxNM/s72-c/Logo+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3602568938767778244</id><published>2009-10-19T08:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T08:57:34.246-07:00</updated><title type='text'>Laba nan besar di kerudung ber magnet</title><content type='html'>LAIKNYA barang fesyen, perkembangan jilbab pun sangat pesat. Model, corak, warna, dan bahan dasarnya terus berkembang. Pasar yang besar di satu sisi, dan persaingan yang kian ketat di sisi lain, mendorong pembuat jilbab terus menciptakan kerudung kreasi terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak jajaran jilbab model teranyar, jilbab buatan Herawati menonjol karena menawarkan hal berbeda. Pengusaha di Klaten ini membuat jilbab yang tak hanya berfungsi sebagai penutup aurat muslimah, tetapi sekaligus juga sebagai pakaian yang menyehatkan pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyebut jilbab buatan Herawati sebagai jilbab bermagnet. Namun Herawati sendiri lebih suka menyebutnya Jihat, kependekan dari jilbab sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab buatan Herawati memang terbuat dari magnet.Tapi, jangan buru-buru membayangkan jilbab tersebut terbuat dari magnet seluruhnya. Herawati hanya menempelkan magnet dalam kain kerudung buatannya. Magnet-magnet itulah yang diyakini bisa berpengaruh positif pada kesehatan tubuh pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak literatur menjelaskan magnet dapat menyeimbangkan ion positif dan negatif dalam tubuh,” kata Herawati. Ia merujuk pada trend gelang dan kalung kesehatan yang kini banyak dipakai orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena digunakan sebagai penutup kepala, imbuh Herawati, jilbab bermagnet dapat memperlancar aliran darah ke otak. Jilbab tersebut juga mengatasi berbagai keluhan seperti pusing-pusing, badan pegal karena terlalu lama atau karena jilbab dipasang terlalu kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku tak sembarangan menempatkan magnet pada jilbab buatannya. Ada ukuran tertentu untuk magnet yang ia gunakan. “Saya sisipkan delapan magnet. Empat di kanan dan empat lagi di kiri,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herawati sudah berbisnis perlengkapan muslimah sejak lima tahun lalu. Tapi baru setahun terakhir dia memproduksi jilbab sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya jilbab buatannya mendapat sambutan hangat dari konsumen. Dalam sebulan, ia bisa menjual 2.000  helai jilbab. Dengan harga Rp 90.000 per helai, ia meraup omzet Rp 180 juta perbulan. “Selama bulan puasa kemarin, penjualan kami naik dua kali lipat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herawati memasarkan Jihat lewat 10 gerai miliknya yang tersebar di Klaten, Solo, Boyolali, dan Jogja. Dari gerai-gerai itulah, jilbab bermagnet buatannya melanglang buana hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei, dan Qatar. “Kebanyakan pembeli kami menjual lagi ke mancanegara,” katanya. sayangnya, dia mengaku tak  ingat berapa banyak jilbabnya yang diekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herawati yakin usaha ini masih bisa berkembang. Sebab permintaan, terutama ekspor, terus meningkat. Ia sendiri mengaku tidak bisa memenuhi semua pesanan. Dengan mempekerjakan 50 penjahit, ia hanya sanggup membuat 2.000 jilbab per bulan. “Kami tidak bisa buat banyak karena menjahitnya memang perlu teknik tersendiri dan tidak bisa cepat,” katanya.(kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3602568938767778244?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3602568938767778244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3602568938767778244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3602568938767778244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3602568938767778244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/laba-nan-besar-di-kerudung-ber-magnet.html' title='Laba nan besar di kerudung ber magnet'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6849928448337666813</id><published>2009-10-19T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T08:40:19.799-07:00</updated><title type='text'>Meraup laba dari sandal kartun lucu</title><content type='html'>ALAS KAKI,  entah itu  sepatu atau sandal, bukan lagi hanya kebutuhan sandang yang bersifat primer. Kini, alat alas kaki juga sudah menjadi bagian dari fesyen. Makanya, makin banyak kreasi alas kaki unik yang beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sukirno, salah seorang yang jeli menangkap peluang bisnis alas kaki itu. Agar bisa bersaing, Sukirno sadar dia harus menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda. Maka pada 2002 silam, Sukirno mulai memproduksi berbagai macam sandal dengan beragam bentuk unik.&lt;br /&gt;Misalnya, bentuk buah-buahan atau tokoh kartun dengan warna-warni nan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pembuatan sandal  unik ini cantik ini sebenarnya bukanlah bisnis pertama Sukirno. Sebelumnya, ia sempat memproduksi gantungan kunci dari bahan karet sebagai barang jualannya. Namun ternyata bisnis gantungan kunci itu seret. Merasa tak bisa mengasapi dapurnya dengan bisnis gantungan kunci itu, Sukirno pun mencari ide produk lain yang belum banyak dikerjakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercetuslah ide membuat sandal berbentuk unik di benaknya. “Idenya muncul tiba-tiba, karena selama ini saya lihat bentuk sandal itu-itu saja,” beber Sukirno. Ia butuh waktu sekitar setahun untuk bereksperimen membuat sandal berkualitas baik, termasuk mencari berbagai macam bentuk dan model sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua persiapan beres, dengan modal sekitar  Rp 1,5 juta, Sukirno pun mulai menggulirkan roda bisnisnya. Modal sebanyak itu dia gunakan membeli cetakan sandal, bahan pewarna, lem, spon dan kain. Berbagai macam bentuk sandal lucu pun berhasil ia ciptakan. Seperti model pepaya, semangka, dan karakter tokoh kartun Walt Disney seperti Micky Mouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat menengah ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, dia hanya mampu memproduksi sekitar 300 pasang sandal per minggu.  Harga jualnya Rp 6.000 sepasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukirno memasarkan sandal buatannya itu melalui saudaranya yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima di Bandung. Tapi tak lama ia pun berpikir, sandalnya lebih cocok untuk kalangan menengah ke atas. “Sehingga pemasarannya saya alihkan ke Jakarta dan saya bekerjasama dengan beberapa tempat pariwisata di Jakarta,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat respon positif dari pasar, Sukirno pun mengembangkan sandal berbentuk ikon atau maskot tempat wisata, seperti Dunia Fantasi, Taman Safari dan Ragunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jualan di area wisata, Sukirno pun menjual sandalnya secara eceran di toko-toko. Harga jualnya pun naik menjadi Rp 25.000 sepasang untuk eceran, dan Rp 15.000 untuk grosiran. “Margin untuk grosir 40%, dan eceran bisa sampai 150%,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, produksi Sukirno sudah meningkat. Dibantu 16 karyawannya, kini mampu memproduksi hingga 1.000 pasang sandal dalam sepekan. Setiap bulan, Sukirno harus menyediakan Rp 7 juta untuk belanja bahan baku dan biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana proses produksinya? Sukirno mengatakan, beberapa bagian proses memang butuh formula tertentu yang jadi rahasia dapurnya. Tapi secara umum pembuatan sandal ini relatif mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, cetak bahan baku spon dalam cetakan untuk membentuk alas sandal. Lalu, warnai sandal dengan pewarna menggunakan tangan dan juga mesin. Setelah itu baru dipasang tali dari kain dan dijahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukirno mengaku dalam sebulan ia bisa menjual 1.000 pasang sandal. Secara kasar, dengan asumsi harga jual rata-rata Rp 20.000 sepasang, omzetnya Rp 20 juta sebulan (kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6849928448337666813?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6849928448337666813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6849928448337666813' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6849928448337666813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6849928448337666813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/10/meraup-laba-dari-sandal-kartun-lucu.html' title='Meraup laba dari sandal kartun lucu'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3181899470445635864</id><published>2009-06-10T22:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T22:45:51.986-07:00</updated><title type='text'>Sebuah email ttg peluang bisnis cireng</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr.Wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau sharing sedikit mengenai usaha camilan Cireng Bandung Isi -&lt;br /&gt;jajanan khas Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar awal Mei, berawal dari obrolan iseng dengan teman pemilik&lt;br /&gt;“Sayid Celluler” (Yono) yang sedang mencari dagangan yang bisa diisi&lt;br /&gt;di pelataran parkir di samping Balai Rakyat Pasar Minggu buat nambah&lt;br /&gt;pemasukan tokonya, kita ketemuan dengan perwakilan Cireng Bandung Isi&lt;br /&gt;Jakarta, Yudi namanya. Ternyata penawaran usahanya lumayan terjangkau&lt;br /&gt;kantong kita, untuk administrasi kemitraan 1 juta dan deposit utk&lt;br /&gt;produknya 500rb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepakat permodalan dan bagi hasil, singkat cerita, 2 minggu&lt;br /&gt;lalu kita mulai jualan Cireng Bandung Isi. Di minggu pertama rata2&lt;br /&gt;penjualan antara 50 – 75 pcs, alhamdulillah akhir minggu ini sudah&lt;br /&gt;tembus angka 100 pcs. Insya Allah di bulan kedua rata2 penjualan bisa&lt;br /&gt;tembus 200 pcs, amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat potensi jualan cireng yang masih luas, kita langsung deh&lt;br /&gt;tancap gas utk buka konter kedua di Kalisari – Cijantung (depan Cabang&lt;br /&gt;“Sayid Cellular” juga). Insya Allah, pertengahan Juni konter di&lt;br /&gt;Kalisari sudah buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, Mas Yudi ini melihat kita antusias jualan cirengnya (katanya&lt;br /&gt;termasuk mitra yang agresif :-)), trus aja saya diajak buat ngembangin&lt;br /&gt;Cireng Bandung Isi ini buat wilayah Jakarta dan sekitarnya. Wah&lt;br /&gt;tantangan yang menarik nih pikir saya. Akhirnya, dengan&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanni rrahim, kita sepakat untuk kerjabareng garap cireng&lt;br /&gt;ini dengan modal saat ini sudah terdapat sekitar 25 outlet yang sudah&lt;br /&gt;mampu melahap produk sekitar 2.500 pcs/ hari (angka yang lumayan&lt;br /&gt;sebagai awalan pengembangan) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target terdekat adalah menambah mitra sampai sebelum Ramadhan sebanyak&lt;br /&gt;20 mitra agar produksi bisa mencapai 5.000 – 6.000 pcs/ hari. O ya&lt;br /&gt;selama ini cireng langsung, fresh from the oven, dikirim dari Bandung&lt;br /&gt;tiap hari. Nah, kalo sudah tercapai penjualan di atas, rencananya tim&lt;br /&gt;Bandung siap untuk produksi di Jakarta yang otomatis bakal lebih&lt;br /&gt;meningkatkan layanan kepada mitra2 biar bisa jualan mulai dari yang&lt;br /&gt;nyasar anak sekolahan (pagi – pagi), camilan iseng di siang bolong&lt;br /&gt;sampe ke orang kantoran. Info juga dari Bandung, biasanya di bulan&lt;br /&gt;Ramadhan, cireng juga ikutan panen (kaya’ baju muslim aja ya) bahkan&lt;br /&gt;pernah salah satu outletnya bisa tembus 500 – 600 pcs hanya dalam 4&lt;br /&gt;jam buka dari jam 2 siang sampe 6 sore (kebayang gak gorengnya super&lt;br /&gt;sibuk! Hehehe – happy problem kali yak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk rumah produksi ini, kita sedang mencari di daerah Jakarta&lt;br /&gt;Selatan dengan spesifikasi rumah 2 lantai, dengan luas sekitar 100m2&lt;br /&gt;(bisa dilalui kendaraan), kalau diantara teman2 ada yang berminat bisa&lt;br /&gt;hubungi saya di 0813 189 25421.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Funtastic,&lt;br /&gt;http://www.cirengba ndungisi. blogspot. com&lt;br /&gt;Makanan Khas Sunda Selera Indonesia&lt;br /&gt;Sekali coba, pasti suka....&lt;br /&gt;Kemitraan hanya 1 juta dan deposit produk 500rb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3181899470445635864?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3181899470445635864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3181899470445635864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3181899470445635864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3181899470445635864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/06/sebuah-email-ttg-peluang-bisnis-cireng.html' title='Sebuah email ttg peluang bisnis cireng'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-4757820302018664743</id><published>2009-03-07T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-10-22T21:37:21.750-07:00</updated><title type='text'>Mengeja Laba Usaha Kursus Baca Tulis</title><content type='html'>Orang tua sering khawatir kalau anaknya yang baru masuk sekolah dasar (SD) tak segera menguasai keterampilan membaca dan menulis. Alhasil, sebagian memilih menggenjot kemampuan ini dengan memasukkan ke lembaga kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeni adalah salah satu yang melihat peluang bisnis dari kondisi ini. Sejak tahun 2003, Yeni mendirikan kursus Baca Tulis di Yogyakarta. Kursus ini memberikan jasa mengasah kemampuan membaca dan menulis anak dengan memberi stimulus berupa pembacaan dongeng dan berbagai lembar kerja. Target lembaga ini adalah anak-anak kelas 1 SD sampai kelas 2 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup sukses dan melihat peluang lebih besar, sejak tahun 2006, Yeni lantas mengembangkan bisnis pendidikannya dengan konsep kemitraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi mitra kursus Baca Tulis, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 20 juta. Dengan duit sebesar itu, mitra akan mendapatkan paket perdana senilai Rp 10 juta yang meliputi paket alat peraga, rak pajangan, perangkat administrasi, dan modul pembelajaran. Lalu, alat promosi seharga Rp 5 juta, dan biaya lisensi selama lima tahun seharga Rp 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total biaya tersebut juga sudah mencakup pelatihan pekerja maksimal tiga orang. Namun, biaya itu belum termasuk prasarana yang meliputi tempat kursus, meja, kursi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah membayar semua biaya tersebut, Anda belum dianggap sebagai mitra sampai lulus masa percobaan selama setahun. Pihak Yeni akan mengevaluasi langsung mitra yang meliputi jumlah murid dan sistem pembelajaran. "Jika tidak sesuai target, mitra dianggap gagal," ajar Yeni. Jika gagal, mitra hanya akan mendapat pengembalian biaya lisensi sebesar Rp 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem royalti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasukan mitra dari bisnis ini berasal dari biaya pendaftaran yang berkisar Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per siswa dan iuran bulanan yang berkisar Rp 120.000 sampai Rp 300.000 per siswa. "Besar biaya bervariasi, mitra bisa menentukan sendiri besaran biaya berdasarkan lokasi masing-masing," kata Yeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama proses belajar di lembaga kursus ini dua kali seminggu selama 75 menit setiap pertemuan. Agar pengajaran lebih maksimal, jumlah anak dibatasi hingga delapan orang per kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika usaha sudah jalan, mitra wajib menyetor royalti dari sebagian pendapatan kursus tiap bulan. Besarnya bervariasi, tergantung komponen pendapatan. Misal, dari setiap biaya pendaftaran peserta, si mitra harus membayar royalti 50 persen ke pusat. Dari iuran bulanan peserta kursus, mitra harus membayar royalti 35 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi mitra mampu menggaet minimal enam siswa setiap bulan, Yeni memperkirakan mitra akan balik modal dalam satu tahun. Perhitungannya, dengan 72 peserta setahun dan biaya pendaftaran Rp 150.000, mitra sudah mengantongi Rp 5,4 juta setelah dikurangi royalti. Dari pendapatan bersih iuran bulanan per anak Rp 82.500 per bulan untuk 72 anak, mitra mendapat Rp 46,33 juta per tahun setelah dikurangi royalti. Setelah dikurangi gaji guru sebesar 20 persen dari biaya lainnya, mitra bisa balik modal dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kursus Baca Tulis telah memiliki 36 gerai yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, dan Lampung. "Ada 23 cabang produktif. Sisanya masih salah kelola," ujar Yeni. Yang masuk kategori produktif adalah cabang yang bisa menggaet minimal 20 siswa per bulan dengan omzet Rp 10 juta-Rp 12 per bulan. (Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-4757820302018664743?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/4757820302018664743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=4757820302018664743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4757820302018664743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4757820302018664743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/03/mengeja-laba-usaha-kursus-baca-tulis.html' title='Mengeja Laba Usaha Kursus Baca Tulis'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-557898734630047677</id><published>2009-03-07T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T18:56:13.367-08:00</updated><title type='text'>Menyantap Gurih Laba Rawon Nguling</title><content type='html'>Rawon adalah masakan khas Jawa Timur yang bumbu utamanya adalah kluwek. Dalam bahasa Betawi, kluwek disebut pucung. Rawon disajikan dengan sambal cabe, irisan bawang, serta tauge. Rasanya yang gurih membuat banyak orang ketagihan masakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tak heran bisnis makanan dengan menu rawon mendatangkan untung lumayan. Salah satu yang sudah punya nama melegenda adalah Rumah Makan Rawon Nguling di perbatasan Pasuruan dan Probolinggo. Kini, Rawon Nguling juga sudah bisa dinikmati di beberapa kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal pada 1940, dari sebuah kedai kecil yang semula hanya melayani para petani setempat, kini gerai Rawon Nguling sudah menyebar di banyak daerah. Sebut saja Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pandaan, dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Rawon Nguling memiliki delapan gerai yang dikelola langsung generasi penerus Mbah Karyorejo, perintis Rawon Nguling. Pemilik Rawon Guling ingin gerainya kian menyebar ke lebih banyak tempat. Makanya sejak pertengahan 2008, mereka menawarkan lisensi merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, memang belum ada satupun mitra yang sudah membuka gerai Rawon Nguling, Tapi menurut Suprayitno, generasi kelima pemilik Rawon Nguling, dua bulan lagi ada 8 calon mitra yang bakal akan membuka gerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jadi Jaminan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawon Nguling menawarkan tiga jenis paket lisensi. Perbedaan ketiga paket ini adalah luas tempat usaha atau daya tampung usaha. Paket pertama adalah paket rumah makan atau restoran dengan investasi Rp 200 juta. Kedua, paket rumah toko (ruko) atau mini restoran senilai Rp 150 juta. Ketiga, paket food court senilai Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai investasi ketiga paket ini belum termasuk biaya sewa tempat, renovasi ruangan, dan peralatan. Bila memasukkan komponen itu, total investasi restoran berkisar Rp 755 juta, paket kedua Rp 607 juta, dan paket ketiga Rp 480 juta. Ikatan kerjasama ketiga paket selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi lisensi Rawon Nguling ini lumayan mahal. Namun kata Suprayitno, popularitas yang sudah puluhan tahun menjadi nilai jual usaha ini. "Kami juga tetap pertahankan kualitas rasa rawon secara tradisional," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menerapkan sistem lisensi, tak ada royalty fee. Namun, untuk standardisasi rasa, mitra harus membeli bumbu dasar rawon seharga Rp 90.000 per kilogram dan daging empal seharga Rp 7.500 per potong dari pusat. "Rawon kami harus memakai daging empal dari daerah Probolinggo," kata Suprayitno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jual Rawon Nguling Rp 15.000- Rp 22.000 per porsi. Marjinnya 30 persen-45 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suprayitno menjanjikan, mitra bisa balik modal antara 22-24 bulan alias dua tahun. Untuk paket rumah makan misalnya, dengan asumsi pendapatan kotor Rp 6 juta - Rp 8 juta per hari, balik modal akan terjadi pada bulan ke-24. Paket ruko, dengan asumsi omzet Rp 4,5 juta - Rp 6 juta per hari, balik modalnya pada bulan ke-22. Sedang untuk paket food court, si mitra akan balik modal di bulan ke-24 bila jika berhasil membukukan omzet minimal Rp 3,5 juta per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suprayitno, target balik modal itu tidak sulit dicapai. Contoh, cabang Rawon Nguling yang buka Desember 2008 lalu di kawasan Cikajang, Jakarta Selatan, mampu mencetak penjualan sekitar Rp 4 juta - Rp 6 juta per hari. "Paling sepi, omzetnya Rp 4 juta," kata Suprayitno. Jumlah pengunjungnya 100-200 orang per hari. "Penjualan kami di Probolinggo jauh lebih tinggi lagi. Minimal kami dapat Rp 14 juta per hari," imbuh Suprayitno. (Dessy Rosalina/Kontan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-557898734630047677?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/557898734630047677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=557898734630047677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/557898734630047677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/557898734630047677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/03/menyantap-gurih-laba-rawon-nguling.html' title='Menyantap Gurih Laba Rawon Nguling'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7448218072561913092</id><published>2009-03-07T18:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T18:04:04.043-08:00</updated><title type='text'>Laba Besar dari Miniatur Kendaraan</title><content type='html'>Jangan membuang potongan kayu bekas yang berserakan di sekitar Anda. Alih-alih menjadi sampah, potongan kayu tersebut bisa menghasilkan fulus cukup lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Harmanta, pemilik Agung Handicraft, telah membuktikannya. Bermula dari  upaya mengutak-atik potongan kayu yang berserakan di rumahnya, is kini dikenal sebagai pembuat miniatur kendaraan seperti mobil dan motor yang memiliki nilai jual tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodal awal sekitar Rp 2 juta, kini lelaki berusia 39 tahun ini mampu meraup omzet puluhan juta per bulan dari bisnis ini. Maklum, meski terlihat sepele dan gampang dibuat, ternyata cukup banyak orang menggemari miniatur kendaraan bikinan Heru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memulai usahanya, Heru hanya dibantu dua orang karyawan untuk membuat miniatur tersebut. Setiap bulan, ia cuma mampu memproduksi sekitar 100 miniatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran produksinya masih terbatas, Heru hanya menawarkan produknya ke kawasan wisata terdekat, yakni Malioboro dan Candi Prambanan. "Awalnya, banyak orang masih menganggap aneh, tapi akhirnya mereka suka juga," katanya. Dari hasil jualan miniatur ini, Heru meraup omzet sekitar Rp 2 juta. "Saya baru balik modal dalam delapan bulan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu cerita lalu. Saat ini, bisnis Heru terus merangkak naik. Sekarang, omzetnya sudah mencapai Rp 35 juta sampai Rp 60 juta per bulan. Jumlah karyawannya telah bertambah menjadi 15 orang. Kapasitas produksinya kini telah meningkat menjadi sekitar 1.000 miniatur per bulan, bahkan bisa lebih besar lagi. "Memang, belakangan ada penurunan 20% karena krisis global," kata Heru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru mengaku mengambil marjin yang lumayan besar dari usaha ini. "Harga jual miniatur ini sekitar enam kali lipat dari harga bahan baku. Kalau dihitung, marjinnya bisa sampai 200 persen," beber Heru. Adapun bahan bakunya adalah kayu sono keling, mahoni, dan jati. Lantaran cuma sisa potongan kayu, harganya terbilang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasarkan produk ini, Heru sering mengikuti pameran dan bekerjasama dengan dinas pariwisata dan industri setempat untuk mendapatkan pasar potensial. Ia mengaku, sulit mencari pasar jika bergerilya sendiri. "Sebelumnya, saya sempat memasarkan ke toko toko besar. Tapi, hasilnya tak seberapa karena tak ada lonjakan permintaan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif bikin model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pasarnya semakin luas, Heru juga berjuaIan lewat internet. Berkat rajin ikut pameran dan berjualan di dunia maya, Heru sudah mengekspor produknya ke Eropa, Australia, Amerika Serikat, Asia, dan Timur Tengah. "Pengunjung di pameran internasional terlihat antusias membeli produk saya," ujarnya sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Heru memiliki kurang lebih 115 model miniatur kendaraan aneka ukuran. Harganya mulai dari Rp 3.000  sampai Rp 300.000 per unit. Sejauh ini, model ,yang paling diminati pembeli adalah motor Harley Davidson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menggeluti bisnis ini, pria yang sempat mengecap bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini punya saran. "Modal awal menekuni bisnis ini sekitar Rp 2 juta," ujarnya. Menurutnya, uang sebesar itu cukup untuk membuat 200 unit miniatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal lain yang tak kulah penting adalah kreativitas membuat model, dan jeli mencari celah pasar. Maklum, saat ini pesaing di bisnis ini lumayan banyak. "Ada sekitar 21 pemain. Kebanyakan bekas karyawan saya," imbuhnya. (Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7448218072561913092?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7448218072561913092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7448218072561913092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7448218072561913092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7448218072561913092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/03/laba-besar-dari-miniatur-kendaraan.html' title='Laba Besar dari Miniatur Kendaraan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6828630845878277732</id><published>2009-02-14T07:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T07:30:31.760-08:00</updated><title type='text'>Dari Tanpa Modal, Sekarang Punya Ratusan Karyawan</title><content type='html'>Apakah Anda pernah mencoba kue wafel yang terbuat dari bahan dasar sukun? Atau bahkan mi yang dibuat dari singkong? Rasanya tidak kalah nikmat dibandingkan bila dibuat dari tepung terigu. Bahkan, yang ini lebih banyak mengandung serat ,vitamin, dan gizi karena dibuat dari buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik resep unik ini, penggagasnya adalah Rosita Doddy (55), pemilik katering Pangan Selaras. Bahkan, masakan buatannya ini digandrungi ibu-ibu pejabat. "Biasanya mereka pesan untuk arisan atau acara-acara lainnya," kata Rosita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, usaha yang dirintis sejak tahun 1982 ini hanya berawal dari sekedar hobi dan tanpa modal. Semula, Rosita yang hobi masak ini kerap mendapat pesanan dari tetangganya. Biasanya, konsumen Rosita memberi uang terlebih dahulu saat memesan masakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Rosita, uang tersebut digunakan untuk belanja bahan baku, sedangkan keuntungan yang didapat disisihkan untuk membeli peralatan, seperti cetakan kue dan oven. "Lama-lama ngumpul banyak dan bisa mencoba beragam resep. Jadi, lebih banyak kreasi, banyak yang pesan," kata Rosita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, cara pemasarannya juga hanya dari mulut ke mulut. Semakin lama, usaha Rosita kian berkembang. Rosita yang lulusan Teknik Sipil Institute Teknik Sepuluh Nopember, Surabaya, ini, lantas bergabung dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Boga (APJI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti organisasi, Rosita mengaku, banyak memperoleh wawasan mengenai cara pemasaran. Konsumennya kian bertambah dan perusahaannya mulai dikenal berbagai pihak, termasuk sejumlah departemen pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosita juga diserahi tugas untuk program ketahanan pangan. Tugasnya adalah membuat beragam masakan dengan bahan dasar selain tepung terigu. Dia juga dituntut agar penampilan hasil masakannya menarik saat dihidangkan. Alhasil, Rosita kerap melakukan berbagai eksperimen untuk mengetahui karakter tepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tepung terigu memiliki glutan yang membuat adonan menjadi berkembang, sejumlah tepung dari bahan dasar buah tidak memilikinya sehingga susah mengembang. "Jadi, harus diakali bagaimana agar tetap mengembang. Sedikit ada campurannya," tutur Rosita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Pangan Selaras juga menyediakan makanan tradisional, seperti aneka bubur, kue lupis, dan serabi. Rosita juga menjual hasil masakannya di kafe yang dirintisnya, yakni Kafe Indosat, Jalan Medan Merdeka, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mi bendo misalnya dijual dengan harga sekitar Rp 10.000-Rp 15.000 per porsi, sedangkan untuk wafel dijual dengan harga sekitar Rp 10.000 per bungkus berisi delapan buah. Sayangnya, untuk masalah omzet Rosita enggan mengatakannya secara gamblang. "Yang penting bisa bayar karyawan sekitar 100-200 orang dan bisa bayar pajak," ujar Rosita. (kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6828630845878277732?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6828630845878277732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6828630845878277732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6828630845878277732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6828630845878277732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/02/dari-tanpa-modal-sekarang-punya-ratusan.html' title='Dari Tanpa Modal, Sekarang Punya Ratusan Karyawan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-723016124942994739</id><published>2009-02-14T07:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T07:13:15.294-08:00</updated><title type='text'>Laba Maksi dari Rumah Mini</title><content type='html'>Rumah adalah kebutuhan primer. Karenanya, permintaan rumah seperti tak ada habisnya. Tapi tahukah Anda, yang membludak bukan hanya permintaan rumah betulan. Peminat rumah mini untuk mainan anak-anak juga  bejibun. Tak percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ario Wisnhu adalah salah satu orang yang telah mencecap laba maksi dari bisnis rumah-rumahan mini. Ia bergelut di bisnis rumah-rumahan dengan membidik pasar anak-anak alias children playhouse. Singkat kata, di bawah bendera My House, Ario membuat rumah ukuran mini sebagai sarana bermain anak-anak usia dua hingga 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide membuat usaha ini muncul di benak Ario berdasar pengalamannya sewaktu kecil. Sejatinya, anak-anak memang suka bermain rumah rumahan. Suatu saat, ia secara tidak sengaja menemukan ide membikin rumah-rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal pada 2004. Bermodal Rp 50 juta, Ario mencoba peruntungan membuat 20 produk perdana rumah mini. Saat itu, ia memasarkan produknya lewat sebuah pameran di sebuah mal di Jakarta Selatan. Ternyata pasar menyambut antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pekan pertama pameran saja, 20 produk awalnya langsung ludes. Padahal, ia membanderol harganya lumayan mahal: Rp 7,5 juta dan Rp 12 juta per unit. Harga Rp 7,5 juta untuk ukuran 180 centimeter (cm) x 180 cm x 180 cm. Harga Rp 12 juta untuk ukuran 200 cm x 240 cm x 250 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dagangan pertamanya saat itu, Ario mampu mendulang omzet total Rp 200 juta. Ini empat kali lipat dari modal awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai 10 pemain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ario yakin, bisnis ini sangat prospektif. Apalagi, pemain dalam bisnis ini dapat dihitung jari. "Pemainnya tidak sampai 10 orang. Itu pun kami saling mengenal dan kerjasama, karena produk turunan kita beda spesifikasi," ungkap Ario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan rumah mini menjadi kunci sukses bisnis Ario. Rumah mininya tidak seperti rumah-rumahan boneka yang tidak bisa ditempati. Sebaliknya, anak dapat bermain dan tinggal di dalamnya. Keunggulan lain, rumah-rumahan itu bisa dibongkar pasang, sehingga mudah dipindahkan sesuai keinginan pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ario menggunakan perpaduan antara kayu, triplek, dan genting sungguhan untuk atap rumah mini itu. Jadi, rumah rumahan bikinan Ario bisa awet sampai 10 tahun. "Peminatnya banyak karena rumahrumahan ini mendidik anak untuk kreatif dan mandiri, yakni dengan mendekorasi isi dalam rumah," beber Ario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tak kerepotan mengerjakan pesanan rumah mini tersebut, Ario merekrut tiga hingga 10 tenaga lepas. "Tergantung kebutuhan. Bila pesanan banyak, saya pakai banyak pekerja," ajar Ario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya pasarnya kian luas, Ario mencoba berbagai trik pemasaran. Jika awalnya cuma mengandalkan pameran-pameran, ia lantas mengunakan konsep pemasaran di dunia maya alias melalui internet. Strateginya ini berhasil. Selain pembeli individual; taman kanak-kanak, restoran, mal, apartemen, hotel, dar perumahan juga memesar banyak produk Ario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bisnis Ario terbilang sukses. la mendapat banyat pesanan dari pelbagai kota mulai Aceh, Medan, Jambi, Yogyakarta, Bali, hingga Ambon. Bahkan, banyak pembeli dari luar negeri seperti Jerman, Belanda, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap ada pesanan, Aric mengharuskan konsumer membayar 50 persen uang muka. D luar pesanan khusus, dengar omzet berkisar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan kini Ario berhasil meraup laba bersih hingga 20 persen dari penjualan sekitar 5 hingga 10 unit per bulan. (Dessy Rosalina/Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-723016124942994739?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/723016124942994739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=723016124942994739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/723016124942994739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/723016124942994739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/02/laba-maksi-dari-rumah-mini.html' title='Laba Maksi dari Rumah Mini'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3425981583318313627</id><published>2009-02-03T18:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T18:55:22.777-08:00</updated><title type='text'>Berbisnis bunga di hari valentine</title><content type='html'>JAKARTA. Memberikan bunga kepada seseorang yang disayangi pada hari kasih sayang atau hari valentine menjadi tradisi unik turun temurun. Tak heran jika pada tanggal 14 Februari merupakan saat-saat panen bagi para penjual bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya toko bunga konvensional yang diserbu pembeli. Toko bunga yang memajang gerainya di internet pun turut kebanjiran order. Misalkan saja pengalaman Agung Budi Priambodo yang menggawangi tokobungaonline.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Budi yang diserahi toko Bunga Hati Florist di sentra bunga terbesar se Asia, Rawa Belong, merasa penjualannya tidak terlalu bagus jika hanya mengandalkan penjualan offline. Lantas, pemuda yang pernah mengenyam pendidikan IT tersebut meluncurkan situs tokobungaonline.net sejak empat tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, kini 90% penjualan Bunga Hati Florist berasal dari pesanan secara online. Sampai detik ini, tokobungaonline.net sudah punya sekitar 400 pelanggan tetap dari berbagai perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi, pesanan bunga terutama mawar membengkak menjelang hari valentine. Uniknya, "Berapa pun harga yang kami pasang, mawar selalu ludes," ujarnya. Tak heran jika menjelang hari valentine, Budi menaikkan banderol harga bunga mawarnya sebanyak dua sampai tiga kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, paket buket 10 tangkai mawar jenis semi Holland dijualnya seharga Rp 300.000 per paket. Padahal pada hari biasa harga paket tersebut hanya Rp 150.000 saja. Dari harga biasa tersebut, margin yang diraup Budi sudah mencapai 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menarik pelanggan, dengan cerdik Budi membundel paket tersebut dengan bonus menarik seperti cokelat Cadbury, mug, boneka dan kartu ucapan. Selain itu, pelanggan yang memesan di bawah tanggal 10 Februari bakal dapat potongan langsung Rp 50.000 dan gratis biaya antar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara tersebut, tahun lalu Budi sukses menghantarkan 70 paket bunga mawar segar ke alamat pelanggannya tepat pada tanggal 14 Februari. Omset Budi kala itu mencapai Rp 60 juta dalam sehari. Tahun ini, Budi menargetkan paket bunganya laku sampai 150 buket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama ceritanya dengan pemilik istanabunga.com, Susan Ellen. wanita 31 tahun ini sukses menjual bunganya lewat internet sejak tiga tahun yang lalu. Menurutnya, menjelang hari valentine, pihaknya menaikkan harga paket bunga mawarnya sampai tiga kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena harga jual bunga mawar per ikat juga ikut naik," ujarnya. Biasanya, satu ikat mawar Holland atau semi Holland yang belum dirangkai, isi 20 batang dijual pemasok dengan harga Rp 30.000. Akan tetapi menjelang valentine, harga satu ikat mawar bisa Rp 90.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, Ellen tetap menangguk keuntungan lumayan besar. Tahun 2007 lalu, Ellen mendapat omset sampai Rp 50 juta. Padahal pada hari biasa, omset Ellen turun sepertiganya. "Tahun lalu, gerai saya kebanjiran ratusan buket dari segmen perusahaan," ujarnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, Ellen bakal menjual aneka mawar mulai dari satu tangkai sampai 10 tangkai. Ellen menjualnya mulai dari mawar kuncup sampai mawar yang sudah mekar. "Itu saya lakukan agar segmen anak remaja juga bisa membeli hadiah kasih sayang dengan harga terjangkau," pungkasnya. (kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3425981583318313627?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3425981583318313627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3425981583318313627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3425981583318313627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3425981583318313627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/02/berbisnis-bunga-di-hari-valentine.html' title='Berbisnis bunga di hari valentine'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2047626094912398904</id><published>2009-01-31T20:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T20:24:21.595-08:00</updated><title type='text'>Mencicipi Nikmatnya Bisnis Pempek</title><content type='html'>Bisnis makanan memang tidak ada matinya. Peluang berbagai jenis makanan pun makin menjanjikan, termasuk makanan khas daerah Palembang, yaitu pempek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peluang bisnis yang bisa digarap adalah pempek Patrol. Namun berbisnis pempek Patrol ini bisa dilakukan tidak hanya dengan penjualan langsung ke konsumen, tapi juga bisa dengan penjualan pempek ke counter, restoran, kafe, pesanan acara, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai berbisnis pempek Patrol, modal yang disiapkan sekitar Rp 15 juta. Dengan investasi sebanyak ini Anda akan mendapatkan paket gerobak fancy lengkap dengan peralatan, perlengkapan, dan pelatihan. Saat ini pempek Patrol sudah memiliki setidaknya 20 unit bisnis gerobak fancy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Untuk memulainya, calon mitra diminta mengajukan persetujuan tertulis untuk membeli paket peluang bisnis pempek Patrol sekaligus permohonan survei lokasi usaha.&lt;br /&gt;    * Bersamaan dengan itu, calon mitra membayar tanda jadi Rp 500.000 ke pempek Patrol sebelum survei dilakukan.&lt;br /&gt;    * Tanda jadi Rp 500.000 itu akan dikembalikan saat calon mitra jadi membeli paket peluang bisnis pempek Patrol sekaligus membayar Rp 15 juta.&lt;br /&gt;    * Sebaliknya, tanda jadi tidak dapat dikembalikan jika survei sudah dilakukan tetapi calon mitra tidak jadi beli peluang bisnis tersebut.&lt;br /&gt;    * Biaya akomodasi dan transpotasi survei yang dilakukan di luar Jakarta menjadi tanggungan calon mitra.&lt;br /&gt;    * Setelah sepakat atas pembelian, calon mitra mentransfer investasi Rp 15 juta ke rekening yang akan diberitahu.&lt;br /&gt;    * Paket gerobak fancy akan dikirimkan dalam jangka waktu 1-2 minggu sejak tanda bukti resmi transfer bank diterima.&lt;br /&gt;    * Serah terima perangkat dan produk dilakukan di lokasi pihak mitra di tempat yang sudah disetujui bersama.&lt;br /&gt;    * Beban ongkos kirim paket gerobak fancy tidak dibebankan pada pihak mitra jika lokasi berada adlam radius 30 km di daerah DKI Jakarta, Depok, atau Bekasi. Sementara untuk daerah lain, ongkos kirim akan menjadi tanggungan pihak mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan bersih setiap bulan yang bisa didapatkan dari bisnis pempek Patrol ini sekitar Rp 3 juta. Dengan begitu, bisnis ini bisa mencapai balik modal kurang lebih dalam 4 bulan.(sumber: detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon (021) 92684359&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2047626094912398904?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2047626094912398904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2047626094912398904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2047626094912398904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2047626094912398904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/01/mencicipi-nikmatnya-bisnis-pempek.html' title='Mencicipi Nikmatnya Bisnis Pempek'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6484894892376878815</id><published>2009-01-20T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T20:31:10.108-08:00</updated><title type='text'>Menggigit Laba dari Tahu Brintik</title><content type='html'>Tahu merupakan salah satu camilan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Banyak ragam rupa tahu, mulai tahu goreng, tahu isi, opor tahu, hingga semur tahu. Tapi, jika Anda mulai bosan dengan tampilan ala tradisional itu, kini sudah banyak tahu olahan dengan bentuk crispy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah Tahu Brintiiik Crispy. Tiga huruf "i" di dalam kata "Brintiiik" menegaskan rasa sang tahu. Sekali menggigitnya, Anda tidak akan menyangka jika kudapan lezat ini berasal dari tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan Tahu Brintiiik Crispy memang beda dengan olahan tahu pada umumnya. Bahan dasarnya berasal dari tahu putih yang lembut teksturnya. Penyajiannya pun dengan dua cara, yaitu menjadi stik tahu atau tahu kotak biasa. Dengan taburan mayones dan aneka bumbu yang bisa dipilih: bumbu barbecue, keju, atau balado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis perpanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu ini disajikan melalui dua tahap penggorengan. Setelah digoreng untuk pertama kalinya sampai matang, lantas dicelupkan ke air bumbu khusus. Lalu, digulingkan ke tepung bumbu khusus lainnya. Lantas digoreng lagi sampai renyah alias crispy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, hasil gorengan tahu dan tepung tersebut menghasilkan pola keriting-keriting kecil pada permukaan tahu. "Itulah yang disebut "brintik"-nya," ujar Alex Satriyo, Master Franchise Tahu Brintiiik Crispy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut agen mesin tekstil Eropa berusia 46 tahun ini, peluang Tahu Brintiiik Crispy masih besar lantaran di Jakarta saja belum banyak yang menjual. "Di Jakarta baru 15 outlet saja," ujarnya. Rata-rata, satu mitra tahu temuan Alex ini punya beberapa outlet Tahu Brintiiik Crispy. "Itu artinya mereka puas dengan laba usaha ini," ujar Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, tawaran kerja sama kemitraan tahu yang satu ini terbilang murah, cepat balik modal, serta mudah pengoperasiannya. Sistemnya pun bukan sistem waralaba penuh, tapi sistem semi waralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membeli merek dagang Tahu Brintiiik Crispy, calon mitra cukup merogoh kocek Rp 9 juta saja. Maka mitra terwaralaba bakal mendapat satu gerobak dagang lengkap dengan keperluan memasaknya, seperti tabung gas 12 kilogram, kompor gas, dan sebagainya. Selain itu, calon mitra bakalan mendapat pelatihan cara mengolah tahu selama satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontrak kerja sama, mitra bakalan mendapatkan kontrak kemitraan selama lima tahun. Sementara setiap bulannya Alex tidak menarik royalty fee layaknya waralaba. "Perjanjiannya, mereka harus ambil tahu di supplier yang sudah saya tunjuk, serta ambil mayones dan topping bumbu ke saya," lanjut Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima tahun, mitra bisa kembali memperpanjang kontrak kerja sama tanpa biaya apa pun alias gratis. Syaratnya, mitra harus beli bumbu dan bahan-bahan ke Alex. "Kita hanya tinggal mengawasi saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex bilang, ia sengaja mendesain sistem kemitraan ini agar mitra bisa balik modal kurang dari satu tahun. Perhitungannya, satu porsi tahu yang dijual Rp 7.000 per kotak minimal laku 30 porsi sehari. Dari penghasilan itu, pemilik outlet bakal mendapat margin bersih minimal 25 persen atau sekitar Rp 55.000 sehari, atau Rp 1,6 juta sebulan. "Paling pahit, dalam waktu enam bulan sudah balik modal," kata Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar balik modal lebih cepat, Alex menyarankan mitra membuka outlet dekat kampus-kampus atau wilayah pusat perdagangan. Hasil bisa bertambah besar jika mitra juga berjualan minuman. (Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6484894892376878815?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6484894892376878815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6484894892376878815' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6484894892376878815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6484894892376878815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/01/menggigit-laba-dari-tahu-brintik.html' title='Menggigit Laba dari Tahu Brintik'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7611384923464671908</id><published>2009-01-11T22:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T22:39:10.391-08:00</updated><title type='text'>Memulai usaha dengan 100 ribu</title><content type='html'>Ingin punya usaha sendiri, tapi tidak punya modal besar? Tak usah bingung. Kini Anda bisa punya usaha sendiri hanya dengan bermodal Rp 100.000. Mau tahu caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Multi Chip yang menawarkan usaha agen isi ulang pulsa elektronik. Dengan bermodal hanya Rp 100.000, Anda bisa mendaftar sebagai agen pulsa elektronik untuk semua operator seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paparan Multi Chip, keunggulan bisnis isi ulang pulsa elektronik antara lain berisiko kecil karena tidak ada batas kadaluarsa dan tidak perlu biaya tranportasi karena bisa dikirim secara elektrik. Selain itu bisnis ini juga tidak memerlukan tempat usaha khusus, dan bisa dimulai dengan modal ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Balik modal pun cepat karena perputaran uang sangat cepat dengan keuntungan 2,63% per hari dari modal pulsa yang di putar," demikian paparan Multi Chip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika Anda berminat, bisa dimulai dengan mengirimkan data seperti nama, alamat dan nomor HP yang akan digunakan untuk transaksi melalui fax ke (021) 5704457. Setelah itu, Anda bisa mentransfer deposit minimal Rp 100.000 (tanpa batas maksimum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mentransfer deposit, maka Anda akan mendapat nomor registrasi sekaligus deposit sebesar nominal yang Anda transfer. Selanjutnya, Anda pun bisa langsung bertransaksi isi ulang pulsa elektronik ke semua operator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Anda melakukan transaksi, maka deposit Anda akan terpotong sebesar harga pulsa yang dipatok Multi Chip. Harga pulsa Multi Chip ini bervariasi tergantung jenis operatornya. Ada yang dibandrol Multi Chip lebih murah dari nominal pulsa, namun ada juga yang di atas nominal pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, maka seberapa banyak keuntungan yang Anda ingin raup, tergantung dari berapa harga yang Anda berikan pada konsumen Anda. Tak perlu khawatir deposit atau uang Anda mati jika tidak digunakan, karena MultiChip tidak menerapkan batas waktu. Sehingga deposit atau uang Anda tetap bisa diambil kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, tak perlu pusing lagi mencari usaha yang bermodal ringan, kan. Jika tertarik, Anda bisa menghubungi Multi Chip di :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Help Desk/Call Center (021) 70888818 / (021) 93820008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7611384923464671908?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7611384923464671908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7611384923464671908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7611384923464671908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7611384923464671908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/01/memulai-usaha-dengan-100-ribu.html' title='Memulai usaha dengan 100 ribu'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7563100101403457406</id><published>2009-01-04T07:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T07:09:27.946-08:00</updated><title type='text'>Usaha sepatu menyesuaikan kaki</title><content type='html'>Sadar atau tidak, ternyata banyak orang yang memiliki masalah pada kakinya. Terlebih perempuan yang senang memakai sepatu bertumit tinggi (high heel). Alasannya, membuat badan terlihat lebih tinggi, kaki lebih jenjang, dan penampilan pun jadi lebih menawan. Namun, memakai high heel berkepanjangan bisa memicu masalah pada kaki seperti varises, cedera otot kaki, nyeri sendi, atau penumpukan darah beku di ujung telapak kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pernah mengalaminya, Elly pun mendirikan usaha pembuatan sepatu rumahan. Uniknya, dia mengambil pasar untuk kaki bermasalah. Dengan modal awal kurang Rp 1 juta, Elly mampu menggaet konsumen dari kelas sosial atas. "Modalnya hanya Rp 950 ribu dengan mesin jahit butut ini," kata Elly saat Kompas.Com bertandang di rumahnya,di Pejaten Barat, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran sang suami kala itu sedang sakit dan membutuhkan perhatian lebih, Elly memutuskan untuk meninggalkan kariernya sebagai liaison officer KONI pusat dan mendirikan usaha. Tahun 2000, dia lalu mendirikan usaha pembuatan sepatu PT Ethree Abadi. "Ketika suami saya akhirnya meninggal karena sakit, saya berjuang dengan anak-anak. Itu luar biasa," kata Elly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Elly menuturkan, Ethree hanya mempunyai 1 pegawai. Untuk tenaga marketing, ketiga anak Elly yang melakukannya. Pemasaran pun berawal dari sekolah ke sekolah. Ujarnya, "Anak saya menawari gurunya, terus lama-lama berkembang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elly berfilosofi, kaki itu ibaratnya seperti sidik jari, tidak ada yang identik. Kaki yang terlihat normal pun kadang menyimpan masalah. Sering orang tidak sadar kalau dirinya mempunyai ukuran punuk atau telapak kaki besar sebelah. Karena itu, dalam membuat sepatu, Elly menggunakan ilmu anatomi. "Di telapak kaki ada 61 titik yang harus diperhatikan," tutur lulusan SMA Negeri 8 Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membidik pasar, perempuan kelahiran Garut, 27 Agustus 1967 ini menggunakan kalkulasi sederhana. Menurut dia, dari 240 juta penduduk Indonesia, sepertiga di antaranya memakai sepatu. Dari 80 juta penduduk tadi, dia mengestimasikan ada 0,5 persen yang memiliki kaki bermasalah. Entah ukurannya ekstra besar atau sebaliknya, atau telapak beda sebelah. "Ini pasar yang spesifik. Sayang sekali kalau tidak digarap," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bengkel kerja Ethree, karyawan akan mengukur kaki klien. Pertama, telapak kaki yang diukur, kemudian punuk, lingkar pergelangan, hingga ukuran ibu jari kaki. "Prinsipnya kami membuat sepatu yang mencari kaki, bukan kaki yang mencari sepatu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran ini dilakukan agar sepatu tidak membuat kaki lecet meskipun masih baru. Selain membuat sepatu untuk kaki bermasalah, Ethree juga mempunyai divisi produk sepatu massal untuk pramugari dan pegawai negeri. Untuk bahan baku, perusahaan mitra binaan Departemen Perindustrian (Deperin) ini mendatangkan kulit dari Garut, Surabaya, dan Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elly menuturkan,"Di dunia, kulit paling bagus itu dari Garut, Indonesia. Hanya proses penyamakannya saja kurang maksimal, jadi kalah dari negara lain," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan dari Wapres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya usaha sepatu rumahan, namun Elly mengatakan sepatu buatannya tidak kalah dengan brand ternama, seperti Bally, Aigner, atau Prada. Bahkan, mayoritas pelanggannya adalah para pejabat beserta istri dan pengusaha papan atas negeri ini. Sebut saja, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta, atau Fahmi Idris. "Pak Wapres pesan sepatu golf tanggal 3 November 2008, kemarin," kata ibu 3 putra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah harga, Elly mematok harga Rp 350.000 hingga Rp 2 juta per pasang sepatu. Tiap tahun, usaha ini berhasil meraup omset Rp 1 miliar, belum termasuk pendapatan dari divisi massalnya. Saat ini, pemenang penghargaan Gugus Kendali Mutu 2007 ini, tengah mengerjakan pesanan 500 pasang sepatu untuk pramugari Mandala Airlines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, Elly membuka gerai kedua di Sarinah, setelah sebelumnya ada di Cilandak. Elly berangan-angan ingin menjalin kerjasama dengan Departemen Sosial untuk membuat sepatu khusus anak-anak cacat. "Agar mereka juga bisa tampil gaya. Misalnya di hari besar, tahun baru, Lebaran, atau Natal," paparnya. (sumber : kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7563100101403457406?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7563100101403457406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7563100101403457406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7563100101403457406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7563100101403457406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2009/01/usaha-sepatu-menyesuaikan-kaki.html' title='Usaha sepatu menyesuaikan kaki'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6795542601093431533</id><published>2008-12-28T21:55:00.000-08:00</published><updated>2009-10-22T21:36:25.687-07:00</updated><title type='text'>Mencicipi Nikmatnya Bisnis Pempek</title><content type='html'>Bisnis makanan memang tidak ada matinya. Peluang berbagai jenis makanan pun makin menjanjikan, termasuk makanan khas daerah Palembang, yaitu pempek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peluang bisnis yang bisa digarap adalah pempek Patrol. Namun berbisnis pempek Patrol ini bisa dilakukan tidak hanya dengan penjualan langsung ke konsumen, tapi juga bisa dengan penjualan pempek ke counter, restoran, kafe, pesanan acara, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai berbisnis pempek Patrol, modal yang disiapkan sekitar Rp 15 juta. Dengan investasi sebanyak ini Anda akan mendapatkan paket gerobak fancy lengkap dengan peralatan, perlengkapan, dan pelatihan. Saat ini pempek Patrol sudah memiliki setidaknya 20 unit bisnis gerobak fancy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Untuk memulainya, calon mitra diminta mengajukan persetujuan tertulis untuk membeli paket peluang bisnis pempek Patrol sekaligus permohonan survei lokasi usaha.&lt;br /&gt;    * Bersamaan dengan itu, calon mitra membayar tanda jadi Rp 500.000 ke pempek Patrol sebelum survei dilakukan.&lt;br /&gt;    * Tanda jadi Rp 500.000 itu akan dikembalikan saat calon mitra jadi membeli paket peluang bisnis pempek Patrol sekaligus membayar Rp 15 juta.&lt;br /&gt;    * Sebaliknya, tanda jadi tidak dapat dikembalikan jika survei sudah dilakukan tetapi calon mitra tidak jadi beli peluang bisnis tersebut.&lt;br /&gt;    * Biaya akomodasi dan transpotasi survei yang dilakukan di luar Jakarta menjadi tanggungan calon mitra.&lt;br /&gt;    * Setelah sepakat atas pembelian, calon mitra mentransfer investasi Rp 15 juta ke rekening yang akan diberitahu.&lt;br /&gt;    * Paket gerobak fancy akan dikirimkan dalam jangka waktu 1-2 minggu sejak tanda bukti resmi transfer bank diterima.&lt;br /&gt;    * Serah terima perangkat dan produk dilakukan di lokasi pihak mitra di tempat yang sudah disetujui bersama.&lt;br /&gt;    * Beban ongkos kirim paket gerobak fancy tidak dibebankan pada pihak mitra jika lokasi berada adlam radius 30 km di daerah DKI Jakarta, Depok, atau Bekasi. Sementara untuk daerah lain, ongkos kirim akan menjadi tanggungan pihak mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan bersih setiap bulan yang bisa didapatkan dari bisnis pempek Patrol ini sekitar Rp 3 juta. Dengan begitu, bisnis ini bisa mencapai balik modal kurang lebih dalam 4 bulan.(sumber: detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon (021) 92684359&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6795542601093431533?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6795542601093431533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6795542601093431533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6795542601093431533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6795542601093431533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/12/mencicipi-nikmatnya-bisnis-pempek.html' title='Mencicipi Nikmatnya Bisnis Pempek'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1086491787725429672</id><published>2008-12-28T18:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T18:05:42.960-08:00</updated><title type='text'>Menggeliat di Tengah CD Bajakan</title><content type='html'>Peredaran film dalam bentuk kepingan cakram padat bajakan telah menguasai pasar secara nasional. Bahkan, dari 9 juta film yang beredar sepanjang 2005, sekitar 92 persennya bajakan dan bertambah setiap tahunnya. Maraknya produk bajakan dengan harga lebih murah ketimbang yang asli ini, memicu jumlah peminat yang makin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gempuran cd-cd bajakan, Wirawan Hartawan justru membuka Odiva, usaha penyewaan film dalam bentuk kepingan cakram padat original. Odiva pertama kali dirintis pada tahun 1997. Wirawan mengakui, tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah cd bajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kala itu Wirawan tetap optimis usahanya akan mulus. "Toh, tidak sedikit juga yang memilih cd original. Cuma bayar Rp 4.000 bisa nonton dengan kualitas yang bagus," kata Wirawan kepada Kompas.Com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirawan yang juga pemilik Disc Tarra ini memilih jalur franchise untuk mengembangkan usahanya. Menurutnya, franchise lebih menguntungkan dibanding membuka cabang. "Kalau membuka cabang kan belum tentu dia bisa sebagus pusatnya. Tapi kalau franchise, dia kenceng sendiri," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jumlah pembeli hak waralaba (franchisee) Odiva sudah mencapai 120, dan tersebar seluruh Indonesia, termasuk Makassar, Jayapura, Pare-Pare, Bontang, Kalimantan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirawan mengatakan membangun bisnis Odiva lewat franchise terbilang cukup sulit. Sebagian orang menganggapnya bisnis pinggiran yang hanya menyewakan CD dengan harga Rp 4.000-an. Sehingga ketika difranchisekan, banyak orang ragu untuk membeli hak waralaba. "Siapa yang tahu Odiva. Orang melihatnya cuma bisnis sewa CD Rp 4.000 perak," kata Wirawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi harus menghadapi beberapa franchisee yang nakal dan tidak mau mengikuti peraturan dari franchisor. "Kalau boleh jujur, menghadapi franchisee yang nakal cukup makan hati," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wirawan, franchisee tersebut tidak mau mengikuti aturan yang ditetapkan, tetapi justru rewel dan banyak mengeluh. Karena itu, sekarang Wirawan hanya mau concern terhadap calon franchisee yang benar-benar mau serius dan fokus terhadap bisnis. Wirawan juga membangun relationship antara franchisee dan franchisor Odiva seperti sebuah keluarga besar. "Kami bisa elu-gue, bahkan seperti saudara," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga selalu menyempatkan tiga hari dalam seminggu untuk berkumpul, berdialog dan makan bersama dengan para franchiseenya. Dengan begitu, komunikasi terus berjalan antara kedua belah pihak dan menjaga faktor kepercayaan.Hasilnya, semakin banyak pembeli hak sewa Odiva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Disc Tarra dan Odiva, Wirawan juga mempunyai usaha rumah makan Jepang, Goiza. Wirawan berangan-angan juga akan mengembangkan Goiza dengan jalur franchise. "Tahun depan saya juga akan franchise-kan Goiza," kata Wirawan. Saat ini, Goiza memiliki 8 cabang yang tersebar di mall Jakarta.(sumber : kompas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1086491787725429672?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1086491787725429672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1086491787725429672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1086491787725429672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1086491787725429672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/12/menggeliat-di-tengah-cd-bajakan.html' title='Menggeliat di Tengah CD Bajakan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3844409987283602662</id><published>2008-12-28T18:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T18:15:38.615-08:00</updated><title type='text'>Mencicipi Sedapnya Laba Usaha Bumbu Curah</title><content type='html'>Belakangan ini banyak orang lebih memilih cara yang lebih praktis, termasuk dalam hal bumbu masakan. Acapkali, orang malas bila harus membuat bumbu masak sendiri. Selain rumit, tangan juga bakal belepotan dengan rempah-rempah bumbu. Karenanya, banyak membeli bumbu jadi di pasar. Neken Jamin Sembiring menangkap petuang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota besar, orang maunya serba praktis. Begitu pula dengan urusan dapur. Soal bumbu masakan, misalnya, orang tak mau repot-repot mengolah, entah itu memblender, memarut, mengulek, dan seterusnya. Kalau ada yang siap saji, entah itu dalam kemasan instan maupun gilingan pasar, tentu orang lebih condong ke pilihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kebutuhan ini memunculkan peluang bisnis menguntungkan, yakni membuat bumbu giling siap pakai. Salah satu pemain besar di Jakarta adalah Neken Jamin Sembiring. Ia merintis usaha bumbu giling di pasar sejak tahun 1977. Belakangan, ia memberi kemasan dan merek bumbunya Gerak Tani. "Bumbu sudah menjadi kebutuhan pokok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibantu sang istri, Sembiring rutin menebar bumbu di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Sebut saja Pasar Kramat Jati dan PasarJatinegara. Selain pasar tradisional, orang juga bisa menemukan bumbu Gerak Tani di sejumlah pasar swalayan.&lt;br /&gt;Maklum, bumbu hasil racikan Sembiring sangat beragam, mulai bumbu soto, gulai, rendang, rawon, opor, sampai bumbu masakan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, langganan Sembiring bukan saja dari kalangan ibu rumah tangga, tapi juga usaha katering. Secara rutin, ia juga memasok 50 jenis bumbu ke perusahaan katering yang biasa melayani maskapai penerbangan. "Saya menjual bumbu mentah di pasar. Kalau buat katering, biasanya bumbu sudah matang," jelas bapak dua anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari, Sembiring mampu menjual setengah ton bumbu. Omzetnya bisa mencapai Rp 6 juta per hari. la mengaku mengambil laba bersih minimal 10 persen dari nilai omzet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembiring serius menekuni usahanya ini. Buktinya, ia sangat selektif memilih rempah-rempah sebagai bahan dasar pembuatan bumbu. "Saya sangat memperhatikan kualitas," ucapnya. Ia mendatangkan aneka cabai segar dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembiring juga sengaja berbelanja asam gelugur, kelapa gongseng, dan daun kunyit langsung dari Medan Sumatra Utara. Dengan bahan baku yang cukup berkualitas itu, Sembiring menjamin bumbu buatannya berkualitas. "Kami menyajikan puluhan varian bumbu. Bukan saja untuk menu masakan Indonesia tapi juga untuk masakan  luar," jelasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Sembiring mengolah bumbu-bumbu itu di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi ini. la mengklaim, bumbu olahannya bisa tahan antara 6 bulan sampai -1 tahun, asal masih dalam kemasan. "Kami tidak menggunakan bahan pengawet," katanya. la mengaku bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional menyinari bumbu dengan sinar gama sehingga bisa tahan lama. (Kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3844409987283602662?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3844409987283602662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3844409987283602662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3844409987283602662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3844409987283602662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/12/mencicipi-sedapnya-laba-usaha-bumbu.html' title='Mencicipi Sedapnya Laba Usaha Bumbu Curah'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-8798361804940040076</id><published>2008-12-23T06:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:52:49.822-08:00</updated><title type='text'>Meracik Laba dari Makanan Sehat</title><content type='html'>Mengkonsumsi makanan sehat harus menjadi kebiasaaan agar kesehatan badan terjaga. Caranya, tentu saja dengan memilih makanan alami dan dalam kondisi segar, tanpa bahan pengawet. Salah satu makanan sehat yang aman dikonsumsi adalah salad, entah salad sayuran atau buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengusaha yang melihat potensi usaha salad sehat ini adalah Doddy Hakim. Sejak 2003 silam, ia menekuni bisnis salad buah. Ia punya keinginan salad tidak hanya tersedia di restoran mahal.”Saya ingin memasyarakatkan salad. Soalnya, ini salah satu makanan sehatt” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Doddy lebih banyak memperkenalkan produknya lewat pameran dan bazaar. Ia mengaku memilih membuat salad buah lantaran lebih tahan lama daripada sayuran. Selain itu, masyarakat cenderung lebih banyak menyukai buah ketimbang sayuran.&lt;br /&gt;Doddy menjual saladnya dalam tiga kemasan, yaitu gelas ukuran 85 gr seharga Rp 10.000, kotak besar seberat 500 gr dengan harga 2007, Doddy mencoba menawarkan jalinan kemitraan kepada khayalak umum. Ia menamai usahanya Dinda Salad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermodal sekitar Rp 10 juta, Doddy membuat kemasan, etalase, brosur buat promosi, dan bahan baku buah-buahan. Ia menggunakan tujuh jenis buah, diantaranya anggur, pir, leci, dan nanas.”Penyediaan bahan baku tersebut bisa menghabiskan sampai 40% dari seluruh modal. Sebab, harga bahan bakunya memang relatif mahal,” ujar Doddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doddy menawarkan tiga paket Rp 7 juta, paket 10 juta, dan paket Rp 15 juta. Tiga paket itu memiliki etalase sama. Bedanya, jika memilih paket pertama , mitra hanya akan mendapatkan fasilitas dasar seperti replica produk buat pajangan dan produk salad kemasan senilai Rp 1juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik modal setahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paket kedua, mitra akan mendapatkan tambahan brosur, kartu nama, spanduk, kemasan, dan salad jadi dalam kemasan senilai Rp 1,5 juta. Paket ketiga mendapatkan semua fasilitas dengan tambahan kotak pendingin dna produk kemasan jadi seharga Rp 2,2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar biaya itu, Doddy tidak mengenakan royalty fee. Cuma ia mewajibkan mitra membeli bahan baku dan bumbu darinya. Ia sengaja memasok produk dalam bentuk bahan baku olahan lantaran ingin menjaga kerahasiaan  resep dan juga kualitas rasa yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Doddy sudah memiliki tiga mitra diluar kota seperti Palembang, Samarinda, dan Balikpapan.”Biasanya, mitra memesan produk sampai 4 kali sebulan. Satu kali pemesanan bisa sebesar Rp 4 juta,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pasarnya kalangan menengah atas, Doddy menyarankan lokasi penjualan saladnya didaerah perkantoran besar atau kompleks perumahan, minimal, butuh lokasi sekitar 1 x 2 meter. Ia menyarankan mitra mencaripesanan khusus seperti dari pernikahan untuk mendongkrak pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doddy menghitung omzet usaha ini per bulan bisa mencapai  Rp 7,5 juta.”Dengan asumsi penjualan per minggu sebanyak  100 salad ukuran kecil dan 50 salad ukuran besar,” katanya. Ia memperkirakan, balik modal bisa dalam setahun. (sumber : kontan daily)&lt;br /&gt;Telpon :(021) 68782560&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-8798361804940040076?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/8798361804940040076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=8798361804940040076' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8798361804940040076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8798361804940040076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/12/meracik-laba-dari-makanan-sehat.html' title='Meracik Laba dari Makanan Sehat'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6583947791035917096</id><published>2008-11-30T16:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:01:23.826-08:00</updated><title type='text'>Peluang kedai kopi Gloria Jeans Coffees</title><content type='html'>Gloria Jeans Coffees, kedai kopi asal Amerika, menawarkan peluang waralaba. Dengan modal tak sampai satu miliar rupiah, investor dijanjikan bisa balik modal sekitar tiga tahun. Tapi, hati-hati, persaingan bisnis ini sudah sangat ketat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang suka kongko-kongko sambil mengopi pasti mengenal Gloria Jeans Coffees. Pasalnya, mirip dengan Starbuck, Gloria Jeans memiliki jaringan yang cukup banyak di Indonesia. Di dalam kota Jakarta saja ada lima gerai: di Mal Taman Anggrek, Plaza Semanggi, EX Center Plaza Indonesia, Cilandak Town Square, dan kawasan Kemang. Selain itu, Gloria Jeans juga bercokol di Bandung dan Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau menghitung jaringannya yang ada di luar negeri, jumlahnya akan lebih banyak lagi. Menurut M. Taslim, Direktur Utama PT Penta Fili Investama, master franchise Gloria Jeans di Indonesia, jumlah kedai Gloria Jeans Australia mencapai 320 buah, sedangkan penduduk Australia hanya sekitar 20 juta jiwa. "Gloria Jeans di sana ibarat rumah makan padang di Indonesia," ujar Taslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat (AS), jumlah gerai Gloria Jeans juga tak kalah banyaknya. Maklum, kedai itu aslinya berasal dari Amerika; bukan Australia. Tiga dasawarsa silam, adalah Ed dan Gloria Jean Kvetko yang pertama kali menemukan racikan kopi yang disajikan di Gloria Jeans. Setelah ngetop di AS, baru kemudian gerai Gloria Jeans menyebar ke Australia dan juga Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Anda pun kini punya kesempatan untuk menjadi terwaralaba (franchisee) Gloria Jeans Coffees. Taslim sendiri mengaku pengin membuka sekitar lima gerai Gloria Jeans lagi hingga akhir tahun. "Target kami adalah kota-kota besar," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membuka gerai Gloria Jeans, pertama-tama, tentu saja Anda harus menyiapkan sebuah tempat yang letaknya strategis. "Pilihannya adalah mal," ungkap Taslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, malnya harus kelas menengah dan atas; bukan mal ecek-ecek. Maklum, harga satu cangkir kopi Gloria Jeans berkisar Rp 20.000-Rp 30.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran tempatnya di mal, harga sewa tempat menjadi mahal. "Harga sewa di mal bisa mencapai Rp 300.000-Rp 500.000 per meter persegi," kata Taslim. Karena itu, gerainya tak perlu terlalu luas. Cukup sekitar 80 meter persegi saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa menjajal lokasi non-konvensional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan Anda cermat, di kota besar macam Jakarta ini masih cukup banyak mal kelas menengah atas yang layak menjadi lokasi Gloria Jeans. Lazimnya, tempat yang paling strategis di mal adalah di lantai dasar. Tapi, selalu ada pengecualian, lo. Di Plaza Semanggi, misalnya, menurut Taslim tempat yang paling ramai justru lantai dua. Agar tak salah, "Pilihlah tempat yang paling ramai lalu-lintas pengunjungnya," saran Taslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aturan soal tempat itu tak terlalu kaku. Franchisee bisa saja membuka gerai di luar mal, asalkan tempat itu memang layak. Misalnya, ada satu terwaralaba Gloria Jeans yang membuka gerai di Prima Sport Club yang terletak di kawasan perumahan Taman Kedoya Permai, Kebon Jeruk. "Setelah ditelusuri, pengunjungnya tidak cuma pengunjung Sport Club; tapi juga pengunjung lain yang memanfaatkan aula di sana," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah punya ancar-ancar tempat, hal terpenting yang harus Anda siapkan tentunya modal. Menurut Taslim, untuk membuka Gloria Jeans di sebuah pusat perbelanjaan, investor mesti menyediakan dana sekitar Rp 650 juta. Dana segitu sudah mencakup pembelian mesin pembuat kopi, franchise fee selama lima tahun, serta training pengenalan produk dan manajemen pengelolaan kedai kopi. Cuma, kebutuhan dana itu belum menghitung biaya renovasi tempat dan furnitur. Untuk melengkapi kebutuhan yang terakhir ini, terwaralaba masih harus menyediakan dana tambahan sekitar Rp 200 juta. Dus, total jenderal investasi awal yang harus disediakan sekitar Rp 850 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hitungan jumlah modal itu masih bisa dipangkas. Sekali lagi, contohnya adalah gerai yang ada di Sport Club tadi. Menurut Taslim, modal yang dibutuhkan si terwaralaba di sana cuma Rp 500 juta. Ini lantaran si terwaralaba menggabungkan kedai kopi Gloria Jeans dengan restoran miliknya. Jadi, ada beberapa item yang tidak perlu dibeli, seperti mesin pembuat es dan mesin pompa air yang nilainya bisa mencapai Rp 50 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus gencar promosi biar laris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika urusan modal dan tempat sudah final, langkah selanjutnya adalah training pengenalan produk dan pengelolaan kedai Gloria Jeans selama tiga minggu. Dalam periode ini, para karyawan akan dilatih meracik pelbagai minuman kopi. Variannya cukup banyak, lo; bisa mencapai 40 jenis. Oh, ya, training ini tidak semata diikuti oleh para calon tenaga pegawai saja. Si terwaralaba juga harus ikut. Tujuannya agar ia paham betul tentang seluk-beluk bisnis kedai kopi kelas atas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pasar, Taslim bertutur bahwa kedai-kedainya dalam sebulan bisa menghasilkan omzet kurang lebih Rp 100 juta. "Bahkan, untuk yang di Mal Taman Anggrek bisa lebih," ucapnya. Nah, jika posisi omzet ini tetap terjaga, modal yang ditanamkan investor bisa balik tidak lebih dari dua tahun saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, target segitu belum tentu selalu tercapai, lo. Terkadang, untuk bisa balik modal, terwaralaba harus menunggu lebih lama lagi. Ambil contoh Ansye Gunawan, salah seorang terwaralaba yang membuka Gloria Jeans di Plaza Adorama, Kemang. "Target balik modal saya delapan tahun," ucapnya. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan gerai Gloria Jeans milik Ansye. Saban hari kedai kopinya disambangi lebih dari seratus pelanggan. Tapi, jumlah kedai kopi belakangan juga semakin banyak. Dengan kata lain, lantaran sadar dengan persaingan yang sangat sengit ini, Ansye tak mau memasang target yang terlalu optimistis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu, modal yang ditanamkan Ansye tidak sedikit. Soalnya, ia menyewa ruangan yang luasnya di atas rata-rata. Walhasil, biaya sewanya pun menjadi membengkak. "Lantas promosi yang dilancarkan pihak Penta Fili terasa kurang," ungkapnya sambil menyebut pesaing terberatnya: Starbucks, yang kerap melakukan pelbagai promosi. Promosi inilah yang menyebabkan brand mereka begitu kuat di pasar. Lantaran itulah, kini, Ansye memilih untuk melakukan promosi sendiri di lingkungan sekitar gerainya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6583947791035917096?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6583947791035917096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6583947791035917096' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6583947791035917096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6583947791035917096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/peluang-kedai-kopi-gloria-jeans-coffees.html' title='Peluang kedai kopi Gloria Jeans Coffees'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3720634098808581994</id><published>2008-11-23T16:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T16:51:25.027-08:00</updated><title type='text'>Kemoceng Karanganyar Laris Manis di Luar Pulau Jawa</title><content type='html'>Usaha yang mulanya Cuma coba-coba ternyata justru membuahkan hasil. Bermula dari jualan makanan camilan, Dwi Kastuti, mengembangkan modalnya buat berbisnis kemoceng. “Saingan jualan camilan cukup banyak. Kebetulan, dulu saya pernah belajar membuat kemoceng. Jadi, saya coba membuat untuk dijual,” kenang perempuang asal dusun Jetis, Karanganyar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menjajakan makanan kecil, suami Dwi juga menawarkan beberapa contoh kemoceng.”Pertama kali ada took yang memesan 400 kemoceng, kami senang sekali,” kenangnya lagi. Hingga kini, produksi kerajinan bulu ayam Dwi meningkat. Dalam seminggu, ia menjual 300 kodi kemoceng. Per kodi dijual Rp 29.000, Harga ini berlaku untuk pembeli dari Riau, Bali, Mataram, Madura, serta beberapa kota di luar Jawa. “Ongkos kirim tanggungan pembeli,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Karanganyar, Dwi menjual dengan harga Rp 25.000 per kodi. Perbedaan harga ini lantaran kemasannya berbeda. Dwi mengaku, penjualan di kota tak seramai di luar pulau Jawa.”Kalau di Karanganyar penjualannya Cuma satu sampai dua kodi per took. Itupun lama lakunya,”keluhnya. Selain itu, biaya produksi per kemoceng di luar Jawa dan Karanganyar beda Rp 200. “Kalau kemoceng luar Jawa saya kemas pakai plastic jadi lebih mahal. Biaya produksinya Rp 1.200 per buah,” jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Dwi tak begitu faham mengapa permintaan selalu ada. Kemoceng sebanyak itu buat apa, saya juga tidak tahu,” herannya. Dwi Cuma beranggapan, di luar Jawa belum ada yang memproduksi kemoceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mendapat bantuan dari tujuh orang keluarga dan Sembilan karyawan lepas., Dwi mengaku belum bisa memenuhi permintaan. Lagi-lagi, kendalanya adalah modal. Tapi,Dwi terus berusaha memasarkan kemocengnya, terutama di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bahan baku, Dwi mengaku tak ada masalah. Rumah pemotongan ayam di Karanganyar masih bisa memasok bulu-bulu ayam. Harga bahan baku ini Rp 50.000 per lima kilogram (kg). “Bulu ayam sebanyak lima kg bisa untuk membuat 10 kodi kemoceng,” ujarnya ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pemasaran Dwi dan suaminya cukup sederhana. Bukan lewat poster di pohon atau iklan di internet.”Masih seperti dulu. Sambil keliling jual camilan, suami saya membawa contoh kemoceng. Dari situlah, kami mendapat agen. Termasuk agen dari luar kota,” ucap perempuan kelahiran 31 tahun silam. Belum lama ini, Dwi mendapat agen baru dari Sragen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun berbisnis kemoceng, perekonomian keluarga Dwi semakin baik. Ian sudah bisa memperbaiki rumah dan membeli kendaraaan bermotor. “Masih roda dua, jadi ya masih kehujanan. Kalau mengantar pesanan dalam jumlah banyak, mesti bolak balik,” katanya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tampak menarik, ibu tiga anak ini juga menambahkan pewarna pada bulu ayam untuk memperindah tampilan sulak buatannya. (sumber : kontan daily)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3720634098808581994?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3720634098808581994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3720634098808581994' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3720634098808581994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3720634098808581994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/kemoceng-karanganyar-laris-manis-di.html' title='Kemoceng Karanganyar Laris Manis di Luar Pulau Jawa'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7873940546494058992</id><published>2008-11-14T17:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T20:29:40.601-08:00</updated><title type='text'>Mengunyah laba dari Royal Crepes</title><content type='html'>Martabak tipis renyah alias crepes semakin banyak peminatnya. Panganan Perancis ini mulai familier di Indonesia sejak akhir 1990. Semula, penjualnya lebih suka menjalankannya di pusat perbelanjaan dengan dengan harga kelas menengah. namun kini, mulai banyak pedagang crepes kelas gerobak kaki lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jaringan crepes yang menyasar kelas menengah bawah adalah Royal Crepes. Berkembang dari Bandung sejak pertengahan 2007 silam, kini jaringan Royal Cepes sudah meluas se-Indonesia berkat sistem waralaba. "Sampai September ini, kami sudah meiliki 260 gerai di beberapa kota di Indonesia,"ujar Direktur Pemasaran Royal Crepes, Ferry Kurnia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menawarkan kerenyahan crepes dengan harga terjangkau, Royal Crepes memang lebih membidik pangsa anak sekolah dan perumahan. Cukup dengan membayar Rp 2.000 sampai Rp 3.500 pembeli bisa menikmati cemilan renyah buatan Royal Crepes."Saya mau orang bisa membeli crepes tanpa perlu ke mal, maka konsep kami adalah crepes bagi kelas menengah bawah.:katnya Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Royal crepes menawarkan sekitar 34 rasa martabak renyah. Beberapa di antaranya   adalah beef burger, sosis, pisang keju, stroberi, lemon, blueberry, dan kombinasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferry mengklaim, crepes buatannya lebih sip. Kata dia, kerenyahan crepes lainnya hanya bertahan sejam."Setelah itu sudah mletat mletot atau lembek. Kalau royal crepes, sekarang dibuat, dimakan besok pagipun masih terasa renyah. Soalnya peralatan dan adonan semuanya kami buat sendiri dan beda dengan yang lain."kata Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga bilang bahwa adonan crepes buatan pedagang lain tidak bisa dimasak di plat milik Royal Crepes. Sebaliknya"Adonan Royal Crepes dimask ke plat lain itu juga enggak bisa," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan itu, para peminat waralaba Royal Crepes harus membeli baha baku adonan, termasuk seluruh selai khas Royal Crepes langsung dari pemegang waralaba (pewaralaba). "Kalau bahan baku habis, terwaralaba harus mengambil dari Royal.Biasanya saya menganjurkan terwaralaba menyetok bahan selama seminggu atau dua minggu," ujar Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin membeli bahan stok selama seminggu, terwaralaba harus membayar Rp 1 juta. Itu sudah termasuk adonan, bahan baku, dan selai. Sementara, keju, susu, smoked beef, pisang dan sebagainya, Ferry mempersilahkan terawalaba membeli sendiri."Komponen tadi tidak akan mengubah citaras khas Royal Crepes,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat paket pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Royal Crepes menawarkan empat paket waralaba. Pertama, paket waralaba seharga Rp 6,5 juta. Dalam paket ini, calon terwaralabaakan mendapatkan sebuah gerobak dorong, beragam peralatan membuat vrepes, adonan, bumbu, serta pelatihan sumber daya manusia, plus seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket kedua seharga Rp 8,5 juta dengan fasilitas gerobak bersepeda sebagai sarana penjualan dan peralatan yang sama. Paket ketiga dna keempat seharga Rp 12,5 juta dan Rp 35 juta untuk kedai semi permanen yang bisa ditempatan dipusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan Ferrym terwaralaba yang mengambil paket seharga Rp 6,5 juta bakal bisa balik modal dlam tiga bulan. Syaratnya, terawalaba palin tidak harus bisa mempertahankan penjualan sekitar 70 sampai 80 crepes per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat? boleh jadi begitu. Apalagi sekarang ini jumlah pedagang crepes makin bejibun. Namun Ferry berusaha meyakinkan bahwa target itu tak mustahil tercapai. Syaratnya, gerai menempati lokasi strategis, seperti dekat sekolah dengan membidik murid sekolah. (sumber : kontan daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon : 022-6070481 / 0811239689&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7873940546494058992?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7873940546494058992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7873940546494058992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7873940546494058992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7873940546494058992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/mengunyah-laba-dari-royal-crepes.html' title='Mengunyah laba dari Royal Crepes'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1713273001280412642</id><published>2008-11-14T16:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T02:44:00.047-08:00</updated><title type='text'>Laba Terhampar dari Sajadah Motif Kartun</title><content type='html'>Sejenak, rumah berlantai dua di kawasan Cinere tampak biasa saja. Tapi siapa sangka diantara ketenangan dan kesejukan griya mungil itu seorang wanita cantik terlihat terampil mengubah kain perca menjadi sajadah cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelique Octaviana Aveling, wanita itu, awalnya hanya memenuhi ketidakpuasan anaknya terhadap sajadah yang tampak biasa. Lantas, ia berinisiatif membuat sajadah sesuai keinginan sang anak."Anak kecilkan sukanya ada gambar kartun," ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, sang anak juga bisa menggambar. "Dari situ, saya lantas bikin pola dan mal-malnya. Lalu, saya tempel dikain alas, karena saya tidak bisa menjahit, saya minta tukang jahit mengerjakan jahita," kata perempuan berhidung mancung ini. Sajadah unik ini membuat anak Angelique puas dan senang. Teman-teman sekolah anaknya belakangan minta ikut dibuatkan sajadah serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran semakin banyak peminat, mulai April 2007, Angelique memutuskan membisniskan sajadah bermotif  kartun khusus anak ini. Ia memberinya daganga label Lolipop Kid's Ware. "Banyak yang berminat karena beda dari biasanya. Sampai sekarang saya kewalahan memenuhi pesanan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, mantan sekretaris di perusahaan minyak ini masih membuat sajadah secara manual. Jadi butuh waktu lama menyelesaikan setiap pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, rintisan usahanya itu sudah menampakan hasil. Pesanan sajadah terus berdatangan. "Hasilnya belum seberapa memang. Modal awal saya waktu itu cuma Rp 3 juta," ungkapnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Angelique dan dua karyawannya menargetkan membuat delapan sajadah berbagai ukuran per hari. Produk ini untuk memenuhi pesanan ke sejumlah agen. Ia misalnya memasok empat lusin ke Surabaya dan Semarang, serta masing-masing tiga lusin ke Bandung dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelique mengaku memproduksi tiga ukuran sajadah dengan harga jual mulai dari 100 ribu sampai Rp 200 ribu. "Marjin pendapatan minimal 50% dari biaya produksi. Kalau kurang dari itu, saya ,mendingan tutup,"candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelique mengaku tak terlalu bernafsu membesarkan usahanya. "Saya masih mau mengawasi kedua anak perempuan saya yang masih kecil. Nanti kalau usaha ini besar, saya malah tidak ada waktu lagi buat mereka," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memenuhi permintaan dalam negeri, Angelique pun sudah mulai mendapat pesanan juga dari marika Serikat dan Filipina. Cuma, ia memutuskan menunda pengiriman lantaran terpentok biaya pengiriman. "Jumlah produksi barangku kan masih kecil. Sekali mengirim paling berat 50 kg," kata lulusan Universitas Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkendala bahan baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelique menjelaskan, salah satu kendala usaha ini soal harga bahan baku berupa kain. Susah mencari kain murah. Kain katun sebagai bahan dasar alas, harganya sudah naik. Penjualnya bilang, kainnya masih impor, jadi mahal. Saya ingung, buatan lokal pada ke mana ya?" sesalnya. Untuk gambar-gambar aplikasi, Angelique menggunakan kain perca yang dipasok penjahitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ingin membuka usaha serupa,Angelique menyarankan anda bermodal utama ketelatenan, kesabaran, dan jaringan yang luas. Kunci keberhasilan bisnis ini, menurutnya, tergantung aplikasi gambar pada sajadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, warnya harus ceria dan sangat kontras lantaran cukup disukai anak-anak. Motif hiasan aplikasinya mulai dari kelinci, ayam, capung, bunga, matahari, mobil, kapal, sampai pesawat. Berawal dari memiliki sajad ceria ini, Angelique berharap, anak-anak semakin rajin beribadah. (Sumber : KOntan Daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon : 021-7545804&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1713273001280412642?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1713273001280412642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1713273001280412642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1713273001280412642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1713273001280412642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/laba-terhampar-dari-sajadah-motif.html' title='Laba Terhampar dari Sajadah Motif Kartun'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5698676135323452674</id><published>2008-11-13T17:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T18:03:24.530-08:00</updated><title type='text'>Berbagi Keuntungan dari Bisnis Khitan</title><content type='html'>Khitan atau sunat bukan hanya kewajiban bagi para muslimin. Khitan terbukti sangat baik buat kesehatan. Wajar saja, kaum laki-laki dianjurkan melaksanakan khitan tanpa memandang agama dan suku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, jasa khitan menjadi peluang usaha cukup menjajikan. Hitung saja, berapa banyak lelaki menjelang aqil balik yang butuh jasa ini. Tak keran, dokter Mahdian Nur Nasution yang sudah tersohor sebagai dokter sunat, sampai menawarkan klinik Rumah Sunatan miliknya dalam bentuk business opportunity kepada masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, sejak tahun 2004, dokter jebolan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia ini menerima jasa khitan di rumahnya. Ternyata, banyak orang membawa anaknya menjalani khitan di rumah Mahdian. Telisik punya telisik, ia adalah salah satu dokter yang menggunaka metode sunat teranyar bernama smart klamp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini lebih praktis dan efisien ketimbang metode gunting konvensional atau sinar laser. Khitan konvensional biasanya memakan waktu setengah jam dan tidak boleh kena air selam dua minggu."Sedangkan, smart klamp ini cuma memakan waktu 10 menit dan paien sudah bisa beraktifitas seperti biasa,"ujar Fajar Harguna, Kepala Bagian Pengembangan bBisnis Rumah Sunatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat respon masyarakatitu, Mahdian akhirnya membangun Klinik bernama Rumah Sunatan pada tahun 2005 di Matraman, Jakarta Pusat. Usaha ini berkembang pesat hingga Mahdian mendirikan tiga cabang di Kayu Putih dan Pulogadung, Jakarta Timur, Cimanggis, Depok, serta Bintaro, Tanggerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses mengembangkan usaha sendiri, Mahdian tertarik memitrakan Rumah Sunatan dengan konsep business opportunity pertama di bidang sunat menyunat. Walhasil, empat klinik lain yang dikelola mitranya kini tersebar di luar Jawa, seperti di Bali, Surabaya, Semarang, hingga Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar bilang, untuk menjadi mitra Rumah sunatan, calon mitra harus menyediakan lokasi terlebih dahulu. Calon mitra juga harus mengisi klinik tersebut dengan prasarana, seperti mebel, perlengkapan kantor untuk klinik, dan fasilitas lainnya. Peralatan medis seperti peralatan klamp, laser, hingga alat bedah kecil dan tempat tidur dipasok Rumah Sunatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Rumah Sunatan akan memberikan seperangkat alat promosi dan software aplikasi klinik yang berlaku standar di seluruh Indonesia dan bersifat online. "Kami juga memberikan pelatihan penggunaan alat dan teknik menyunat. Jadi klinik sudah lengkap dengan ahli khitan,"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen saat musim liburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan Rumah Sunatan, dengan modal Rp 150 juta, calon mitra sudah bisa membangun klinik sendiri. Tapi karen sifatnya business opportunity, Rumah sunatan tidak menarik franchise fee. Kerjasama ini hanya menerapkan konsep bagi hasil atas keuntungan bersih setiap bulan. Bagi hasilnya berdasarkan kontribusi nominal investasi Rumah Sunatan dan mitra saat bersepakat membangun klinik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebelum mendirikan klinik, mitra dan Rumah Sunatan ,menentukan nilai investasi dan porsi masing-masing. Walhasil jika porsi investasi mitra 2/3 maka keuntungan bersihnya juga 2/3. "Keuntungan bersih yang dibagi sudah dipotong biaya pekerja, dokter, belanja obat, dan sebagainya,"kata Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan tarif khitan antara Rp 600.000 sampai Rp 1 juta setidaknya dalam waktu satu tahun, modal si mitra sudah bisa kembali. Tapi, jangan salah, bisnis sunat ini juga tergnatiung momentum. "Misalnya, banyak orang tua yang mengkhitan anaknya saat liburan panjang sekolah,"ujarnya. (sumebr : Kontan Daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon : (021) 85913421&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5698676135323452674?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5698676135323452674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5698676135323452674' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5698676135323452674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5698676135323452674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/berbagi-keuntungan-dari-bisnis-khitan.html' title='Berbagi Keuntungan dari Bisnis Khitan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7253419143017810174</id><published>2008-11-13T16:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T18:23:40.299-08:00</updated><title type='text'>Laba Mengalir dari Kursus Komputer</title><content type='html'>Dewasa ini, keterampilan mengoperasikan komputer sudah menjadi syarat mutlak melamar pekerjaan. Tingkatannya tak harus sampai leve mahir dan canggih. Tapi, modal kemampuan di bidang ini, biasanya menjadi pertimbangan penting penerima kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja ketrampilan komputer ini dipelajari secara otodidak. Tapi, jika punya bekal pengetahuan formal, tentu saja jauh lebih baik. Tak heran, cukup banyak lembaga pendidikan yang menawarkan jasa mengasah ketrampilan ilmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lembaga pendidikan yang menyediakan pendidikan komputer adalah Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) Internusa di Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak enam tahun lalu, Internusa membuka bisnis pendidikan komputer bagi siswa sekolah dan masyarakat umum. Internusa menyediakan sepuluh produk utama yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. seperti, office application, technical, disain grafis, accounting, disain web, computer kids, linux, programming, special program, dan workshop. "Dari setiap produk ini ada sekitar empat hingga lima program didalamnya," ujar Yuswandhi, Business Development Manager LPK Internusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya kursus tergantung paket dan materi diambil. Biaya kursus bagi anak-anak kisaran Rp 250.000 hingga Rp 800.000 per tingkat. Biaya kursus untuk umum sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1,8 juta per paket program selama 30 jam pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Rawamangun, saat ini, Internusa sudah memiliki satu cabang lain di Pisangan, Jakarta Timur. Salah satu strategi mempercepat pengembangan cabang adalah menawarkan lisensi sebagai mitra kepada publik sejak tahun 2004 lalu. "Kini mitra kami ada di tiga lokasi yaitu Fatmawati, Kalimalang, dan Ciputat," kata Yuswandhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internusa menawarkan konsep lisensi merek kepada calon mitra. Biaya lisensi sebesar Rp 50 juta berlaku selama lima tahun ke depan. Calon mitra akan mendapatkan fasilitas seperti kurikulum standar, dukungan konsultasi lay out dan disain ruangan, kebutuhan modul, pelatihan hingga enam pegawai, update kurikulum, serta program promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya tersebut di luar investasi pengadaan komputer, saran belajar, dan fasilitas pendukung lainnya seperti AC, telepon, dan listrik. "Kalau dihitung-hitung dana investasi keseluruhan yang harus mitra siapkan sebesar Rp 100 juta hingga Rp 170 juta," ujar Yuswandhi blak-blakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik modal dua tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internusa mengenakan biaya royalti sebesar Rp 10 % dari omzet per bulan setelah empat bulan pertama. Setelah lima tahun, kinerja mitra akan dievaluasi. Kalau pengembalian royalty fee selama lima tahun cukup bagus, saat memperpanjang kerjasama, mitra tidak akandikenai lisensi lagi. "Kami melihat setiap mitra berbeda. Kalau performa belum cukup baik, mitra akan dibebani biaya sebesar 50% dari biaya lisensi yang berlaku saat itu," jelas Yuswandhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internusa menetapkan lokasi usaha minimal seluas 150 m2 dengan luas kelas sekitar 16m2. Lokasi kursus disarankan dekat sentra bisnis, perumahan, institusi pemerintahan, dan pendidikan. Itulah titik-titik lokasi strategis bagi kursus komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianto adlaah salah satu mitra Internusa di daerah Ciputat sudah sejak tahun lalu bergabung dengan LPK Internusa."Waktu itu, saya menyediakan total investasi sebesar Rp 150 juta sekaligus penyediaan komputer dan sarana penyediaan komputer dan sarana belajar lainnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianto mengaku dalam sebulan bisa mendapatkan omzet sebesar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Pengeluaran per bulan sekitar Rp 8 juta hingga 10 juta per bulan. "Dengan omzet sebesar itu, saya akan balik modal pada tahu kedua,' ujarnya. (sumber : kontan daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon : (021)47882155&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7253419143017810174?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7253419143017810174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7253419143017810174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7253419143017810174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7253419143017810174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/laba-mengalir-dari-kursus-komputer.html' title='Laba Mengalir dari Kursus Komputer'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5336815154546667218</id><published>2008-11-11T21:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T17:32:03.754-08:00</updated><title type='text'>Mencetak laba dari Usaha Sablon Instan</title><content type='html'>Bisnis percetakan dan sablon bukan hal baru. Namun, jika mampu menciptakan inovasi dan modifikasi yang membuat usaha sablon ini berbeda dibandingkan yang lain, itu baru luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kendalabisnis ini cukup banyak. Pesaingnya bejibun dan ongkos produksi, khususnya konsumsi listrik cukup besar. Namun, dengan modifikasi mesin sablon serta mesin cetak yang lebih irit tinta, EcoPrintLution mampu menawarkan hal-hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, perusahaan milik PT Elang Perkasa Langgeng ini bergerak di usaha isi ulang tinta laser jet dengan menyasar segmen perkantoran sejak 1997. Setelah berkembang, EcoPrintLution melebarkan sayapnya dengan menawarkan jasa percetakan dan sablon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini , EcoPrintLution sudah memiliki enam cabang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Malang, Bali, dan Surabaya. Bahkan para pelangganya menawarkan diri menjadi mitra EcoPrintLution. "Sejak 2004 kami mulai menawarkan paket dasar investasi bagi masyarakat," kata Victor Emmanuel, Manajer Cabang PT Elang Perkasa Langgen di Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor menambahkan, Elang Perkasa juga memberikan kemudahan kepada calon mitra dengan penjelasan lengkap termasuk modal investasi tiap paket yang ditawarkan. Selain itu, sebelum mitra membeli paket, EcoPrintLution akan demo operasional mesin dan semua peralatan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebutuhan utama mitra adalah mesin cetak, EcoPrintLution memberikan perangkat printer dengan modifikasi sehingga lebih irit tinta. Tidak kalah penting adalah garansi mesin tertentu selama satu tahun se[erti pemanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket dasar investasi yang ditawarkan EcoPrintLution ada tujuh. Pertama, investasi Rp 1,2 juta untuk bisnis sablon tanda pengenal instan dengn fasilitas mesinlaminating, alat pemotong, alat pelubang kartu, bahan baku kertas, dan pelatihan tiga pegawai. Kedua,paket senilai Rp 2,18 juta yang sama dengan paket pertama tapi mendapatkan tambahan fasilitas printer irit tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib beli bahan baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan paket ketiga, inkjet sablon printing Rp 3,24 juta, menawarkan fasilitas mesinpress piring, sublimation transfer paper untuk bahan sablon, printer, dan pelatihan. "Biaya itu diluar bahan baku piring, ujar victor. Paket keempat atau inkjet sablon mug senilai Rp 2,84 juta, mitra mendapatkan fasilitas serupa paket keempat dengan mesin press mug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, paket inkjet sablon t-shirt senilai Rp3,94 juta memiliki fasilitas yang sama, tapi ditambah mesin press untuk t-shirt. Sedangkan paket keenam yaitu inkjet sablon 3 in 1 senilai Rp 5,44 juta memberikan fasilitas sama dengan tambahan mesin mesin press 3 in 1 untuk kaos, mug dan piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket terkahir atau ketujuh print and wonder cut adalah paket termahal mencapai Rp6,44 juta. Paket yang paling populer saat ini mengakomodasi segala kebutuhan sablon instan, seperti menyablon kaos, topi, gelas dan piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya, dalam kerjasama business opprtunity (BO) ini, EcoPrintLution tidak menetapkan royakty fee. Hanya saja, mitra harus membeli bahan baku EcoPrintLution seperti mug, piring, dan tinta cetaak dari kantor pusat. "Bahan baku yang tidak ada seperti topi dan t-shirt bisa dibeli di luar," ujar Victor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal omzet, sangat beragam, tergantung strategi pemasaran mitra. "Ada mitra yang mendapat pesanan puluhan ribu tiket masuk stadion Gelora Bung Karno untuk penonton sepakbola,"kata Victor. Ada juga mitra yang balik modal dalam dua bulan lantaran mengerjakan proyek besar. (sumber : kontan daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telpon : (021)91275978 / 08883564944&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5336815154546667218?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5336815154546667218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5336815154546667218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5336815154546667218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5336815154546667218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/mencetak-laba-dari-usaha-sablon-instan.html' title='Mencetak laba dari Usaha Sablon Instan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-4683025119221299175</id><published>2008-11-10T17:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T17:58:28.293-08:00</updated><title type='text'>Steve Jobs (CEO Apple &amp; Pixar Animation)</title><content type='html'>"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life.&lt;br /&gt;Don't be trapped by dogma - which is living with the results of other people's thinking.&lt;br /&gt;Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice.&lt;br /&gt;And most important, have the courage to follow your heart and intuition.&lt;br /&gt;They somehow already know what you truly want to become.&lt;br /&gt;Everything else is secondary."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-4683025119221299175?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/4683025119221299175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=4683025119221299175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4683025119221299175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4683025119221299175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/steve-jobs-ceo-apple-pixar-animation.html' title='Steve Jobs (CEO Apple &amp; Pixar Animation)'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5208256965261186771</id><published>2008-11-10T16:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T16:36:55.771-08:00</updated><title type='text'>Mie Kondang, Dari Rakyat Hingga Pejabat</title><content type='html'>Mengawali dari penjual mie gerobak, Sakidjan berhasil mengembangkannya menjadi 10 outlet. Sejumlah pejabat tercatat menjadi pelanggannya, salah satunya KASAD Djoko Santoso. &lt;br /&gt;Satu lagi bukti bahwa untuk sukses seseorang hanya perlu satu modal: tekad. Itulah yang ditunjukkan Sakidjan, pengusaha mie ayam asal Jatiroto, Wonogiri. Dengan usaha tersebut Sakidjan berhasil meraup omset sekitar Rp 300 juta per bulan. Dan mie hasil olahannya disantap tidak saja oleh rakyat namun juga jadi langganan sejumlah pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, awalnya Sakidjan tidak memiliki ketrampilan mengolah mie ayam. Ketika hijrah ke Jakarta pada 1973 lalu, Sakidjan bekerja sebagai kuli bangunan. Atas anjuran pamannya ia berguru ke seorang penjual mie ayam yang berasal dari Baturetno, sebuah kecamatan yang terletak di Tenggara Wonogiri. “Sampai satu bulan saya masih belum mahir mengolah mie ayam,” kenangnya. &lt;br /&gt;Meski belum mahir mengolah mie, dia direkrut seorang pengusaha mie sebagai karyawan untuk berjualan mie dengan gaji Rp 300 per hari. Selama 1,5 tahun ia bekerja dan mengumpulkan gajinya. “Selama kurun waktu itu saya tidak pernah pulang kampung. Bukannya tidak punya keinginan pulang kampung tetapi tidak mempunyai uang,” ujar Sakidjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat Sakidjan, daripada uang digunakan mudik lebih baik ditabung untuk dijadikan modal kelak jika ada kesempatan berjualan mie sendiri. Kebetulan ada seorang temannya yang menjual pangkalan (lapak kaki lima) di Jembatan Lima. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. “Saya beli pangkalan itu Rp 40 ribu,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah Sakidjan berjualan mie sendiri dengan menyewa gerobak dari seseorang. Aturan main yang berlaku saat itu adalah penyewa gerobak harus mengambil mie kepada pemilik gerobak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Sakidjan bisa mengembangkan usahanya dan menyewa empat gerobak dan ditempatkan di empat pangkalan di Kawasan Kota. Ini berlangsung sampai tahun 1979. Pada tahun 1980 penjualan mienya di Kota menurun sehingga Sakidjan mulai berputar-putar untuk mencari tempat yang lebih strategis. Ia kemudian menemukan tempat berjualan yang dipandangnya strategis yakni di Pintu I Senayan. “Saya tetap menyewa gerobak dan berbelanja dari orang yang sama,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu satu tahun Sakidjan berhasil memiliki lima pangkalan di sekitar Senayan. Usahanya mulai memperlihatkan perkembangan. Dengan lima armada gerobak Sakidjan berhasil menjual mie 30 – 40 kg per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu, tercetus dalam pikirannya untuk memproduksi mie sendiri sehingga bisa mendongkrak keuntungan. Di saat anak buahnya berangkat berjualan, Sakidjan mencoba-coba untuk memproduksi mie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Sakidjan, para produsen mie saat itu pelit untuk berbagi resep pembuatan mie sehingga ia harus berjuang sendiri untuk mencari formulanya. “Saya nekad untuk membeli mesin pembuatan mie seharga Rp 150 ribu,” tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski memiliki mesin tidak serta merta Sakidjan bisa memproduksi mie, karena ia memang belum tahu resepnya. “Hampir enam bulan saya mengalami kegagalan untuk memproduksi mie sendiri,” ungkapnya. Selama enam bulan itu juga Sakidjan harus rela membuang mienya yang tidak jadi. Tapi hal ini tidak menyurutkan tekadnya untuk bisa memproduksi mie sendiri. Dengan melakukan trial and error akhirnya Sakidjan berhasil memproduksi mie sendiri. Namun hasil produksinya juga tidak bisa bertahan lama, paling 10 jam. Namun Sakidjan tidak memusingkan hal ini. “Saya memproduksi mie untuk keperluan jualan hari itu juga. Saya tidak tahu menggunakan bahan pengawet dan sampai kini tidak pernah menggunakan bahan pengawet,” ujarnya. Justru hal ini kelak di kemudian hari sangat menguntungkan Sakidjan karena ia tidak risau ketika kasus makanan berformalin (di antaranya mie) merebak ke permukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat usahanya mulai berkembang, Sakidjan menjual sepeda motornya Honda GL-100 guna membuat gerobak sendiri. Dengan uang hasil penjualan sepeda motor saya bisa membuat lima gerobak. Tidak sebagaimana aturan sebelumnya, Sakidjan tidak menyewakan gerobak, tetapi orang yang berdagang dengan gerobaknya harus mengambil mie dari Sakidjan. Resep ini ternyata cukup jitu, karena pertumbuhan armada gerobaknya terus merangkak. Saat ini tercatat ia memiliki 80 gerobak. “Meski hanya mengambil keuntungan dari penjualan mie, tetapi hasilnya lumayan,” imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, setelah bermitra dengan Bogasari dengan masuk sebagai anggota Paguyuban Tunggal Rasa, Sakidjan kemudian membuka outlet, pada tahun 1997. Tetapi brand mie ayam yang diusung saat itu masih memakai nama Mie Tunggal Rasa, bukan Mie Kondang. Sejak saat itu gerainya bertambah dan kini sudah mencapai 10 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipercaya menjadi salah satu menu dalam acara Open House yang diselenggarakan selama satu bulan penuh oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Sakidjan mengubah brandnya menjadi Mie Kondang. “Untuk mengubah nama tersebut saya sudah mengkonsultasikan lebih dulu kepada para penasehat Paguyuban Tunggal Rasa, di antaranya Pak Franky (Welirang) dan Pak Suyono (mantan Kasum ABRI),” ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan Open House tak kurang 15 ribu mangkok disuguhkan untuk rakyat maupun pejabat yang hadir dalam acara tersebut. “Sebelum disajikan mie kami sudah dites terlebih dahulu. Karena sedari awal saya tidak pernah menggunakan pengawet, mie saya lolos tes,” ujarnya.&lt;br /&gt;Selain dijadikan menu dalam acara tersebut, Mie Kondang juga dijadikan menu sejumlah acara yang digelar oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Djoko Santoso maupun isterinya. Belum lama ini Mie Kondang juga ikut berpartisipasi dalam kampanye mie yang diprakarsai Menteri Perindustrian, Fahmi Idris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenarnya Mie Kondang, Sakidjan bisa membukukan penjualan Rp 10-12 juta per hari. Sementara dari pesanan untuk berbagai acara Sakidjan bisa memperoleh tambahan pendapatan antara Rp 15-20 juta per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu formalin memang agak menyurutkan penjualan Mie Kondang. Tetapi penjualan di outletnya tidak menurun drastis. Hanya armada gerobaknya yang agak terpukul. “Kami telah melampirkan surat dari Depkes yang menyatakan mie kami bebas dari pengawet, termasuk formalin, pada setiap armada gerobak dan outlet. Semoga hal ini bisa mengatasi persoalan tersebut,” kata Sakidjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakidjan menambahkan, dirinya membuka peluang bagi pihak lain untuk bekerja sama. Artinya, jika ada pihak yang ingin membuka gerai Mie Kondang cukup merogoh Rp 70 juta. Biaya itu sudah termasuk furniture dan setting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bagi pihak yang tidak memiliki modal samasekali tetapi ingin berjualan mie, Sakidjan mempersilakan orang tersebut untuk berguru kepadanya. “Gratis, tidak dipungut biaya. Ini sebagai ladang amal ibadah saya,” pungkas Sakidjan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5208256965261186771?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5208256965261186771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5208256965261186771' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5208256965261186771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5208256965261186771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/mie-kondang-dari-rakyat-hingga-pejabat.html' title='Mie Kondang, Dari Rakyat Hingga Pejabat'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2039047286211959122</id><published>2008-11-09T19:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:31:49.423-08:00</updated><title type='text'>Menjajaki tawaran usaha makanan dari Bogasari</title><content type='html'>Ada tawaran paket usaha makanan berbasis tepung instan dari Bogasari. Modalnya mulai Rp 8,8 juta hingga Rp 50 juta. Kurang dari setahun modal Anda bisa balik; asal lokasinya tepat dan Anda kreatif mengembangkan menu masakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang ragu memulai bisnis sendiri. Kalaupun ada modal, orang belum tentu tahu harus terjun ke bisnis apa. Bila Anda mengalami masalah seperti ini, jangan berlama-lama larut dalam kebingungan. Tawaran paket bisnis makanan dari Bogasari bisa jadi alternatif. "Kami menawarkan berbagai paket usaha yang bisa dengan mudah dijalankan siapa pun," kata Henny Koesoemaharjati, Manajer Food Technology Research Center Bogasari Flour Mills. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran usaha dari pabrik tepung terigu terbesar di dunia ini bukan waralaba. Jadi, mitra (pembeli paket usaha) tak perlu membayar franchise fee dan royalti. Si mitra cukup membeli paket usaha membuat dan menjual suatu jenis makanan yang bahan bakunya berupa tepung buatan Bogasari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, si mitra akan memperoleh peralatan mengolah dan memasak makanan, serta kemudahan memperoleh bahan baku dari Bogasari. "Harga tepung untuk mitra lebih murah dari harga pasar," beber Henny. Ambil contoh, tepung pembuat crepes di pasaran harganya Rp 15.000 sekilo, sedangkan para mitra cukup membeli dengan harga Rp 11.000 sekilo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogasari juga akan memberikan resep-resep pada para mitra sekaligus memberi pelatihan memasak dan menggunakan alat-alat. Pelatihannya hanya 1-2 hari. Henny berkata, waktu segitu cukup karena proses pengolahan makanannya memang sederhana. Bahan baku utamanya berupa tepung campur (premix) siap pakai. Penjual tinggal mencampurkan tepung instan itu dengan bahan tambahan seperti air atau mentega sehingga menjadi adonan siap masak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih-pilih paket usahanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Bogasari menawarkan empat paket usaha. Satu paket sudah ditawarkan setahun silam. Tiga paket lagi baru diluncurkan awal Oktober lalu. Untuk paket baru ini, Bogasari sudah menjaring 57 mitra baru dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, Riau, Makasar, dan daerah lain. Berikut keempat pakat tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Paket Usaha Crepes dan Coins&lt;br /&gt;Paket yang ditawarkan sejak setahun silam ini sudah menjaring 12 mitra. Untuk paket komplet seharga Rp 38 juta, si mitra akan memperoleh 2 unit mesin crepes listrik (alat berbentuk lempengan logam bundar yang panas untuk membuat crepes), 1 chiller (meja stainless yang dilengkapi pendingin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain biaya paket, untuk memulai bisnis jualan kue crepes dan coins ini Anda juga harus menyediakan berbagai biaya lain (lihat tabel 1). Menurut Henny, usaha ini sebaiknya Anda buka di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Paket Usaha Noodle (Mi) &lt;br /&gt;Paket usaha yang bisa dibuka di samping rumah atau pusat keramaian ini harganya Rp 27,5 juta. Isi paket ini terdiri dari: 1 unit meja bain marie (meja stainless yang dilengkapi alat pemanas untuk menyimpan kuah mi), 1 penggorengan, 2 kompor gas berikut tabung dan selang, dan training selama sehari (lihat tabel 2). Menu andalan Bogasari untuk usaha mi ini adalah mi bumbu lada hitam dan mi seafood. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Paket Usaha Martabuck &lt;br /&gt;Usaha kelas gerobakan ini paketnya seharga Rp 8,5 juta. Paket ini berisi: 1 unit gerobak desain kanopi, 1 kompor gas burner, 1 cetakan martabak, dan pelatihan selama sehari (lihat tabel 3). Pilihan martabaknya saat ini ada tiga, yakni martabak manis, isi tuna, dan isi stroberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Paket Usaha Crispy Burger &lt;br /&gt;Harga paketnya Rp 45 juta. Isinya: mesin pembuat crispy burger, chiller, dan training 1 hari (lihat tabel 4). Melihat wujud crispy burger yang berupa lapisan-lapisan tipis nan renyah dengan aneka isi, terkesan pembuatannya rumit. Jangan keder dulu. "Kami menyediakan lembaran-lembaran adonannya, kok," kata Henny. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kreatif mengembangkan resep sendiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana pun dari keempat paket itu yang Anda pilih, kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan lokasi yang strategis. Selain itu, kendati semua masakan berbasis tepung instan, untuk menggaet banyak pembeli Anda harus kreatif membuat isi dan bumbu. Bila hanya mengandalkan menu awal dari Bogasari, lama-kelamaan pembeli tentu bosan dan penjualan Anda akan menurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dialami Letisia, mitra Bogasari di Lampung yang membeli paket usaha crepes coins. "Awalnya saya bisa mencapai target penjualan, tapi belakangan penjualan menurun, karena produk crepes tak berkembang," keluhnya. Dia juga mengeluhkan sistem paket usaha ini membuat si mitra seolah tak punya ikatan dengan Bogasari. "Mereka seakan enggak mau pusing lagi dengan perkembangan kami," keluh Letisia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi persoalan macam ini, Henny mengatakan, Bogasari berkomitmen terus mengembangkan produk-produk baru. "Paling tidak, dua kali setahun kami akan meluncurkan produk baru, dan kami akan membagikannya secara gratis bagi seluruh mitra," tandasnya. Untuk crepes coins, misalnya, Bogasari baru meluncurkan dua resep baru, yakni tiramisu dan black forest. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henny mengakui, karena para mitra Bogasari tersebar di berbagai daerah yang selera pasarnya berbeda-beda, urusan membuat produk baru ini memang tak bisa memuaskan semua mitra secara bersamaan. Crepes tiramisu dan black forrest misalnya, digemari orang di kota besar seperti Jakarta, tapi tidak di Lampung. Karena itu, bila benar-benar hendak sukses, Anda tak boleh terlalu bergantung pada pihak lain. Berusahalah sendiri mengembangkan menu dan produk baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2039047286211959122?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2039047286211959122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2039047286211959122' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2039047286211959122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2039047286211959122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/menjajaki-tawaran-usaha-makanan-dari.html' title='Menjajaki tawaran usaha makanan dari Bogasari'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-901121853960731482</id><published>2008-11-07T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T03:41:31.534-08:00</updated><title type='text'>Bagaimana membuka kedai di Mall</title><content type='html'>Membuka gerai di foodcourt berpeluang menguntungkan. Kalau tak mempunyai modal ratusan juta untuk menyewa ruang, Anda bisa membuka gerai dengan sistem bagi hasil. Tak sampai setahun modal Anda bisa kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mal atau pusat perbelanjaan kini lebih terkenal sebagai tempat rekreasi ketimbang tempat belanja. Hampir seluruh anggota keluarga, mulai si kecil sampai neneknya, ketagihan jalan-jalan ke mal. Tak perlu takut dompet terkuras buat belanja. Orang sudah cukup puas memandangi pelbagai barang-barang keluaran terbaru yang terpajang elok di etalase toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, kalau sudah capek memandang-mandang etalase, kita akan mengaso dan bersantap di berbagai gerai makanan yang ada di mal tersebut. Tempat makan-baik gerai yang berdiri sendiri maupun gerai di kawasan jajan alias foodcourt-juga menjadi tempat nongkrong mereka yang datang ke mal untuk menonton film atau janjian dengan pacar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membuat bisnis foodcourt terus berkibar dan layak menjadi alternatif bagi Anda yang tengah mencari ladang usaha yang prospektif. Modalnya tak mengikat, belasan juta juga bisa. Keuntungannya lumayan besar, dan bisa balik modal dalam waktu setengah tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sewa bagi yang modalnya tebal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua skema gerai di foodcourt yang bisa Anda pilih. Pertama, sistem sewa ruang. Untuk skema ini, Anda tinggal menanyakan ke pengelola mal apakah ada ruang di foodcourt yang kosong. Kalau ada dan harganya cocok, Anda bisa langsung bersiap membuka gerai. "Untuk mal baru prosesnya paling hanya 1-2 bulan, tapi kalau mal lama bisa 1-2 tahun," ujar Yerati Niolawati, pengelola gerai Crystal Bar di Mal Kelapa Gading. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laiknya penyewa lain di mal, penyewa ruang foodcourt juga harus membayar sewa ruang plus biaya pemeliharaan (maintenance fee). Rosaline Stella Lie, Senior Associates Director Procon Indah-perusahaan yang memasarkan berbagai ruang perbelanjaan-mengatakan bahwa tarif sewa foodcourt kelas satu di Jakarta rata-rata US$ 75-US$ 100/m2 per bulan. Ini belum termasuk maintenance fee yang berkisar US$ 15 sampai US$ 25/m2 per bulan. Oh, ya, kurs di bisnis ruang mal saat ini adalah Rp 6.000/US$. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sewa foodcourt ini lebih mahal dari sewa ruang bila membuka gerai makanan khusus di luar foodcourt, yang sewanya rata-rata hanya sekitar US$ 50-US$ 75/m2 per bulan. Namun, sebenarnya, modal awal membuka gerai makanan di luar foodcourt jauh lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuka gerai sendiri, selain harus membayar sewa beberapa waktu ke depan, Anda juga harus mengeluarkan duit untuk membeli meja, kursi, AC, alat-alat memasak, dan perlengkapan makan. Di foodcourt, penyewa tak perlu berinvestasi meja, kursi, dan pendingin ruang. Semuanya sudah disediakan pengelola gedung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak sewa ruang umumnya jangka panjang, rata-rata 3-5 tahun. Dan, sewanya harus dibayar di muka. Karena itu, gerai sewa hanya cocok untuk mereka yang memiliki modal besar dan nama kedainya sudah cukup terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi hasil bagi yang modalnya pas-pasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau modal awal Anda terbilang cekak, ada pilihan kedua, yakni sistem bagi hasil. "Saya memilih sistem bagi hasil karena tak sanggup membayar uang sewa," beber Juju Juriah, pemilik Kedai SK yang berjualan makanan Sunda di foodcourt Mal Ciputra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal awal untuk membuka gerai dengan skema bagi hasil cukup beberapa belas juta rupiah saja (lihat boks simulasi). Selain tak perlu berinvestasi untuk meja, kursi, pendingin ruang, pemilik gerai tak perlu membayar sewa ruang. Sebagai imbalan atas berbagai fasilitas yang dinikmatinya, pemilik gerai harus merelakan sebagian pendapatannya dibagi untuk pengelola foodcourt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai kelebihan itu, tak heran peminat foodcourt bagi hasil begitu membeludak. "Dari 40 gerai di foodcourt kami, 80%-nya adalah sistem bagi hasil," ujar Inge Sidharta, Foodcourt Manager Pasar Senggol, Mal Ciputra. Saking banyaknya peminat, daftar tunggu (waiting list) gerai bagi hasil di berbagai mal terkenal itu begitu panjang. "Tadinya saya mau membuka gerai di sebuah mal terkenal, tapi waiting list-nya lebih dari 250. Jadi, saya menyewa saja di tempat yang baru buka," aku Nurat, pemilik gerai di foodcourt ITC Kuningan dan ITC Permata Hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sistem bagi hasil ini juga menuai kritik. Umumnya pemilik gerai tak puas pada sistem bagi hasil yang ditetapkan pengelola mal. Ambil contoh, pengelola foodcourt Mal Ciputra menarik bagi hasil sebesar 30% dari omzet gerai yang ditargetkan minimal Rp 20 juta sebulan. Jatuhnya Rp 6 juta. Artinya, bila omzet gerai naik, katakanlah menjadi Rp 30 juta, pemilik gedung akan menikmati bagi hasil Rp 9 juta, "Tapi, kalau omzet saya turun menjadi Rp 15 juta, saya tetap harus menyetor bagi hasil Rp 6 juta," keluh seorang pengusaha yang sudah empat tahun membuka gerai di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengusaha juga mengeluhkan sistem di beberapa mal yang mengharuskan pemilik gerai menyewa peralatan makan dari pemilik foodcourt. Kalau dihitung-hitung, biaya sewa untuk beberapa bulan saja cukup untuk membeli semua perabotan makan yang bisa dipakai bertahun-tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa siapkan menu andalan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sistem apa pun yang Anda pilih, sewa atau bagi hasil, untuk membuka gerai di foodcourt Anda harus bersiap menghadapi seleksi yang amat ketat. Seleksi pertama, makanan Anda harus lezat dan tak boleh sama dengan gerai lain. Kalau kebetulan ada beberapa calon dengan menu sama, "Kami akan memilih yang masakannya paling sedap," terang Inge. Jumlah dan jenis makanan yang bisa dijual sebuah gerai di foodcourt juga amat terbatas. Paling hanya 5-6 jenis masakan, itu pun harus dari rumpun yang sama. Misalnya, semua masakan harus khas sunda, tak boleh ada menu masakan China-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik gerai juga harus benar-benar disiplin. Mereka harus membuka dan menutup gerai sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pengelola foodcourt. Persediaan makanan pun harus cukup. Bila melanggar, pemilik gerai bisa kena tegur bahkan kena denda. "Kami mendenda Rp 50.000 untuk setiap pelanggaran," ujar Inge. Bahkan, bila pelanggaran dianggap keterlaluan, si pemilik foodcourt bisa saja "mengusir" si pemilik gerai dari malnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini memang menggiurkan, tapi menjalankannya membutuhkan ketekunan, kesungguhan, dan disiplin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-901121853960731482?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/901121853960731482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=901121853960731482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/901121853960731482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/901121853960731482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/bagaimana-membuka-kedai-di-mall.html' title='Bagaimana membuka kedai di Mall'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2377053117005113951</id><published>2008-11-06T22:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:16:13.945-08:00</updated><title type='text'>Bisnis Ayam Bakar Jo Gelo</title><content type='html'>Rasa manis ayam bakar Jo Gelo memang membikin pengunjungnya kepincut. Sehari sedikitnya 300 ayam ludes terbeli. Tak membuka cabang karena khawatir turun kualitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedai yang menyajikan ayam, digoreng ataupun dibakar, susah dibilang sebagai tempat makan yang eksklusif. Di mana-mana ada. Tapi, kelebihannya, menu ayam ini memang sangat populer. Hampir semua daerah selalu mempunyai warung ataupun restoran ayam yang dibilang sebagai sajian khas daerah setempat. Itu pun tak cuma satu nama adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bertandang ke Kota Solo. Jangan cuma memanjakan perut dengan sego liwet, timlo, ataupun tengkleng. Kota Bengawan ini juga mempunyai sajian ayam yang mampu memancing jakun kita turun-naik. Salah satunya ayam bakar Jo Gelo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo Gelo, yang arti harfiahnya jangan kecewa, mungkin memang tidak mau membikin pelanggannya menyesal sehabis njajan di sini. Nyari kedainya gampang. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Purwosari. Tinggal menyusuri sebentar Jalan Slamet Riyadi, urat aortanya Kota Solo, sampailah kita di warung sederhana tapi lumayan luas bernama Jo Gelo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, justru dengan kesederhanaan penampilan inilah Jo Gelo sanggup menyenangkan para pelanggan yang sedikitnya menyantap 1.200 potong ayam bakar hingga tandas dalam sehari. Sepotongnya, ukuran seperempat ekor ayam-tinggal pilih paha atau dada-cuma Rp 7.500. Tambah nasi menjadi Rp 9.000, belum minumannya. Sudah jelas belasan juta rupiah omzet sehari yang masuk kas kedai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola Jo Gelo juga mengakui usahanya laris-manis. Hanya, mereka tidak mau bilang omzet sebenarnya. "Itu rahasia, nanti kita malah didatangi petugas pajak. Susah nantinya," keluh Zaenal, menantu Hj. Siti Yatmi, pendiri kedai Jo Gelo. Padahal, lanjut Zaenal, Jo Gelo sudah menyetor pajak cukup besar setiap tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedai ayam bakar yang mulai buka tahun 1984 ini memang dikelola sebagai bisnis keluarga. Pendirinya Siti Yatmi, yang berasal dari Ceper, Klaten, sekitar 20 km di barat Kota Solo. Semula mertua Zaenal ini membuka warung lesehan dengan menu ayam bakar. Lantas, sejak 1990 Bu Yatmi menambahinya dengan menu gudeg kendil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paduan ayam bakar dan gudeg ini rupanya cukup pas dengan selera penjajan. Bayangkan, di tengah suasana malam Solo yang syahdu, kita menyantap ayam bakar Jo Gelo, ditutup dengan minum teh manis panas. Muantep pol, mbakyu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun sudah cukup laris, pengelola Jo Gelo tentu ingin memperbesar usahanya. Maka, tahun 1993 mereka membeli satu warung yang letaknya selisih satu kios dari kedai semula. Penyajiannya yang semula lesehan diubah memakai kursi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, dasar sudah rezeki, ternyata Jo Gelo malah makin laris. Hingga dalam sehari mereka membakar sekitar 300 ekor ayam. Bahkan, di akhir pekan, mereka tambah sibuk membakar 500-600 ekor atawa setara 2.000-2.400 potong ayam. "Saat libur banyak pembeli dari luar Solo, terutama dari Yogya," jelas Zaenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia di balik manisnya Jo Gelo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Jo Gelo buka pukul 08.00 sampai pukul 20.00. Karena ini bisnis keluarga, hampir-hampir mereka tak mengenal hari libur. Bahkan, saat Lebaran pun mereka hanya libur pada hari raya pertama. "Itu enaknya kalau bisnis keluarga. Bisa gantian yang menjaga," ucap Zaenal, yang jelas ora gelo menjadi pengelola Jo Gelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, bumbu ayam bakar Jo Gelo ini berbeda dengan bumbu ayam bakar lain. Kebanyakan ayam bakar memakai bumbu rujak, bumbu merah yang sarat dengan cabai, atau bumbu kecap sehingga terasa manis. Nah, Jo Gelo mengaku mempunyai resep sendiri. Ayam bakarnya juga terasa manis, tapi bukan manis kecap. Bumbu utamanya adalah gula merah dan gula putih. Jadi, rasa manisnya sangat dominan, rasa favorit orang Solo atau Yogya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuatnya, gula merah dan gula pasir itu direbus dalam air sampai mendidih. Selanjutnya ayam dimasukkan, ditunggu sampai air itu hampir habis. "Tapi, jangan biarkan airnya habis, karena sisa air itu penting untuk bumbu bakarnya," jelas Zaenal, terus terang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membakarnya pun membutuhkan waktu singkat, rata-rata hanya tiga menit. Potongan ayam yang berenang dalam bumbu itu langsung dibakar dan segera disajikan. Agar lebih efisien, kipas konvensional sudah ditinggalkan, diganti dengan kipas angin yang tak pernah berhenti berputar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bahan baku ayam, saat masuk ke dapur sudah berupa ayam potong. Tapi, pengelola kedai mensyaratkan pasokan ayam potong dengan ukuran tertentu, umur tertentu, dan dengan berat yang sedang. Agar kualitas terjaga, Jo Gelo hanya mengandalkan satu pemasok langganan saja yang langsung mengambil dari peternak. "Kalau mengambil dari pasar, takut kualitasnya tak terjamin," ungkap Zaenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud sombong, Zaenal mengungkapkan bahwa ayam bakar resep mertuanya ini memang lezat. Gampang disesuaikan dengan lidah. Tak hanya orang Solo atau Yogya saja yang demen. Pengunjung dari lain kota pun bisa gampang terpikat. Apalagi ada keistimewaan lain: lalapnya yang disajikan segar dan sambalnya yang pedas-pedas enak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai kekhasan itu, Zaenal tak perlu khawatir dengan persaingan yang makin ketat. Bahkan, di sebelah Jo Gelo sekarang ini juga ada penjual ayam bakar kampung. "Kalau dilihat, sih, masih menang kita. Jelek-jelek begini Jo Gelo sudah punya nama. Jadi tetap jadi incaran pembeli," kata Zaenal, bangga. Ia lantas menyebut artis Ratna Listy dan Grup Naif pernah mampir di Jo Gelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kedainya terbilang sukses, Zaenal mengaku tak ingin membuka cabang di tempat lain di Solo ataupun di luar kota. Bagi Zaenal dan juga keluarga Hj. Siti Yatmi, meski warungnya kecil dan sederhana, itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi seluruh keluarga. Dengan tanpa cabang, kualitas bisa terjaga. Lagi pula, sekarang ini banyak cabang palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau memang suka, pembeli bisa menyantap ayam bakar di sini sekenyang-kenyangnya. Kalau mau bawa oleh-oleh, ya, tinggal minta dibungkus. Ujung-ujungnya, rezeki Jo Gelo ini memang semanis rasa ayamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan Lintas Kios&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang unik di kedai Jo Gelo. Bagaimana tidak. Kedai ini punya dua lokasi yang hanya dipisahkan oleh sebuah kios. Kios yang lama statusnya pun masih kontrak. Oleh si empunya lokasi, tempat itu tak boleh dibeli. Padahal, hoki Jo Gelo sulit dilepaskan dari situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jo Gelo makin besar dengan untung yang makin menggembung, lokasi baru jelas dibutuhkan. Padahal, membuka ca-bang jelas tak mungkin. Akhirnya, pilihan jatuh pada lokasi yang letaknya selisih satu kios itu. Dapur yang merupakan "otak" kedai adanya di lokasi kontrakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak urung, untuk mengantarkan ayam bakar yang dipesan pembeli dari kedai sebelah, pegawai Jo Gelo mesti lewat depan kios orang lain. Nah, kalau tamu pesan menu, pegawai kedai yang berjumlah sepuluh orang itu harus teriak-teriak lewat intercom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, itu semua bukan masalah. "Justru ini jadi ciri lain dari Jo Gelo," kelakar Zaenal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2377053117005113951?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2377053117005113951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2377053117005113951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2377053117005113951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2377053117005113951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/bisnis-ayam-goreng-jo-gelo.html' title='Bisnis Ayam Bakar Jo Gelo'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2199133335627048232</id><published>2008-11-04T06:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T07:08:08.620-08:00</updated><title type='text'>Menjahit laba dari jasa bordir di mal</title><content type='html'>Tampil unik dan beda dari yang lain tak perlu modal gede. Bisa saja, orang pesan barang yang hanya dibuat terbatas. Tapi, kalau mau lebih hemat, anda bisa saja menambahkan beberapa pernik unik pada barang anda yang tidak ada pada orang lain. Salah satunya dengan membordir nama, logo, atau tulisan khusus pada tas, topi, baju, celana dan apa pun yang bisa di garap mesin jahit atau bordir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, usaha jasa bordir cukup menguntungkan. Modalnya cuma mesin dan beberapa barang pajangan. Tapi jasa ini ternyata cukup diminati orang. Buktinya, bisnis kian tumbuh di pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengusaha yang jeli melihat peluang ini adalah Alvin Sarayar. Dua tahun silam, ia memulai usaha jasa bordir di Blok M Plaza. Waktu itu modal awalnya sekitar Rp 200 juta. "Waktu itu, saya melihat peluang menawarkan jasa bordir dengan hasil cukup bagus", ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan jasa bordir ini, Alvin membutuhkan mesin bordir, komputer, dan software disain gambar, mesin pemindai, dan bahan baku lainnya seperti benang dan kain keras. Produk yang bisa di bordir adalah kaos, kemeja, tas golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Alvin terus menjaga kualitas kerapian hasil bordirannya agar keluhan pelanggan minim."Saya menggunakan mesin bordir yang sudah terkomputerisasi," katanya. Ternyata, usahanya cukup berhasil. BAru dua tahun, ia sudah bisa membuka tiga cabang toko bordir di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin mengaku, selama ini banyak sekali mendapatkan pertanyaan dari pelanggan, bagaimana berkesempatan menjadi mitra bisnis bordir."Lantaran banyak yang menanyakan hal itu, sejak tiga bulan lalu, saya menawarkan peluang bisnis Bordir Mania kepada masyarakat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin memilih sistem peluang bisnis (business opportunity) dengan investasi awal sebesar Rp 325 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan perangkat, konsep, serta sistem bisnis yang bisa langsung dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang didapat mitra adalah satu mesin bordir buatan korea, sistem administrasi, software membuat disain, memasang interior toko, printer, scanner, stock bahan baku awal seperti kemeja dan topi, serta pelatihan bagi tiga karyawan selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitra membeli bahan baku, baik benang, topi, tas, harus dari Alvin. DAlam sebulan biasanya kebutuhan barang stok bisa dua hingga tiga kali pemesanan dengan biaya sekitar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyediaan kebutuhan bahan bordir seperti benang dan kain keras sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Selama ini, Alvin memproduksi sendiri beberapa bahan baku seperti kemeja, kaos dan topi. Produk jaket ia datangkan dari China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin menetapkan tarif bordir berkisar Rp 15.000 hingga Rp 60.000. Jika pelanggan ingin menggunakan jasa bordir sekaligus membeli produk yang disediakan, harganya berkisar Rp 35.000 hingga Rp 150.000. "Omzet perbulan bisa mencapai Rp 30 juta jika lokasi malnya ramai. Marjin usaha ini bisa mencapai sekitar 70 %," ujarAlvin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan omzet bulanan sebesar itu, Alvinoptimis mitra bisa balik modal sedikitnya dalam dua tahun. (sumber: Kontan daily)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telpon : (021) 7209056&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2199133335627048232?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2199133335627048232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2199133335627048232' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2199133335627048232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2199133335627048232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/menjahit-laba-dari-jasa-bordir-di-mal.html' title='Menjahit laba dari jasa bordir di mal'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2319041212491981238</id><published>2008-11-03T20:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T07:09:05.832-08:00</updated><title type='text'>Semerbak laba dari bisnis salon plus spa</title><content type='html'>Memanjakan diri di salon dan spa kini sudah menjadi kebutuhan perempuan. Setelah berkutat dengan rutinitas yang melelahkan, merawat tubuh di salon dan spa menjadi pilihan tepat ,melepaskan penat. Mulai dari pedicure, manicure, sampai berendam di Jacuzzi.&lt;br /&gt;Terang saja, bisnis salon plus spa mulai semakin marak menjawab permintaan pasar yang cukup tinggi tersebut. Begitu pula yang ada di benak Imansyah Sutrisno saat memutuskan membuka salon &amp;amp; spa bernama “SS” Wulandari di kota tempat tinggalnya, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno melihat, saat ini masyarakat perkotaan sudah begitu peduli pada penampilan dan kesehatan tubuh. Merawat tubuh setelah menjalankan aktifitas sehari-hari bukan kegiatan yang langka lagi.”Mereka tidak segan-segan mengghabiskan waktu seharian dan menyisihkan uang untuk pergi ke salon dan spa” ujar sutris, panggilan akrab sutrisno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan bekal pengalamannya selama tiga tahun di bisnis salon &amp;amp; spa ini, Sutris akhirnya memantapkan diri menawarkan kemitraan pada Juni 2008. Tiga bulan sejak menawarkan kemitraan, dua salon milik mitranya sudah akan beroperasi di dua lokasi di Jakarta. “Di dua cabang ini, kami menerapkan konsep baru, yaitu menyulap rumah tua menjadi tempat usaha.” Ungkap Sutris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Sutris menetapkan persyaratan mendirikan cabang “SS” Wulandari. Yaitu, luas tempat yang disiapkan mitra minimal 150 meter persegi, dengan kapasitas enam ruangan untuk aktifitas salon, lulur, dan spa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mitra harus membayar Rp 35 juta untuk lisensi merk selama lima tahun. Dengan membayar uang tersebut mitra akan menikmati fasilitas berupa prosedur standar operasiional, software standar keuangan, standarisasi disain interior, dan paket perawatan. “Tapi, itu belum termasuk biaya pelatihan, perlenkapan dan renovasi bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Racikan Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, soal lokasi, Sutris menyarankan agar calon mitra memiliki bagunan sendiri agar usaha lebih terjamin. Kalaupun harus menyewa minimal lima tahun. “Sebab, untuk renovasi bangunan butuh dana besar’” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tempat, mitra harus mempersiapkan bahan baku mulai dari aneka macam lulur sampai perlengkapan salon dan spa lain. Bahan baku dan item lain itu harus dibeli mitra dari kantor pusat anatara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta perbulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tariff jasa salon &amp;amp; spa mulai dari Rp 15.000 jasa potong rambut hingga paket pra nikah sekitar Rp 500.000, Sutris mengaku salonbisa dapat omzet sekitar 30 juta per bulan. Dari omzet itu, mitra membayar royalty fee sebesar 5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghitung pengeluaran bahan baku, sewa, gaji pegawai, dan kompponen biaya lain, pendapatan bersih satu gerai salon &amp;amp; spa “SS” Wulandari mencapai Rp 8,5 juta sebulan. Dengan keuntungan itu, Sutris yakin mitra bisa balik modal dalam 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutris tidak khawatir pada persaingan. Agar focus, ia hanya membatasi konsumen khusus wanita. Selain itu, ia memiliki metode dan ramuan salon &amp;amp; spa hasil racikan sendiri. “Kami hanya menyalurkan produk itu ke cabang dan mitra saja,” ujarnya. (sumber :kontan daily)&lt;br /&gt;Telpon  : (0274) 871025&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2319041212491981238?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2319041212491981238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2319041212491981238' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2319041212491981238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2319041212491981238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/11/semerbak-laba-dari-bisnis-salon-plus.html' title='Semerbak laba dari bisnis salon plus spa'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1464399888771083723</id><published>2008-10-30T06:29:00.000-07:00</published><updated>2008-11-04T07:09:54.630-08:00</updated><title type='text'>Berjualan singkong ala Tela Krezz</title><content type='html'>Dari kejelian seorang pemuda dari kota Yogyakarta yang jeli dalam memandang nilai jual pada ketela, maka hadirlah Tela Krezz. Produk makanan dari bahan baku ketela yang memiliki berbagai varian rasa. Tela Krezz merupakan usaha kecil menengah yang system penjualannya diwaralabakan. Usaha ini di mulai atas dasar kepercayaan kepada semua pihak yang bergabung baik menjadi agen maupun menjadi mitra Tela Krezz. Dengan demikian Tela Krezz telah berkembang dengan pesat di seluruh tanah air. Hingga awal tahun ini, Tela Krezz telah memiliki 45 keagenan dan 250 kemitraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agen adalah perwakilan Tela Krezz di suatu wilayah yang berlaku ekslusif yang memiliki syarat, hak dan kewajiban tertentu. Investasi untuk menjadi agen adalah Rp 12 juta untuk kota B, dan Rp 15 juta untuk kota A. Kota A dan kota B dibedakan berdasarkan kepadatan penduduk di suatu wilayah. Sedangkan yang dimaksud mitra adalah pemilik outlet yang melakukan penjualan Tela Krezz kepada konsumen. Mitra dibagi menjadi dua yaitu mitra standard an mitra esklusif. Biaya investasi untuk mitra standar Rp 3.5 – 4.5 juta dan biaya investasi untuk mitra esklusif adalah Rp 5 – 6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agen dan mitra Tela Krezz terdapat di Batam, Medan, Jambi, Pekanbaru, Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Depok, Ciledug, Banten, Purwakarta, dll. Visi Tela Krezz ingin membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya inilah yang mendorong kami untuk terus mencari para investor untuk bergabung bersama dalam usaha franchise ini. (sumber : majalah Franchise)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;CM : (0274) 7000211&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1464399888771083723?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1464399888771083723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1464399888771083723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1464399888771083723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1464399888771083723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/berjualan-singkong-ala-tela-krezz.html' title='Berjualan singkong ala Tela Krezz'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2963025950301653581</id><published>2008-10-29T04:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T04:46:05.109-07:00</updated><title type='text'>Dia yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua kelinci (by Mario Teguh)</title><content type='html'>Dia yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua kelinci&lt;br /&gt;Itu sebabnya dalam berkarir dalam bekerja&lt;br /&gt;Dalam mengejar suatu tujuan dalam hidup&lt;br /&gt;Selalu menempellah seperti perangko&lt;br /&gt;Mulai dikirimkan sampai di tempat tujuan&lt;br /&gt;Perangko itu tetap menempel&lt;br /&gt;Banyak pribadi menjadi perangko tanpa lem&lt;br /&gt;Sehingga saat dikirimkan sudah lepas dalam perjalanan&lt;br /&gt;Sudah meragukan tujuan tujuannya sendiri&lt;br /&gt;Meragukan cara caranya&lt;br /&gt;Dan yang paling parah meragukan haknya untuk berhasil&lt;br /&gt;Jadi fokuslah pada satu hal, ikuti dengan sungguh sungguh&lt;br /&gt;Menepellah seperti perangko kepada surat yang tetap menempel&lt;br /&gt;Dari perjalanan berangkat sampai di tempat tujuan&lt;br /&gt;Karena orang orang yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua duannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2963025950301653581?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2963025950301653581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2963025950301653581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2963025950301653581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2963025950301653581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/dia-yang-mengejar-dua-kelinci-akan.html' title='Dia yang mengejar dua kelinci akan kehilangan dua kelinci (by Mario Teguh)'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5620576764613231120</id><published>2008-10-27T22:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T22:07:30.782-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Bengkel Motor JMM</title><content type='html'>Hidayat punya seorang putra yang hobinya ngutak-atik motor. Anak remaja itu digandrungi kawan-kawanya karena is dianggap bertangan dingin memperbaiki motor mereka. Sampai-sampai rumah Haji Hidayat ramai oleh motor. Dan, tetangga pun protes. Karena sudah mulai berisik.Hidayat, 45, karyawan bagian promosi sebuah perusahaan percetakan terkemuka, lalu curhat kepada dua orang karibnya di tempat kerja. Namanya B. Agus Widyawan, 24, dan Yustinus Wahyu Raharjo, 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat soal si anak yang punya ketrampilan tapi mulai mengganggu kenyamanan tetangga. Eh, curhat itu temyata berbuah. Mereka lantas sepakat mencoba membuka usaha bengkel. Pilih-pilih nama, akhirnya nyangkut pada nama Jaya Mandiri Motor (JMM). "Begitu lah awal mulanya berdirinya bengkel ini," kata Wahyu, ketika bercerita kepada DUIT! di bengkel JMM di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.Maka sejak dua bulan lalu, 'tiga sekawan AWH' ini resmi telah mempunyai sebuah usaha. Dengan menyewa sebuah kios 4 x 5 meter di tepi jalan raya yang ramai, bengkel itu beroperasi sejak pagi hingga malam. Putra Hidayat yang kini sudah kuliah itu, sehari-hari ikut mengawasi manakala sang tiga sekawan bekerja. Sore hari, Hidayat mengawasi lebih intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wahyu, cukup lama juga mereka mempersiapkan pendirian bengkel Mulai dari mencari lokasi yang dianggap ramai, mencari pemasok, hingga mempersiapkan tata interior bengkel mereka. Sedangkan untuk investasi awal mereka menfaatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebuah bank swasta. Jumlahnva sebesar Rp15 juta atas nama Hidayat.Menurut Wahyu, mulanya dia  dan Agus hanya membantu saja usaha Hidayat, yang mereka sapa dengan panggilan Baang Dayat. Namun belalcangan mereka sepakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membagi rata distribusi permodalan, begim juga kepemilikan. Kontribusi itu dalam bentuk membayar cicilan pinjaman ke bank per bulannya yang sebesar Rp700 ribu. "Kita ini kan orang gajian mas. Jadi setiap bulan kitamenyetorkan bagian masing-masing untuk dihayarkan ke bank," kata Wahyu. Hidayat menambahkan mereka bertiga memang sepakat memulai usaha kecil-kecilan dulu.Pokolnya jalan, sambil jalan kita kembangkan, Ketiganya kemudian sepakat membagi peran dalam pengelolaannya. Hidayat lebih banyak bergelut di bidang operasional sena pengawasan operasi sehari-hari. Agus banyak menauh perhanan kepada pemasaran. Sedangkan Wahyu memusarkan pemikiran pada perihal keuangan dan administrasinya.Ketika mereka sudah sepakat berusaha dan mendapatkan persetujuan pinjaman dari bank, langkah pertama yang mereka lakukan adalah pemilihan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah survei kesana kemari, Hidayat yang setiap hari melintasi di jalan Kahfi. kawasan Jagakarsa itu. merasa bahwa itu adalah lokasi yang pas. Jalan ini selalu ramai. Memang bengkel sepeda motor cukup banyak juga di seputar jalan itu. Namun di lokasi yang mereka dapatkan hanya ada satu bengkel.Mereka kemudian melakukan negosiasi ,dengan pemilik kios. Akhirnya didapatkan kesepakatan kontrak per tahun dengan bayaran per bulan yakni sebesar Rp800ribu, Listrik ditanggung bersama sama dengan pemilik kios yang rumahnya di belakang kios, mereka membayar Rp100ribu perbulan, setelah semua siap bengkel kemudian resmi dibuka dan persiapan interior kios dan belanja perlengkapan barang barang mereka lakukan dalam tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar sparepart dan peralatan mereka bell dari agen di Pasar Kenari. Dua orang pekerja mereka rekruit, sedangkan putra Pak Hidayat yang masih kuliah, torus membantu bila sudah pulang dari kuliahnya.Menurut Wahyu, upah karyawannya terdiri dari upah dan uang makan per hari sebesar Rp10 ribu. Total per bulan untuk keduanya adalah Rp400 ribu. Sementara itu tarif jasa yang mereka tetapkan adalah Rp15 ribu untuk service ringan, Rp50 ribu untuk service besar dan Rp75 ribu untuk tunai mesin. Jasa service ini tentu saja di luar penggantian spare part.Wahyu mengakui deg-degan juga di hari pertama usaha mereka ini. Sebab, selama beberapa hari sempat tidak ada pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya kawan-kawan anak Hidayat akhirnya datang juga meskipun agak malam. Pada minggu pertama dan kedua usaha mereka, rata-rata mereka mendapat pelanggan 4-5 motor.Siap Rugi Tiga Bulan PertamaDalam perhitungan Wahyu, Naya tetap usaha mereka adalah Rp2.4 juta setiap bulannya. Ini terdiri dari uang sewa kios, cicilan btmga bank, upah dan biaya Kami memang sudah memperhitungkan dalam empat bulan pertama mungkin akan rugi. Naawn setelah ins, kami menargetkan akan bisa mencapai titik impas operasional," kata Wahyu. Wahyu memproyeksikan, bila pada bulan pertama mereka masih hanya mendapatkan pelanggan 4-5 motor perhari, pada bulan-bulan berikutnya sudah meningkat menjadi 7-8 motor per hari. "Pada bulan keempat semestinya kami sudah bisa mendapatkan pelanggan 15 motor tambah Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang diakui Wahyu tidak mudah. Apalagi pada bulan itu mereka belum mendapatkan montir utama. "Rupanya montir utama itu sudah kata Wahyu. Sebelum ini dia sudah punya calon yang direkomendasikan teman. Tapi sang montir tinggalnya di Jawa tengah dan hanya mau pindah dengan seluruh keluarganya, akhirnya negosiasi terpaksa di batalkanBelakangan mereka sedang bemegosiasi dengan montir utama lainnya. Menurut Wahyu, rata-rata gaji montir utama adalah Rp600ribu~Rp700 ribu per bulan, plus 10% dari jasa service yang dia tangani per hari. Sementara ini, keunggulan utama bengkel mereka adalah service tune up, terutama melayani para bikers, terutama anak-anak gaul yang gandrung membuat motornya lebih kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang merupakan spesialisasi putra Hidayat yang sudah lama menekuni hal semacam ini. Namun ke depan, mereka akan mengutamakan service-service standar. Itu sebabnya, dalam men-can pelanggan, `tiga sekawan' ini mencoba menggunakan jejaring mereka sebagai karyawan perusahaan percetakan. Menurut Hidayat, mereka kini sedang berusaha menjalin kerjasama dengan tujuh toko utama Gramedia Group yang ada di Jakarta Selatan disamping dengan karyawan Cahaya minimarket, Toko Buku Kharisma dan Hero Supermarket Gatot Subroto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kerjasama yang mereka jajaki adalah dalam hal perbaikan motor para karyawannya. "Komi menawarkan diskon 20% kepada mereka dan pembayarannya bisa di akhir bulan dengan potong gaji," kata Hidayat. Perusahaan-perusahaan dimaksud di atas adalah klien mereka sebagai karyawan bagian promosi perusahaan percetakan. Selain itu, kepada pelanggan umum mereka menawarkan program 4 x service gratis setiap kali service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan agen suku cadang juga terus dijajaki. Sementara dengan sebuah produsen oli terkemuka di Indonesia, mereka diberi tantangan, bila mereka bisa mencapai target ganti oli 100 motor dalam sebulan dengan memakai oli perusahaan tersebut, mereka akan dihadiahi papan reklame di depan bengkel mereka dengan pajaknya ditanggung oleh perusahaan tersebut.Plan BHingga saat ini, menurut Wahyu, dari investasi awal sebesar Rp15 juta, sebagian besar dialokasikan untuk pembelian persediaan barang, disamping untuk biay a operasional. Sedangkan untuk investasi merapikan interior, mereka menghabiskan Rp2 juta.Bagaimana jika tiga bulan pertama lewat dan tidak mencapai target juga?Hidayat dan Wahyu tersenyum saja menjawab pertanyaan ini. Namun, menumt Hidayat, mereka sudah punya PlanB untuk mengantisipasi hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dengan sumber pendanaan baru yang sudah mereka cadangkan. "Tetapi mudah-mudahan itu tidak sampai kami gunakan," kata Hidayat. Makin hari intensitas mereka bertiga mengawasi bisnis ini pun meningkat. Wahyu yang paling muda diantara mereka bertiga, secara teliti membuat catatan administrasi bengkel ins. Mcnurut Wahyu, masa-masa puncak jasa mereka biasanya adalah pada hari Jum'at, Sabra dan Minggu. Naman, tambah dia, ada pelajaran bans yang mereka dapatkan. Ternyata setelah mereka jalan beberapa hari, walau pada sore hari pelanggan mulai sepi, menjelang malam malah bisa tambah ramai lagi. "Nah, karena itu kami akhirnya bicara dengan pemilik kios, apakah kami bisa buka sampai agak malam. Teryata disetujui. Kami buka sampai jam 9 malam," kata Wahyu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5620576764613231120?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5620576764613231120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5620576764613231120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5620576764613231120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5620576764613231120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-bengkel-motor-jmm.html' title='Bisnis Bengkel Motor JMM'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-962182876489917473</id><published>2008-10-27T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T22:00:27.398-07:00</updated><title type='text'>Menerabas Bisnis Ikan Hias</title><content type='html'>Potensi ekspor ikan hias Indonesia cukup besar. Sayangnya, masih banyak kendala. Ekspor ikan hias, misalnya, masih didominasi pembeli dari Singapura. Mereka pun leluasa mendikte harga. Seorang eksportir ikan hias yang namanya, sebut saja, Rudy, kesal benar dengan Departemen Kehutanan. Pasalnya, dia tetap tidak bisa mendapatkan izin menjadi eksportir ikan arwana Irian atau schlerrophagus jardini. Padahal, Rudy mengaku sudah mengurus berbagai persyaratan administratif.Pantas saja kalau Rudy merasa kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, arwana yang habitat asalnya di sungai-sungai Merauke ini merupakan ikan yang laku keras di pasar internasional. Bagi eksportir ikan hias, mengekspor ikan arwana berarti membawa keuntungan tersendiri, karena, biasanya sang importir juga lantas membeli ikan-ikan yang lain. "Dengan begitu, kalau bisa mengekspor arwana, bargaining power kepada pembeli di luar negeri lebih besar," kata Rudy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, yang mengeluh soal ketentuan ekspor arwana bukan hanya Rudy. Hendra Iwan Putra, pemilik Harlequin Aquatics, unit usaha yang melakukan ekspor impor ikan hias, juga mengatakan hal serupa. Sebenarnya, ia sudah mengusahakan agar Departemen Kehutanan bisa mengizinkan lebih banyak pelaku eksportir arwana. Namun, sampai sekarang belum berhasil juga.Menurut Hendra, Departemen Kehutanan mempermasalahkan kelestarian arwana, jika eksportir jenis ini terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja. Soalnya, harga arwana juga tidak jelek-jelek amat. Untuk itu, Hendra sudah mengusulkan agar ekspor arwana dibatasi dengan kuota. "Tapi, belum berhasil juga," kata Hendra, yang juga Sekretaris Jenderal Indonesia Tropical Fish Exporters Association (Inafish) ini. Departemen Kehutanan tetap melarang ekspor arwana, kecuali ikan hasil penangkaran. Masalah yang membelit ekspor arwana, ternyata cuma satu dari sekian banyak masalah dalam bisnis ikan hias Indonesia. Alhasil, meski Indonesia memiliki banyak sekali koleksi ikan hias, para eksportir kita bak tidak bergigi di pasar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok, kalah jauh dengan SingapuraSebagaimana terungkap dalam salah satu seminar Indonesia Fish akhir September lalu, sebenarnya Indonesia telah menjadi eksportir ikan hias sejak 1970-an. Pasarnya Singapura dan Hongkong, dengan nilai ekspor sekitar US$ 100.000 setahun. Dari dua negara tersebut ikan hias Indonesia diperdagangkan ke seluruh penjuru dunia. Menurut data, tercatat tidak kurang dari lima puluh negara sudah menjadi pasar ikan hias Indonesia. Tapi, karena melalui tengkulak di Singapura dan Hongkong, devisa yang kita peroleh dari perdagangan ikan hias internasional ini tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, devisa ikan hias tertinggi adalah US$ 12 juta, pada 2002. Ironisnya, Singapura justru mengungguli Indonesia dalam hal perdagangan ikan hias. Mereka mendominasi pasar Eropa sampai 25%, sementara ekspor Indonesia ke sana cuma tercatat 9%. Singapura juga memegang 30% pangsa ikan hias Amerika, sementara Indonesia hanya 6%. Namun, sebagian eksportir Indonesia rupanya sudah puas dengan memasok ikan hias pada para pembeli Singapura. "Padahal, para eksportir Singapura ini bisa menjual kembali dengan harga berlipat-lipat ke pembeli di negara lain," kata Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Hendra mengaku juga menjual ikan ke Singapura, tapi belakangan ia merintis sendiri pasar Eropa dan Amerika. Alhasil, para pembeli di Singapura memegang peran yang penting dalam penentuan harga. Hendra memberi contoh fenomena ikan botia yang berasal dari Pontianak dan Jambi. Ketika sedang panen, harga ikan botia cuma Rp 2.000 seekor. Pembeli Singapura menetapkan harga Rp 2.000 per ekor, dan eksportir Indonesia pun sepakat. Biasanya, pembeli Singapura memborong ikan botia dalam jumlah besar dan menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika panen berakhir, mereka akan menjual ikan tersebut dengan harga berlipat ganda. Padahal, saat itu pula, biasanya importir dari Eropa dan Amerika mencari ikan langsung dari sumbernya di Indonesia. Tapi, apa daya, ikan yang sama sudah diborong pedagang Singapura. Hal ini terjadi berulang kali. Menurut Hendra, pedagang kita jadi sangat bergantung pada Singapura. Mempertemukan eksportir dan importir langsungSumpeno Suryo, Dirjen Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran, Departemen Kelautan dan Perikanan, sepakat bahwa para eksportir Indonesia harus melepaskan ketergantungannya pada Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, departemennya secara rutin menyelenggarakan pameran ikan hias di dalam negeri dan luar negeri. Misalnya, mereka pergi ke Jerman, RRC, dan Taiwan. "Tahun depan kami juga akan pameran di Jepang," kata Sumpeno. Melalui pameran itu, para eksportir Indonesia bisa bertemu langsung dengan importir dari Amerika dan Eropa. Di sisi lain, Sumpeno mengakui bahwa para eksportir Singapura mempunyai kelebihan sehingga bisa menguasai pasar ikan hias di berbagai negara. "Mereka bisa menjaga kontinuitas pasokan, jumlah, mutu, dan ukuran," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilakukan karena mereka memiliki fasilitas raiser untuk membesarkan ikan hias. Fasilitas serupa itu baru saja dibangun di Cibinong. Selain harus sering-sering mempertemukan eksportir dan importir langsung, menurut Hendra, pemerintah juga harus membenahi beberapa aturan yang relevan. "Banyak ketentuan pemerintah yang tidak mendorong daya saing ikan hias Indonesia," katanya. Ia menunjuk ketentuan soal ekspor arwana tadi. Menurut Hendra, Menteri Kehutanan menetapkan arwana hanya sebagai satwa buru untuk upacara adat, pangan, dan penangkaran. T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;api, akibat aturan tersebut, ikan ini lantas banyak dicari dan harganya menjadi mahal. Tambah lagi, "Ikan ini tetap bisa keluar negeri lewat penyelundup," kata Hendra. Soalnya, jardini ini tidak masuk daftar larangan CITES. Maka, kata Hendra, ada pembeli Eropa yang heran karena ia tidak bisa mendapatkan arwana di Indonesia, tapi malah bisa membelinya di Singapura. Nah, lo! Tawarkan Ikan AndalanHendra Iwan Putra, Sekretaris Jenderal Indonesia Tropical Fish Exporters Association (Inafish), mengatakan bahwa Indonesia merupakan surga bagi ikan hias. "Negara kita itu sumber ikan hias yang bagus," ujar Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, banyak ikan hias dari Afrika yang bisa dibudidayakan di sini, lalu diekspor. Saat ini saja, kita sudah membudidayakan sekitar 300 jenis ikan hias. Selain ikan hias hasil budi daya, ada dua ikan asli habitat Indonesia yang banyak peminatnya. Yakni arwana dan botia. Ada tiga jenis arwana: arwana jardini dari Papua, arwana super-red dan hijau dari Kalimantan, serta arwana golden red yang bisa diperoleh di Sumatra, Riau, dan Jambi. Adapun sentra ikan botia adalah Pontianak dan Jambi. Ikan hias jenis ini belum ditangkarkan, karena pasokannya konon bisa sampai ratusan juta ekor saat sedang musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jenis ikan inilah yang seharusnya bisa mendongkrak lagi popularitas Indonesia di pasar ikan hias internasional. Raiser Ikan Hias CibinongDepartemen Kelautan dan Perikanan telah membangun pusat pengembangan dan pemasaran ikan hias di Cibinong. Menurut Suwandi Surya, Direktur Raiser Ikan Hias di Cibinong ini, mereka membuat raiser untuk menampung ikan dari petani dan kemudian menjualnya kepada eksportir. Jadi, nantinya di sini bisa menjadi pusat perdagangan ikan hias di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raiser tersebut berdiri di atas lahan seluas 17,6 ha, tapi sampai sekarang baru 5 ha yang selesai dibangun. Fasilitas yang sudah selesai pembangunannya, antara lain, gedung pengelola yang terdiri dari dua lantai untuk ruang pameran dan memajang ikan hias asli Indonesia. Kemudian ada gedung karantina, yang terdiri dari akuarium berukuran 1 m x 0,5 m x 0,5 m sebanyak 396 buah, gedung raiser dengan 108 akuarium, dan bak penampungan berukuran 2 m x 2 m x 0,5 m sebanyak 216 buah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-962182876489917473?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/962182876489917473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=962182876489917473' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/962182876489917473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/962182876489917473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/menerabas-bisnis-ikan-hias.html' title='Menerabas Bisnis Ikan Hias'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-9121275314378424414</id><published>2008-10-27T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T21:57:14.978-07:00</updated><title type='text'>Menjajal tawaran minimarket syariah ala PNM</title><content type='html'>Minimarket di kota memang sudah berjibun. Tapi, di daerah dan desa, peluang bisnisnya masih besar. Jika tertarik, ada tawaran minimarket syariah dari PNM. Dengan pasokan minimal 1.000 item barang berharga grosir, usaha bermodal Rp mulai 225 juta ini bisa balik modal dalam 3 tahun. Minimarket bisa dikatakan kembangnya jalan di kota-kota besar. Di Jakarta dan sekitar misalnya, minimarket telah bercokol hampir di semua ruas jalan, mulai jalan besar hingga kompleks perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya, belanja di toko ritel modern ini sama gampang dengan belanja di warung tetangga. Tapi, di pelosok pedesaan, kehadiran toko modern dengan pendingin ruang plus aneka barang tertata apik, hmm..., ini termasuk baru. Apalagi jika harga jualannya tak kalah dari harga barang di pasar atau warung, tentu minimarket bakal menyedot banyak pembeli. Inilah yang sedang ditawarkan Permodalan Nasional Madani (PNM) lewat jaringan minimarket miliknya: Madani Mart. "Orang desa kalau mau belanja sembako atau elektronik kan selalu ke kota, jadi harus keluar ongkos transportasi," ujar Erwin Mardjuni, Direktur PNM. "Dengan kehadiran Madani Mart, mereka tak perlu ke kota. Duit ongkosnya bisa ditabung, deh," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan proyek pionir Madani Mart di Aceh pasca-tsunami, kini perusahaan plat merah ini menawarkan kerja sama pembukaan gerai Madani Mart ke masyarakat luas. Tapi, untuk saat ini, peluang baru terbuka di daerah yang sudah memiliki PNM Daerah atau afiliasinya yang saat ini sudah ada di 18 provinsi. Oh, ya, meski fokus di daerah-daerah, peluang membuka Madani Mart juga terbuka di perkotaan, asal pasarnya ada. "Ini sistemnya waralaba plus atau kami sebut mitralaba," kata Budi Hartanto, Kepala Bagian Business &amp;amp; Trade Services PNM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti waralaba, PNM lewat perpanjangan tangannya, PT Madani Mart Indonesia (MMI), akan memberikan pembinaan, mencarikan pasokan barang, dan memberi hak penggunaan nama Madani Mart kepada si mitra.Berbeda dari franchise konvensional, dalam sistem mitralaba yang menganut paham syariah ini tak ada franchise fee. "Kami memungut biaya inisiasi, dan ini hanya dibayarkan sekali," tandas Budi. Selain itu, dalam sistem mitralaba ini juga tak ada royalty fee atau management fee yang besarnya dihitung dari omzet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sesuai prinsip syariah, dalam sistem mitralaba ini ada sistem bagi hasil kepada pihak-pihak yang terkait operasional gerai. Dan, memang cukup banyak pihak yang akan menikmati bagi hasil ini. Pertama, PNM selaku pemegang merek akan memperoleh bagi hasil sebesar 5% dari laba bersih per bulannya. Kedua, MMI selaku national head office (NHO) akan memperoleh pembagian keuntungan 15%. MMI bertugas menyiapkan sistem serta koordinasi jaringan secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang mempekerjakan beberapa mantan pegawai di perusahaan ritel besar inilah yang melakukan deal dengan produsen barang seperti Unilever dan perusahaan consumer goods lainnya. "Kami memperoleh harga yang sama dengan harga pembelian hipermarket," imbuh Budi. Ketiga, PNM Daerah yang bertugas melakukan koordinasi di daerah akan memperoleh pembagian keuntungan 10%. Keempat, regional holding office (RHO), yang mengurusi pasokan barang ke seluruh gerai Madani Mart, menentukan harga jual di setiap gerai. RHO memperoleh pembagian keuntungan 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang tambah banyak, pembeli meningkatPihak kelima, adalah si mitra yang memiliki dan mengoperasikan gerai Madani Mart sendiri. Mitra ini bisa berupa koperasi, perusahaan, atau individual. Ada tiga tipe investasi yang bisa jadi pilihan calon mitra dengan modal sekitar Rp 225 juta-Rp 325 juta dengan luas ruang 50 m2-150 m2 (lihat tabel: Tiga Paket dari Madani Mart). Oh, ya, selain berbagai barang industri yang pengadaannya dikoordinasikan secara nasional, sekitar 40% dari barang dagangan juga bisa berupa produk lokal. Misalnya, bahan makanan yang cepat rusak. "Pemilik gerai bisa mengajukan produk lokal yang ingin dijualnya kepada RHO," tandas Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik pada sistem mitralaba Madani Mart ini adalah sistem harga berjenjang. Ada lima tingkatan harga di Madani Mart yang juga berfungsi sebagai grosir besar. Harga jual termurah diberikan kepada pembeli grosir sedang, disusul ke grosir kecil, pedagang warung, ke anggota, dan yang paling mahal ke pembeli ritel biasa. Pemilik gerai ini akan memperoleh pembagian keuntungan sebanyak 55% dari laba bersih gerai per bulan. Angka ini boleh jadi tampak kecil. Lalu, apa enggak mendingan buka toko sendiri saja? Budi meyakinkan, keuntungan pemilik toko dalam jaringan Madani Mart lebih besar dari pemilik toko biasa. "Dengan masuk ke jaringan Madani Mart, item barang yang mereka jual akan banyak, minimal 1.000 item, harganya pun murah," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan item barang lebih beragam dan harga bersaing, menurut Budi, penjualan akan meningkat. Setidaknya, hal ini sudah dibuktikan Madani Mart milik KUD Usaha Tani yang berlokasi di Desa Air Putih, Indragiri Hulu, Riau. Sebelum bergabung dengan Madani Mart, toko yang berada di tengah perkebunan sawit ini hanya menjual sekitar 100 item barang. "Kami paling hanya bisa memenuhi 10% kebutuhan masyarakat di sini," beber Sutarno Kudin, Ketua KUD Usaha Tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah menjadi minimarket dengan lebih dari 1.000 item dagangan, kata Sutarno, mereka bisa memenuhi hampir semua kebutuhan masyarakat sekitarnya. Walhasil, omzet Madani Mart KUD Usaha Tani yang mulai beroperasi 28 Februari 2006 ini pun melejit. "Dulu omzet kami paling Rp 110 juta setahun. Setelah jadi Madani Mart, kini sebulan penjualan kami sudah sekitar Rp 165 juta sebulan, dengan laba bersih Rp 8 juta," beber Sutarno gembira. Dengan keuntungan segitu, Sutarno yakin modal sekitar Rp 250 juta yang mereka tanamkan bakal kembali dalam 3 tahun. Nah, Anda ataupun koperasi Anda kepengin jadi juragan minimarket di daerah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-9121275314378424414?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/9121275314378424414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=9121275314378424414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/9121275314378424414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/9121275314378424414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/menjajal-tawaran-minimarket-syariah-ala.html' title='Menjajal tawaran minimarket syariah ala PNM'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-493047379215838291</id><published>2008-10-27T21:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T21:29:22.779-07:00</updated><title type='text'>Peluang baru: bisnis buku eksklusif</title><content type='html'>Kini mulai ngetren membuat buku eksklusif yang berisi kisah hidup, roman, atau tema lain yang dibuat khusus sebagai hadiah untuk seorang yang istimewa atau cendera mata pada sebuah pesta. Tentu ini menjadi ladang bisnis baru yang menarik, apalagi pemainnya masih sangat sedikit. Kapan ibu, pacar, pasangan hidup, atau orang-orang terdekat Anda berulang tahun? Tentu, jauh hari Anda sudah merencanakan hadiah yang berkesan buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setangkai bunga, sebutir berlian, atau ponsel seri terbaru memang merupakan hadiah yang romantis, tapi sudah tidak terlalu spesial lagi. Atau, jangan-jangan tahun lalu, Anda sudah memberikannya. Tak usah bingung. Kenapa Anda enggak mencoba memberinya sebuah buku yang dibuat dan dicetak khusus untuk seseorang yang istimewa? Isinya bisa berupa kisah perjalanan hidup ibu yang sudah berjuang keras membesarkan Anda. Atau, cerita roman perjalanan cinta Anda dengan sang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga berupa kumpulan puisi dan surat cinta yang dipadukan dengan foto-foto Anda berdua. Ditanggung yang menerima bakal terharu, dan surprise, deh!Membuat buku pribadi yang dicetak secara eksklusif macam ini memang mulai ngetren. Tak hanya untuk hadiah bagi orang terdekat, belakangan mulai banyak pula orang yang menjadikannya sebagai cendera mata pesta perkawinan, ulang tahun perkawinan, atau event bermakna lainnya. Soal pembuatan tak usah khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak perlu pusing menulis buku itu sendiri, sementara Anda tak berbakat menulis. Soal jumlah eksemplar buku, terserah Anda, mau satu eksemplar, ratusan atau jutaan eksemplar. Anda tinggal memesannya pada perusahaan yang kini menawarkan jasa pembuatan buku pribadi dan eksklusif ini. Tarifnya beragam, mulai dari berapa ratus ribu hingga jutaan per eksemplar. Ya, munculnya kebutuhan untuk membuat buku-buku yang dibuat dan dicetak dalam jumlah sedikit ini tentu saja telah memunculkan peluang bisnis baru. Namanya juga bisnis baru, pemainnya masih sedikit, mungkin cukup dihitung dengan jari di sebelah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pemain terbesarnya adalah Kisah Personal Publishing yang mulai menawarkan jasa pembuatan buku eksklusif ini sejak 2004. Awalnya, kata Christian Soeseno, Managing Director Kisah Personal Publishing, dia mencoba membuat sebuah wedding story book, dan ternyata berhasil. "Produk baru mendapat sambutan sangat bagus, permintaannya pun ada," ungkapnya bersemangat. Kini, salah satu divisi perusahaan Subur Printing Network ini tak hanya menawarkan pembuatan buku eksklusif untuk pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga bisa membikin potongan-potongan cerita kehidupan, otobiografi, baby book, atau tema lain sesuai dengan permintaan pelanggan. Soal jumlah pesanan, teknologi cetak digital memungkinkan pelanggan bisa mengorder satu eksemplar sekalipun. "Kami bisa menerima order walaupun hanya satu atau dua eksemplar," ujar Christian.Ladang bisnis baru bagi percetakanTren memberi hadiah atau cendera mata berupa buku eksklusif ini jelas menjadi peluang usaha yang menarik untuk dijajal. Apalagi, pemainnya sampai saat ini memang masih amat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang usaha ini bisa dilakukan banyak kalangan. Baik oleh mereka yang sudah punya bisnis percetakan seperti Subur, maupun oleh para penulis, fotografer, atau oleh mereka yang yakin bisa mencari banyak pelanggan. Yang paling mudah masuk ke bisnis ini tentu saja mereka yang sudah bergerak di bisnis percetakan. Dengan begitu, mereka tak perlu keluar modal untuk membeli mesin cetak. Maklum, harga mesin cetak lumayan besar. "Untuk membeli seunit mesin cetak sederhana, Anda butuh modal sekitar Rp 45 juta-Rp 50 juta," ujar Galuh Wahyono, pemilik PT Inti Warna, percetakan yang berlokasi di Bintaro, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah punya mesin, tentu Anda tinggal mencari tenaga penulis untuk menulis atau menyusun buku tersebut. Urusan mencari penulis ini tidak susah. Selain ada begitu banyak penulis lepas, banyak pula para penulis atau jurnalis yang bersedia menulis di luar tugas tetapnya sebagai pekerjaan sampingan. Tapi, tentu Anda harus memilih yang benar-benar bisa menulis dengan struktur bahasa dan logika yang baik, serta indah. Agar bisa menghasilkan buku yang merupakan karya seni dan koleksi yang baik, "Konsep buku itu harus dipikirkan dengan matang," ujar Christian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini bisa merupakan gabungan ide Anda, penulis, fotografer, dan tim desain Anda. Oh, ya, selain penulis, pemilik percetakan juga sebaiknya menjalin kerja sama dengan seorang fotografer. Ini untuk mengantisipasi jika koleksi foto-foto milik si pelanggan ternyata tak cukup untuk dimuat di buku pesanan pelanggan. Dan, tentu saja, Anda juga harus merekrut tenaga desain grafis yang andal, sehingga setiap buku memiliki tata letak dan cover yang khas dan eksklusif. Bagi para pengusaha percetakan, jika berhasil mendapatkan order, bakalan bisa menikmati tambahan penghasilan yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, menurut Christian, dari tarif Rp 300.000 hingga Rp 7 juta per eksemplar yang ditawarkannya ke pelanggan, pihaknya bisa menikmati margin hingga 25%. Peluang bisnis bagi para penulisTak hanya bagi pemilik usaha percetakan, bisnis pembuatan buku ekslusif ini juga bisa menjadi ladang bisnis bagi para penulis atau Anda yang mahir menulis dengan baik. Anda tinggal mencari pelanggan, lalu membuat konsep dan isi buku yang bagus. Soal percetakan, Anda tinggal menyerahkan ke percetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasaran ada banyak percetakan dengan teknologi digital yang siap mengerjakan pesanan dalam kuantitas kecil. Dan, kalau Anda rutin memperoleh orderan, Anda bisa memperoleh diskon khusus. Usaha begini sebenarnya sudah cukup banyak dilakoni oleh para penulis atau jurnalis. Salah satunya seperti dilakoni Imran Hasibuan, seorang penulis dan juga Direktur Q Communication, sebuah perusahaan konsultan media. Lewat jaringan perkenalannya yang lumayan luas sebagai penulis dan konsultan media, Imran telah mengerjakan banyak buku berisi otobiografi orang-orang terkenal, salah satunya otobiografi Taufik Kiemas. "Untuk mencari pelanggan, saya enggak pakai marketing khusus, cukup dengan kedekatan sama calon klien," beber Imran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal percetakan, bekas wartawan Majalah Forum ini mengaku tak melulu pakai percetakan tertentu. Setiap ada order, dia mencari percetakan yang layanannya bagus dan harganya bersaing. "Yang penting dalam memilih percetakan adalah kualitas cetaknya, karena kualitas cetakan sangat penting dalam bisnis ini," tambah Imran yang mematok fee sekitar 30% dari tiap buku yang ia kerjakan.Ya, yang paling penting dalam bisnis ini memang memperoleh order. Kalau sudah dapat order, meski tak punya percetakan sendiri atau bahkan juga tak bisa menulis, Anda tetap bisa menikmati untung. Kuncinya, Anda harus punya jaringan yang kuat serta kreatif menciptakan konsep buku yang menarik bagi pelanggan. Tertarik untuk mencoba?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-493047379215838291?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/493047379215838291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=493047379215838291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/493047379215838291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/493047379215838291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/peluang-baru-bisnis-buku-eksklusif.html' title='Peluang baru: bisnis buku eksklusif'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7482169914092790047</id><published>2008-10-27T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T19:56:34.644-07:00</updated><title type='text'>Montir Tersedia Fulus Mengalir</title><content type='html'>Populasi sepeda motor yang sangat besar dan terus bertumbuh membuat bisnis bengkel tetap berkibar. Salah satu jalan masuk ke bisnis ini adalah lewat waralaba seperti yang ditawarkan HMTC Workshop. Jika berhasil menggaet pelanggan dan mampu bersaing, terwaralaba bisa segera balik modal. Mencari ladang bisnis yang pas memang susah-susah gampang. Melakukan bisnis di seputar hobi atau menjajal bisnis yang sedang marak, itu merupakan rumus yang banyak dipakai orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, melakoni bisnis yang pasarnya memang besar. Untuk yang terakhir ini, bisnis di seputar sepeda motor-seperti bengkel-bisa menjadi alternatif. Maklum, pasarnya memang luar biasa besar. Saat ini populasi sepeda motor di Indonesia diperkirakan mencapai 35 juta unit. Tentu, jumlah ini akan terus bertambah seiring turunnya suku bunga dan mahalnya harga BBM. Dengan pasar sebesar itu, tak heran jika bisnis bengkel seolah tak ada matinya. Malah jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari. Ada yang menjadi bengkel resmi salah satu merek sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada juga yang membuka bengkel independen yang melayani sepeda motor dari segala merek. Bahkan, kini orang juga bisa membuka bengkel dengan sistem waralaba. Salah satu pihak yang menawarkan waralaba bengkel adalah HMTC, singkatan dari Hartomo Mechanical Training Center. Betul, HMTC adalah sekolah montir yang cukup terkenal. Sejak Februari 2006 lalu, HMTC telah membuka usaha bengkel sepeda motor independen, dengan nama HMTC Work Shop. "Gagasannya muncul dari peserta kursus montir, yang sehabis kursus ingin membuka bengkel dengan nama HMTC," ujar Hartomo Koes Alam Syahrir, Presiden Komisaris PT Hartomo Cipta Mekanik, sekaligus pendiri HMTC Hartomo pun menyambut gagasan itu dan membuka bengkel HMTC Workshop, sekaligus untuk mewadahi alumni HMTC yang sudah berjumlah belasan ribu mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lantaran Hartomo sudah membuka sekolah montir di pelbagai kota lewat skema waralaba, ia pun mengembangkan bengkelnya dengan jalur serupa. Walau HMTC masih terbilang hijau berkiprah di dunia bisnis otomotif roda dua, toh Hartomo yakin waralaba bengkelnya bakal sukses. "Saya berkunjung ke pelbagai daerah, dan pada umumnya mereka tahu apa itu HMTC. Jadi, saya yakin," ujarnya. Selain itu, menyiasati ketatnya persaingan di bisnis perbengkelan sepeda motor, HMTC pun memilih bermain di segmen pasar menengah bawah. Dengan begitu, gerai HMTC tidak akan berhadapan langsung dengan bengkel-bengkel besar atau bengkel resmi dari sebuah merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditawarkan enam bulan lalu, HMTC sudah menjaring tiga pewaralaba. Satu di Depok, Jawa Barat; dan dua lagi di wilayah Jakarta Timur. "Ada 4 calon terwaralaba lagi yang berminat," ujar Nengah Saputra, General Manager PT Hartomo Cipta Mekanik.Modal dan iuran waralaba pakai dolarLaiknya sistem waralaba, HMTC juga mematok sejumlah persyaratan bagi investor yang berminat. Ada dua persyaratan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, calon terwaralaba harus memiliki lokasi bengkel yang memadai. Lokasinya harus strategis, yakni ramai dilalui kendaraan roda dua. Selain itu, lokasi tersebut juga berjarak minimal 5 kilometer dari gerai HMTC lain. Kalau sudah punya lokasi, calon terwaralaba harus menghubungi kantor HMTC terdekat. Selanjutnya, tim HMTC Workshop akan menyurvei lokasi Anda, lalu kemudian membuat bagan (lay-out) bengkel. Jika Anda sreg dengan bagan itu, HMTC akan membuat rancangan awal perjanjian kerja sama yang mengatur antara hak dan kewajiban antara HMTC dan mitranya. Persyaratan kedua: modal. HMTC mematok jumlah investasi dalam mata uang dolar AS. Yakni, sebesar US$ 4.000 untuk bengkel ukuran 30 m2-50 m2. "Kami pakai dolar karena sekitar 70% peralatan bengkel adalah impor," ujar Nengah. "Lagi pula ini untuk menghindari ketidakpastian harga," timpal Hartomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya, dana sebanyak US$ 4.000 itu akan dipakai buat pengadaan peralatan bengkel, pembuatan logo, promosi, serta iuran waralaba (franchise fee) sebesar US$ 1.500 untuk tahun pertama. Tahun selanjutnya, si terwaralaba harus membayar franchise fee kembali sebesar US$ 1.500 per tahun. "Franchise fee ini untuk biaya operasional kami dalam menunjang pengembangan bisnis mitra," kata Nengah. Selain dana sebesar US$ 4.000 itu, terwaralaba juga harus menyediakan dana tambahan yang jumlahnya sekitar Rp 35 juta lagi. Dana ini untuk biaya merenovasi bengkel, membeli suku cadang, aksesori sepeda motor, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus tahu politik bengkelKalau urusan renovasi dan penyediaan barang dagangan sudah beres, terwaralaba tinggal mengelola bengkelnya. Bagaimana soal tenaga montir yang menjadi ujung tombak bisnis ini Tak usah repot dan pusing mencari tenaga montir yang kadang susah didapat. Pasalnya, HMTC-lah yang akan menyediakan tenaga-tenaga montir hasil didikan di sekolah montirnya sendiri. "Kami memberikan mekanik yang terbaik," janji Nengah.Selanjutnya, terwaralaba akan memperoleh pelatihan mengenai seluk-beluk bisnis bengkel sepeda motor dan strategi pemasaran dari HMTC. "Atau istilahnya politik perbengkelan," kata Nengah. Nengah memberi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah di satu wilayah terjadi banyak bengkel yang menyebabkan persaingan merebut konsumen menjadi sengit. Ada baiknya si mitra membuat terobosan. "Misalnya, buat promo lima kali servis dapat satu kali gratis," tuturnya, "Atau, gaet para tukang ojek dengan biaya servis yang lebih miring." Nah, jika semua berjalan lancar dan saban hari bengkel meladeni minimal lima transaksi, Nengah yakin, dalam waktu sekitar setahun terwaralaba sudah bisa balik modal. Namun, target lima pelanggan per hari itu ternyata agak susah juga tercapai. Setidaknya itulah yang dialami gerai HMTC Workshop di Depok yang baru berusia sebulan. Menurut sebuah sumber di situ, setiap hari paling ada dua pelanggan. Dan, baru pada akhir pekan jumlahnya naik menjadi lima pelanggan. Meski begitu, Johanes Wardi, seorang konsultan keuangan, tetap tertarik dan siap membuka gerai HMTC Workshop di bilangan Bukit Duri, Jakarta Selatan, September ini. "Saya yakin bisa jalan karena ikut HMTC yang sudah punya nama," tambahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7482169914092790047?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7482169914092790047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7482169914092790047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7482169914092790047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7482169914092790047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/montir-tersedia-fulus-mengalir.html' title='Montir Tersedia Fulus Mengalir'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2306778417174031935</id><published>2008-10-27T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T19:51:38.112-07:00</updated><title type='text'>Jadi Mak Comblang ke Dunia Maya</title><content type='html'>Bisnis internet memang bertumbuh pesat. Sayang, banyak orang enggan menjajal. Selain sarat teknologi, modal berbisnis penyedia jasa internet juga besar. Tapi, kini ada tawaran waralaba dari Diginet, penyedia jasa internet dengan sistem nirkabel, yang hanya butuh modal Rp 201 juta. Simak peluang dan tantangannya. Koneksi internet 24 jam sehari dengan biaya hanya Rp 200.000 per bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawaran ini jelas bakal menarik minat para eksekutif, karyawan, siswa, atau siapa saja yang sudah kecanduan atau membutuhkan keleluasaan mengakses internet. Selama ini orang sering terpaksa mengekang diri agar tidak terlalu berlama-lama berselancar di dunia maya. Maklum, biayanya mahal, Bo! Apalagi jika harus bayar sendiri. Ambil contoh, jika kita melakukan koneksi internet dengan jaringan Telkomnet Instan, biayanya Rp 165 per menit atau Rp 237.000 untuk 24 jam, atau Rp 7,11 juta sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau akses internet di warnet terdekat, biayanya juga tetap mahal. Saat ini tarifnya sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 per jam atau Rp 120.000-Rp 240.000 dalam 24 jam. Melihat tarif yang mahal itu, jika ada tawaran akses internet 24 jam selama sebulan penuh dengan tarif hanya Rp 200.000, boleh jadi akan banyak yang tertarik. Adalah PT Digital Wireless Indonesia yang mengusung nama dagang Diginet, satu dari sedikit pemain, yang belakangan ini gencar menawarkan akses internet murah. Diginet mengaku sedang gencar memasang jaringan internet dengan memakai gelombang radio (wireless) di Jakarta dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penyedia jasa internet, Diginet tinggal memasang menara base transceiver station (BTS) setinggi kira-kira 35 meter. Selanjutnya, rumah-rumah yang berada di dalam radius 2 km dari BTS dan telah memasang antena khusus bisa langsung terhubung dengan internet. "Kami mulai Januari 2006, dan kini sudah menjaring lebih dari 400 rumah sebagai pelanggan," ujar Andi Santoso, Direktur Utama PT Digital Wireless Indonesia. Meski perolehan pelanggannya tak spektakuler, Andi yakin sebenarnya pasar yang bisa digarap masih sangat besar. Cuma, untuk itu mereka butuh tambahan modal yang cukup besar. "Makanya kami menawarkan waralaba," kata Andi. Tanggapan pasar lumayan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditawarkan April 2006, Diginet berhasil menjaring beberapa mitra waralaba di wilayah Kelapa Gading, Kemang, Bogor, dan Bekasi. Kini, kata Andi, Diginet masih menawarkan waralaba untuk wilayah-wilayah yang masih kosong. Oh, ya, satu wilayah itu dalam kategori Diginet luasnya 5 km2 - 6 km2 yang berisi lebih 10.000 keluarga. Pasar internet terus berkembangDalam sistem waralaba ala Diginet ini, terwaralaba hanya bertugas memasarkan, memasang, dan melakukan service serta maintenance di wilayahnya. Untuk itu, terwaralaba harus mempunyai internet service point dan sebuah gerai seluas 3 m x 4 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun semua fasilitas dan menjalankan bisnis waralaba ini, terwaralaba harus menyiapkan modal yang besarnya minimal Rp 201 juta termasuk franchise fee. Ya, meskipun umumnya sistem waralaba ditawarkan oleh perusahaan yang sudah terkenal dan telah beroperasi minimal 5 tahun, Diginet tetap memungut franchise fee. Besarnya Rp 49,5 juta untuk 3 tahun (lihat tabel: Ilustrasi Bisnis Waralaba Diginet). Laiknya sistem waralaba, tentu Diginet akan memberikan pelatihan sistem dan hak penggunaan namanya pada terwaralaba. Namun, lantaran Diginet juga baru berdiri dan belum benar-benar terkenal, tentu terwaralaba tak bisa terlalu mengandalkan nama pewaralabanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, menurut Andi, cukup banyak yang berminat jadi terwaralabanya. Salah satunya Rudi Wanto, terwaralaba Diginet yang membuka usahanya di Kelapa Gading sejak sebulan lalu. "Pasarnya yang besar dan pemainnya yang sedikit membuat saya yakin pada prospek bisnis ini," ujar Rudi. Cuma, ia mengaku belum bisa memastikan bagaimana tanggapan pasar. Soalnya, "Saya belum melakukan promosi besar-besaran, menunggu habis musim liburan ini," paparnya lagi. Dengan penduduk yang begini banyak, bisnis internet di Indonesia memang masih menjanjikan. Sebab, jumlah pemakai internet di Indonesia masih sedikit dan akan terus bertumbuh cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Diginet, sampai 2005, jumlah pelanggan internet di Indonesia baru 16 juta. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah cepat. Lihat saja, dalam empat tahun terakhir pertumbuhan jumlah pengguna internet bertumbuh cepat. Tahun 2000, pertumbuhannya baru 14,8%. Tahun lalu pasarnya telah bertumbuh 37,94%. Hati-hati, teknologinya rentanBagaimana keuntungan bisnis ini? Menurut Andi, terwaralaba akan memperoleh 30% dari iuran bulanan sebesar Rp 220.000 dari pelanggan rumahan di daerahnya. Terwaralaba juga bisa memperoleh penghasilan tambahan jika berhasil menjaring korporasi sebagai pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwaralaba akan memperoleh pembagian pendapatan 10% dari tarif korporasi yang besarnya Rp 2,2 juta sampai 30 juta per bulan. "Jika terwaralaba bisa mendapatkan 1.000 keluarga saja, dalam 2 tahun sudah balik modal," ucap Andi.Namun, bagi mereka yang berminat pada waralaba Diginet ini, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan di luar soal usia Diginet yang masih muda tadi. Pertama, terwaralaba harus jeli memilih wilayah operasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar yang bisa digarap memang besar, namun tidak semua keluarga ingin dan mampu memasang internet di rumahnya. Menurut Andi, target utama mereka adalah wilayah perumahan kelas menengah yang biasanya ada di pinggiran Jakarta. Kedua, kalaupun sudah ketemu pasar yang berminat pada internet, belum tentu mereka mau memakai sistem koneksi internet wireless. Teknologi ini memang murah meriah. Tapi, dia juga rentan terhadap berbagai gangguan, sehingga koneksi internet nirkabel yang seharusnya bisa berkecepatan 64 kbps itu bisa saja tak bekerja. Contohnya, antena di atap rumah pelanggan tidak boleh terhalang pohon atau bangunan agar gelombang dari BTS bisa tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, gelombang frekuensi radio 2,4 GHz yang dipakai untuk koneksi internet ini adalah frekuensi bebas yang bisa dipakai siapa pun. Artinya, kalau ada orang lain yang memasang pemancar kuat di daerah antara BTS dan pelanggan, koneksi internet juga bisa terganggu; bahkan bisa tak bekerja sama sekali. "Kalau sudah begini, biasanya kami akan mencari orangnya dan duduk bareng. Frekuensi itu kan punya 12 kanal, kita aturlah supaya bisa berbagi," kata Andi. Nah, setelah mengetahui peluang, potensi keuntungan dan kendalanya, sekarang silakan Anda memutuskan sendiri, mau masuk atau tidak ke bisnis ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2306778417174031935?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2306778417174031935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2306778417174031935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2306778417174031935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2306778417174031935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/jadi-mak-comblang-ke-dunia-maya.html' title='Jadi Mak Comblang ke Dunia Maya'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-8155957746494231061</id><published>2008-10-27T19:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T19:44:38.725-07:00</updated><title type='text'>Peluang Bisnis Makanan &amp; Minuman Organik, Sehat dan Bergizi Tinggi</title><content type='html'>Healthy Choice Indonesia menawarkan waralaba untuk membuka toko dan restoran organik. Peluangnya masih terbuka lebar, tapi modal yang dibutuhkan lumayan besar. Terwaralaba juga harus tekun mempromosikan produknya. Empat tahun lalu, banyak orang memandang sebelah mata bisnis yang dirintis Stevan Lie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Di saat penikmat makanan organik masih sangat terbatas, Stevan nekat membuka sebuah toko yang khusus menjual makanan dan minuman organik bernama Healthy Choice Indonesia. Di tempat itu, ia juga membuka restoran yang khusus menyajikan resep-resep makanan dan minuman organik. "Waktu itu, kami benar-benar seperti orang aneh," kenang Stevan, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasional Healthy Choice. Kenekatan Stevan itu tentu saja mengandung risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal bisnisnya, ia pun sering merugi karena harus membuang bahan makanan dan minuman yang kedaluwarsa. Maklum, biarpun lebih sehat, harga makanan dan minuman bisa tiga sampai empat kali lipat harga makanan dan minuman biasa. Jadi, tak perlu heran jika bahan-bahan yang dibuang itu jumlahnya acap jauh lebih banyak dibandingkan dengan bahan-bahan yang berhasil dijual. Tapi, kondisi ini tak lantas membuat Stevan menyerah. Ia tetap bertahan sambil terus mempromosikan manfaat bahan-bahan organik. Sekarang, keuletan Stevan sudah mulai membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu jumlah konsumen Healthy Choice terus bertambah. Menurut Stevan, ada tiga jenis konsumen di Healthy Choice. Yang pertama, orang-orang berusia 40 tahun ke atas yang mulai ingin mencari-cari makanan sehat. Lalu, yang kedua adalah orang-orang yang "terpaksa" mengonsumsi makanan organik karena pernah mengalami masalah kesehatan yang serius seperti bypass jantung atau stroke. Terakhir, konsumen Healthy Choice berasal dari pasangan-pasangan muda yang ingin memberikan makanan yang terbaik bagi bayinya. "Biasanya mereka masih belum mau membeli makanan organik bagi diri mereka sendiri; tapi mereka membeli makanan organik untuk bayinya," tutur Stevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kelompok terakhir inilah yang berkembang dengan sangat cepat. Apalagi selain bayinya, belakangan, para pasangan muda itu sendiri juga mulai ikut mengonsumsi makanan maupun minuman organik. Memang, tidak semua pasangan muda masuk dalam golongan ini. Umumnya, penggemar makanan organik itu datang dari lapisan orang-orang di kelas ekonomi A dan A plus. Meskipun begitu, secara total, pertumbuhan pasar Healthy Choice tetap menakjubkan. "Dalam satu tahun terakhir saja, pasarnya bisa tumbuh empat kali lipat," kata Stevan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran melihat perkembangan pasar yang sangat pesat itulah, Stevan ingin terus membuka gerai-gerai Healthy Choice baru. Total, saat ini Stevan mengaku telah memiliki lima gerai Healthy Choice plus beberapa konter di Sogo Department Store. Sayangnya, ia merasa tak akan sanggup untuk bisa mengawasi terlalu banyak gerai sekaligus; apalagi kalau gerai itu yang berada luar kota Jakarta. So, mulai tahun ini, Stevan berusaha mencari mitra baru melalui skema waralaba (franchise). Ada dua jenis paket waralaba yang ditawarkan Stevan. Yang pertama, paket waralaba gerai Healthy Choice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah gerai toko swalayan dan restoran yang menjual berbagai bahan makanan dan minuman organik. Sebenarnya, konsep gerai Healthy Choice yang asli mengusung konsep 3 in 1, yakni terdiri dari toko, restoran, dan klinik detox. "Tapi, untuk klinik kami belum berani mewaralabakan karena rekanannya harus memiliki keahlian khusus," terang Stevan.Butuh modal awal Rp 1 miliar hingga Rp 2,5 miliarUntuk bisa membuka gerai Healthy Choice ini, tentu saja, pertama-tama calon terwaralaba (franchisee) harus memiliki tempat usaha yang memadai dan strategis. Kawasan rumah toko (ruko) yang berada di dekat perumahan bisa menjadi tempat yang ideal untuk usaha ini. Memang, terwaralaba bisa juga membuka gerai swalayan dan restoran organik ini di mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, ia harus menanggung ongkos sewa yang supermahal. Soalnya, untuk membuka gerai ini, franchisee harus menyediakan lahan hingga 150 m2. "Padahal, sewa mal kelas A sudah mencapai Rp 100.000-150.000 per m2. Nanti biaya sewanya bisa-bisa puluhan juta per bulan," ujar Stevan lagi. Jika tetap ingin membuka gerai di mal, calon terwaralaba bisa menjajal paket waralaba yang kedua, yakni paket gerai Organic To Go. Gerai ini hanya membutuhkan ruangan yang luasnya minimal 70 m2, sehingga cocok dibuka di mal atau kawasan perkantoran. "Bentuknya semacam gerai yang menyediakan fast food tapi bukan junk food," terang Stevan. Selain tempat, tentu saja, calon franchisee juga harus menyediakan modal berupa duit tunai. Lumayan besar, lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk paket waralaba gerai swalayan dan restoran Healthy Choice, modal awal yang harus disediakan sekitar Rp 2,5 miliar. Sementara itu, modal awal untuk membuka Organic To Go sekitar Rp 1 miliar. Uang sebanyak itu akan dipakai untuk membiayai beberapa keperluan: mulai dari franchise fee, renovasi tempat, peralatan, dan pelatihan karyawan.Cuma, menurut Stevan, memiliki tempat strategis dan modal besar doang tak cukup untuk bisa membuka gerai Healthy Choice maupun Organic To Go. Ada satu persyaratan lagi: calon terwaralaba harus memahami seluk-beluk makanan maupun minuman organik. Kalau perlu, ia juga melahap makanan tersebut. "Kan susah menerangkan kepada orang lain kalau dia sendiri belum menerapkan hidup sehat," tambah Stevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus sabar menggarap pasar biar cepat berhasil, terwaralaba harus mau terjun langsung mengurus bisnisnya. Kalau perlu ia harus ikut cerewet mempromosikan dan menjelaskan kelebihan produk-produk yang dijajakannya. Bayangkan, seorang ibu rumah tangga biasa tentu akan bingung melihat satu kemasan selai stroberi organik diberi banderol harga Rp 80.000. Padahal, di toko biasa, selai serupa hanya dijual dengan harga Rp 20.000. Nah, terwaralaba harus bisa menerangkan bahwa selai itu tanpa pewarna, tanpa pengawet, dan berasal dari bahan-bahan organik yang bebas pestisida. Shierley Boedihartono, terwaralaba Healthy Choice Indonesia, melihat prospek bisnis ini akan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, "Kami harus banyak melakukan edukasi untuk bisa mengembangkan pasar," ungkap Shierley, yang membuka gerai di Surabaya. Dia yakin, dalam setiap keluarga pasti ada anggotanya yang mengalami masalah kesehatan. "Tapi, untuk bisa mengubah kebiasaan makan memang susah," tambah Shierley.Jika semuanya lancar, menurut hitungan Stevan, dalam waktu sekitar dua sampai dua setengah tahun modal terwaralaba akan kembali. Cuma, pada prakteknya, bukan tidak mungkin waktu yang dibutuhkan lebih lama lagi. Shierley, misalnya, mengaku mengalami awal-awal bisnis yang agak berat. Maklum, di Kota Buaya itu jumlah masyarakat yang mengenal makanan organik memang masih sedikit. "Saya belum menghitung kapan bisnis ini akan balik modal," cetus Shierley.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-8155957746494231061?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/8155957746494231061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=8155957746494231061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8155957746494231061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8155957746494231061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/peluang-bisnis-makanan-minuman-organik.html' title='Peluang Bisnis Makanan &amp; Minuman Organik, Sehat dan Bergizi Tinggi'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-8840183985793716468</id><published>2008-10-27T03:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T03:54:13.365-07:00</updated><title type='text'>Tambah Untung dari Kurir VIP, Peluang usaha agen RPX layanan premium</title><content type='html'>Dengan modal Rp 17 juta, Anda sudah bisa menjadi mitra agen RPX. Jika bisnis berjalan lancar, modal segitu bisa kembali dalam satu tahun. Siapa pun yang mempunyai barang atau dokumen berharga sudah pasti akan menjaganya dengan hati-hati. Apalagi jika Anda ingin mengirim barang atau dokumen itu kepada pihak lain yang memiliki hubungan penting dengan Anda. Kalau bisa, tentu Anda ingin mengirimkan barang itu sendiri. Dengan begitu, selain bisa menjaga sendiri keutuhan barang tersebut, Anda juga bisa memastikan bahwa barang tersebut sampai ke alamat yang ingin dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengirimkan barang sendiri seperti itu bisa Anda lakoni jika jarak tempuhnya tidak jauh-jauh amat. Tapi, jika lokasi yang ingin dituju berada di luar kota, luar pulau, atau luar negeri; tentu Anda akan kerepotan. Kebutuhan pengiriman yang spesial seperti inilah yang kemudian menjadi kue bisnis yang sangat menarik bagi perusahaan jasa titipan kilat. RPX menjadi salah satu perusahaan kurir dan kargo (logistik) yang serius menggarap pasar ini. Baru-baru ini, RPX meluncurkan tiga layanan terbaru yang dikhususkan bagi para pelanggan yang membutuhkan jasa pengiriman barang spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servis yang pertama bernama golden package. Sesuai dengan namanya, jasa kurir yang satu ini benar-benar eksklusif. Bagaimana tidak? Setiap pengiriman satu barang akan ditangani oleh satu kurir khusus; sejak mulai pengambilan barang sampai pengirimannya. Kurir itu juga akan ikut naik pesawat dan langsung menyerahkan barang kiriman ke alamat yang dituju dalam hitungan jam. Kelebihan lain, keberadaan kurir bisa dilacak. "Jadi, produk ini sifatnya langsung, tanpa melalui customer service untuk melayani," ujar M. Kadrial, Direktur Pengelola RPX Group. Layanan berikutnya adalah premium package yang menawarkan solusi pengiriman barang bagi pelanggan yang menginginkan kirimannya tiba di tujuan pada hari yang sama. "Tapi, kurirnya tidak ikut naik pesawat," kata Kadrial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah mid-day package. Ini merupakan servis pengiriman barang yang akan tiba di tempat tujuan di wilayah Indonesia pada hari berikutnya; sebelum jam 12.00 siang. Cocok untuk bisnis sampinganTapi, RPX tak ingin menjajakan sendiri servis-servis VIP-nya itu. Selain melalui cabang-cabang RPX, produk-produk baru itu juga akan ditawarkan melalui mitra agen resmi RPX yang disebut RPX-Authorized Ship Center (ASC). Karena itulah, skema kerja sama ASC mengalami sedikit perubahan. Selain menjadi mitra ASC yang standar , para mitra agen RPX yang sudah beroperasi juga bisa menjadi mitra ASC yang menawarkan produk-produk baru tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memilih pola terakhir ini, artinya mitra ASC bakal menawarkan lima produk; tiga produk baru dan dua produk yang sudah ada sebelumnya, yakni pengiriman paket domestik (priority package) dan internasional (international priority). Cuma, dari total ASC yang berjumlah 100 buah, belum tentu semuanya bisa menjajakan tiga jasa pengiriman terakhir tadi. "Kita akan melihat dan menyeleksi berdasarkan potensi pasarnya," ujar Kadrial. Dus, RPX akan melakukan penjajakan terlebih dahulu, apakah ketiga produk baru itu akan terjual oleh masing-masing ASC atau tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-8840183985793716468?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/8840183985793716468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=8840183985793716468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8840183985793716468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/8840183985793716468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/tambah-untung-dari-kurir-vip-peluang.html' title='Tambah Untung dari Kurir VIP, Peluang usaha agen RPX layanan premium'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1350736627606169662</id><published>2008-10-27T03:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T03:17:37.356-07:00</updated><title type='text'>Peluang Bisnis Sewa Tas &amp; Asesoris Perempuan Buat Kaum Socialite</title><content type='html'>Ketimbang membeli tas pesta yang mahal, sebenarnya orang bisa berhemat dengan menyewa tas bermerek. Celah bisnis ini lantas disambar Smart Diva. Sebagai pemerhati selebriti, Anda tentu tidak asing dengan nama-nama Paris Hilton atau Christina Aguillera. Mereka adalah secuil selebriti kenamaan yang kerap disebut sebagai trend setter. Nah, sebagai warga Indonesia, sebenarnya tidak sulit mengikuti dandanan ala Paris Hilton. Baju dan perlengkapannya, seperti sepatu serta tas, tidak harus asli, to? "Beli saja di Blok M. Banyak kok pilihannya," celetuk seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak semua penduduk Indonesia mau mengaduk-aduk kawasan Blok M, Mangga Dua, atau Tajur demi mendapatkan sebuah tas mirip kepunyaan Paris Hilton. Maklum, bisa dipastikan kalau tas-tas di sana itu serupa tapi palsu. "Kalau kita datang ke event tertentu dengan tas palsu, kita pasti malu," tukas Jessica Schwarze, seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan komputer kelas dunia. Tambah lagi, menurut pengalaman pribadi Jessica, orang-orang yang mengikuti mode harus selalu belanja tas, karena tuntutan penampilan. "Tapi, habis itu tasnya jarang dipakai lagi," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara belanja tas bermerek ini, tentu saja, membuang uang sampai puluhan juta rupiah. Pasalnya, konsumen kalangan atas lebih suka berburu tas di gerai-gerai mal kelas satu. Itu sebabnya, Jessica dan temannya, Amanda Sari, membayangkan ada perusahaan penyewaan tas bermerek di Indonesia. "Saat search di internet, saya menemukan Bagsborroworsteal di Amerika," kata Jessica. Perusahaan tersebut menyewakan tas bermerek ke seluruh Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu lama, Jessica dan Amanda pun segera membikin bisnis penyewaan serupa. "Itu ide yang bagus dan mereka sudah punya ratusan tas," kata Jessica. Ia meramalkan bahwa bisnis penyewaan tas bermerek sangat cocok di Jakarta, karena masyarakatnya brand-minded. Selain itu, mulai banyak acara di Indonesia yang ada karpet merahnya. Karpet ini bukan sembarang gelaran menuju pintu masuk saja, karena lazimnya di kanan kiri karpet dipenuhi oleh fotografer berbagai media. Alhasil, bagi sebagian orang, karpet merah menjadi catwalk. "Pasti semua orang ingin tampil oke di red carpet," ujar Jessica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan lalu, Jessica dan Amanda membuka penyewaan tas dengan nama Smart Diva dengan modal Rp 100 juta. Selain untuk berbelanja tas, duit itu juga untuk membeli sepeda motor bekas untuk urusan antar-jemput tas kepada pelanggan. "Harga sepeda motornya lebih murah daripada tas," cetus Jessica sambil tertawa. Dengan modal itu, mereka bisa memiliki 27 koleksi tas malam bermerek yang dibeli di gerai resmi di dalam dan luar negeri. "Kami enggak beli di butik," tutur Jessica yang menjamin 100% keaslian tas Smart Diva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tas itu beragam, dari Rp 1,5 juta sampai Rp 30 juta. Maka, mereka pun menentukan harga yang bermacam-macam pula untuk para penyewa tas. Harga sewanya berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 2 juta per tas untuk dua hari. "Paling laku yang mid-range, yang harga tasnya Rp 3 juta sampai Rp 10 juta. Yang harga sewa maksimum Rp 1 juta," jelas Jessica. Menjamin kerahasiaan klien penyewaBisnis Smart Diva ini tergolong baru. Maklum, masyarakat Indonesia tidak memiliki budaya sewa pakaian dan perlengkapannya, kecuali untuk keperluan perkawinan atau pentas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica menyadari hal itu, dan giat melakukan promosi melalui e-mail. "Bahkan, superstar Amerika di red carpet, dari ujung kepala sampai ujung kaki, sewa semua. Itu tidak apa-apa," ucapnya. Hasil promosi itu lumayan juga, dalam dua bulan mereka bisa menghimpun sekitar 100 anggota. Selain masalah budaya, Jessica juga mengaku terbentur masalah internet. Untuk menghemat investasi, Smart Diva dipasarkan melalui dunia maya. Masalahnya, baru segelintir orang di Jakarta yang melek internet. Itu pun bukan semua target pasar Smart Diva. "Banyak sekali ibu yang kaya-kaya dan sering ke pesta itu enggak tahu dan enggak sempat buka internet," ujar Jessica serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini lebih suka menelepon dan melihat tas sebelum menyewa. Alhasil, Jessica harus mengakomodasi pasar. Dalam waktu dekat, mereka akan membuka gerai di Kemang. Jumlah tasnya pun sudah bertambah menjadi 100 unit. "Itu termasuk daybag-nya," kata Jessica. Maklumlah, menurut pengalaman Bagsborroworsteal di Amerika, daybag alias tas kerja termasuk hot item yang banyak penggemarnya. Dari penyewaan tas kerja inilah, napas Bagsborroworsteal bisa terus berembus. Pasalnya, seperti pengalaman Jessica, penyewaan evening bag hanya ramai saban akhir minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, perhitungan sewa daybag ini tidak harian melainkan mingguan. Harganya juga disesuaikan. "Kami kasih harga khusus," jelasnya. Kendati ingin terus meluaskan pasar, Jessica tetap selektif memilih member Smart Diva. Sebelum diterima sebagai anggota, mereka akan melakukan survei kecil-kecilan, seperti mengecek orang, alamat, KTP, dan si anggota haruslah tinggal di Jabotabek. Menurut Jessica, sebagai imbalan untuk menjaga gengsi, Smart Diva menutup rapat identitas si anggota. "Antar-member enggak saling tahu," bisiknya. Dengan kondisi pasar yang seperti sekarang, Jessica optimistis bisa kembali modal dalam setahun. Tentu saja, yang ada dalam hitungan itu adalah modal awal, belum termasuk belanja tas untuk gerai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1350736627606169662?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1350736627606169662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1350736627606169662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1350736627606169662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1350736627606169662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/peluang-bisnis-sewa-tas-asesoris.html' title='Peluang Bisnis Sewa Tas &amp; Asesoris Perempuan Buat Kaum Socialite'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2529522762426619378</id><published>2008-10-27T03:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T03:13:25.166-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Katering Kian Nyaring</title><content type='html'>MUNGKIN sudah tradisi, bulan Rayagung (Dzulhidzah) merupakan bulan hajatan. Maklum, bulan ini kerap dijadikan pilihan untuk mengadakan berbagai perayaan, mulai dari sunatan maupun perkawinan. Terbukti, hampir setiap hari atau memasuki akhir pekan selaluMulai dari jasa rias pengantin, sewaan kursi dan tenda hingga pengelola gedung. Dan, yang tidak kalah pentingnya yaitu para pengelola usaha jasa katering sebagai jasa penyedia makanan untuk jamuan para tamu undangan.Bulan Rayagung, bisa jadi masa marema bagi para pengelola bisnis jasa katering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, meskipun tidak semua orang selalu memilih pada bulan Rayagung untuk hajatan, namun tak dipungkiri setiap memasuki bulan ini order untuk pesanan katering untuk hajatan bisa meningkat berlipat-lipat. “Selama bulan Rayagung order untuk hari Sabtu dan Minggu rata-rata penuh, bahkan untuk menjaga kualitas pelayanan terkadang kami harus rela membatasi order yang datang,” tegas Cosa Lucky AR, S.IP, Direktur Celdy Catering.Beragam alasan orang kecenderungan menggunakan jasa katering, selain karena lebih praktis juga dari segi menu yang disajikannya cukup beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari yang berbau tradisional hingga menu kelas internasional dapat disajikan, sedangkan kalau dikelola sendiri belum tentu bisa dan yang tidak kalah pentingnya tidak membuat sibuk yang punya acara.Hal ini dirasakan oleh Celdy Catering, yang telah menggeluti bisnis ini sejak tahun 1989. Manisnya rayagungan, memang sudah dirasakan cukup lama, bahkan pada awalnya jasa katering ini lebih dominan untuk melayani hajatan seperti kawinan dan khitanan, meskipun belakangan kian melebarkan sayap hingga penyedia jasa katering untuk karyawan kantor dan pabrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam menu bisa menjadi pilihan, sesuai dengan budget yang dimiliki oleh calon konsumen. Dengan menu yang cukup beragam, yang jumlahnya bisa mencapai ratusan, Celdy menawarkan harga mulai Rp 32.500 - Rp 50.000 per porsinya. Bahkan, untuk masalah harga biasanya dapat disesuaikan dengan kondisi besar kecilnya gedung yang akan dipakai perhelatan. Biasanya, calon konsumen akan diajak berdiskusi tentang menu dan jumlah tamu yang diundang. Namun, untuk acara-acara di gedung biasanya konsumen akan memesan rata-rata antara 750 - 1000 porsi. Sehingga untuk jumlah porsi seperti itu, setiap konsumen minimal harus merogoh koceknya antara Rp. 24.000.000 - Rp. 50.000.000 untuk satu kali perhelatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, meskipun musim marema, Celdy hanya menerima maksimal dua order dalam satu harinya. Hal ini, dilakukan untuk menjaga kualitas rasa makanan dan kepuasan pelayanan. Padatnya order selama bulan Rayagung ini, seandainya Sabtu dan Minggu selalu penuh, maka dalam satu bulan order katering yang menggunakan jasa Celdy dapat mencapai 16 konsumen. Berarti, selama bulan Rayagung saja, lezatnya aneka makanan katering ini telah dicicipi antara 12.000 - 16.000 tamu undangan.Begitu juga dengan Bayem Sebelas, masa marema Rayagung dijadikan untuk mengejar momen tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga paket antara Rp. 35.000 - Rp 50.000 per porsi, bulan-bulan biasa saja bisa meraih order antara 1-3 konsumen, apalagi bulan Rayagung hampir setiap Minggu order selalu penuh. Untuk acara perhelatan kawinan ini, menawarkan paket harga mulai Rp 35.000.000 - Rp 50.000.000 untuk satu kali perhelatan. Dengan asumsi minimal pesan 1.000 porsi, kalau kurang dari itu konsumen terkena charge sekitar 15 persen dari jumlah pesanan.Meskipun setiap bulan rayagung order katering selalu meningkat, bukan berarti bisnis ini selalu manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kejadian yang tidak terduga pun kerap dirasakan, misalnya stok makanan yang disajikan telah habis sebelum waktu perhelatan berakhir, dan ini bisa menjatuhkan kredibilitas para pelaku jasa katering. Biasanya masalah ini timbul karena jumlah porsi makanan yang dipesan tidak sesuai dengan jumlah undangan. “Untuk menjaga hal seperti itu terjadi, makanya perlunya ada keterbukaan dari konsumen, sehingga kejadian yang merugikan kedua belah pihak dapat dihindari,” tegas HR. Yogi Kusuma, Direktur bayam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2529522762426619378?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2529522762426619378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2529522762426619378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2529522762426619378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2529522762426619378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-katering-kian-nyaring.html' title='Bisnis Katering Kian Nyaring'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6333566517467958945</id><published>2008-10-27T03:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T03:09:50.097-07:00</updated><title type='text'>Kaos Promosi Tetap OK</title><content type='html'>Bermodal sebuah mesin jahit dan satu mesin obras, Fauzi Ishak mengembangkan BeKaos menjadi perusahaan promotion support jempolan. Bagaimana kiat dari bos kaos ini? Sebuah mesin jahit ‘uzur’ dipajang di ruangan depan kantor CV Bandung Prima Kencana di Jalan Batu Ampar I No 40, Condet, Jakarta Timur. Mesin jahit itu agaknya mempunyai nilai historis tersendiri bagi Fauzi Ishak, direktur utama sekaligus bos CV Bandung Prima Kencana. “Pada waktu saya memulai usaha ini, modal saya cuma satu mesin jahit dan satu mesin obras,” ujar Fauzi beberapa waktu lalu. “Selebihnya modal saya cuma tekad dan keyakinan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, ketika usahanya terus berkibar Fauzi tidak lupa terhadap jasa mesin jahitnya tersebut. Bagi Fauzi mesin jahit ‘uzur’ itu merupakan monumen perjuangannya. Fauzi mengawali usaha promotion support-nya dari sebuah ruang kontrakan berukuran 4x7 M2, di bilangan Mampang. Namun, sejatinya, Fauzi telah memulai usaha memproduksi kaos ini sejak ia masih sekolah SMA di Bandung. Kebetulan kakaknya juga seorang pengusaha kaos. Ketika kuliah di Universitas Pasundan, Fauzi mencari kos-kosan di pinggir jalan sehingga bisa nyambi untuk mengembangkan usaha kaosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking terlena dengan kemajuan bisnisnya, kuliahnya tidak kelar. Menyadari hal tersebut, pilihan Fauzi menjadi jelas, yakni menjadi pengusaha. Namun ia tidak bisa terus bertahan di Bandung, karena usaha sejenis menjamur di Kota Kembang. Fausi mencoba menjajaki Surabaya sebagai kota basis usahanya. Namun berdasarkan survei yang dilakukan selama satu minggu, prospek bisnis kaos di Surabaya tidak terlalu bagus, karena sangat jauh dari sumber bahan bakunya yang berada di Bandung. Maka Fauzi kemudian menjajaki kota Jakarta. “Dulu banyak pelanggan kakak saya yang berasal dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ timbul pikiran saya bahwa Jakarta merupakan tempat yang ideal untuk mengembangkan usaha,”katanyaUntunglah baru satu hari membuka usahanya di Jakarta ia sudah mendapat kepercayaan untuk membuat kaos olah raga SMA 1 Bekasi. Jumlahnya cuma sekitar 40 potong per kelas. Dari sisi nilai order, sebenarnya tidak terlalu besar, namun Fauzi melihat dari sisi yang lain yakni nilai kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan serius Fauzi bersama satu orang tukang jahit dan satu tukang obras mengerjakan pesanan tersebut sehingga pelanggan puas.Untuk perusahaan skala mikro, seperti miliknya, word of mouth marketing merupakan strategi promosi yang paling jitu, karena tidak mungkin dia merogoh kocek terlalu dalam untuk melakukan promosi besar-besaran. Artinya, kepuasan pelanggan harus dinomorsatukan untuk mendapatkan efek word of mouth.Ternyata pilihannya tepat. Pelanggan yang puas mengabarkan secara berantai kualitas produk CV Bandung Prima Kencana yang mengusung brand BEKaos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya individu atau kelompok saja yang akhirnya menjadi pelanggan BEKaos, dalam perkembangannya banyak perusahaan besar yang menjadi pelanggan setianya. “Telkom Jakarta Selatan, merupakan korporat pertama yang menjadi pelanggan saya,” ujar pria kelahiran Riau 7 Maret 1970 ini.Namun Fauzi mengakui pada era 90-an pelanggan kelompok merupakan pelanggan terbesarnya. Dalam satu minggu ada 50 kelompok lebih yang memesan kaos ke BEKaos. Kelompok itu bisa terdiri atas anak sekolah, bisa juga kelompok remaja dengan hobi tertentu. “STM Budi Utomo (Budut) merupakan salah satu sekolah pelanggan utama saya,” ujar Suami dari Zuhaera yang telah setia mendampinginya selama 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, bapak dari Rafida Fahira, Kiftia Chairunnisa dan Meylisca Fauziah ini berhasil merangkul pelanggan individu, kelompok maupun korporat. Setelah perusahaannya berusia 10 tahun, BeKaos tercatat memiliki pelanggan korporat tetap, seperti Telkom, Trakindo, Garuda, PT Indosat, PT.Fumakila, Indofood, United Tractor, PT Harini Asri Bahari dan beberapa perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). “Ada salah satu PJTKI yang menjadi pelanggan saya selama 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omsetnya cukup bagus,” ujar pria yang juga menjadi pengurus HIPMI Jaya ini. Belum lama ini Fauzi mendapat order dari Garuda Maintenance Fasility sebanyak 7000 set, terdiri atas celana, kemeja, jaket, seragam overhoule. “Kebetulan saya yang memenangkan tender senilai Rp 1,2 miliar itu. Padahal yang ikut tender perusahaan-perusahaan besar. Saya juga mendapat pesanan untuk Aerowisata Catering Service senilai sekitar Rp 400 juta,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kiat BEKaos bisa memenangkan order untuk korporat besar? “Harga yang kompetitif, mutu yang terjamin dan pengerjaan yang tepat waktu. Untuk bisnis special order ini pengerjaan tepat waktu sangat menentukan. Malah kadang-kadang harga tidak terlalu diperhatikan. Yang penting pengerjaan waktunya tepat. Misalnya ada perusahaan yang mau launching produk. Meski waktunya sudah mepet kami bisa mengerjakan order tepat waktu.” Untuk memberikan garansi kualitas, Fauzi meyakinkan kepada konsumen bahwa BEKaos sendiri yang membuat produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum deal terjadi, Fauzi mengajak calon konsumen untuk melihat fasiltas produksi BeKaos yang berdiri di atas lahan 1000 M2, di daerah Condet.Dengan mempertimbangkan efisiensi dan supaya harga tetap kompetitif, Fauzi membatasi pesanan minimal 10 lusin. “Kalau pesanan banyak cost bisa kami tekan, baik dari sisi bahan baku maupun dari sisi tenaga kerja,” ungkapnya. “Namun untuk konsumen korporat saya bisa melayani pesanan di bawah 10 lusin. Tujuannya, agar perusahaan tersebut mengenal produk kami,”katanya.Dengan berbagai strategi jitu tersebut Fauzi bisa mengibarkan BeKaos. Usaha yang awalnya dimulai dari sebuah ruang kontrakan ini kini sudah memiliki fasilitas produksi seluas 1000 M2. Karyawannya yang semula dua orang ini kini sudah mencapai sekitar 72 orang. Bahkan Fauzi digandeng oleh Pemda DKI untuk membuat merchandise yang memiliki ciri khas DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merchandise ini akan dipasarkan di pusat-pusat wisata yang tersebar di DKI, misalnya Monas dan Ancol. Bukan itu saja, Fauzi juga sudah merambah bisnis lain dengan mendirikan PT.ORBIT REKATAMA (Orbit.Comm) yang bergerak di bidang marketing communication. Ia juga berinvestasi di properti dengan membeli empat ruko. Ruko-ruko ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan BEKaos, namun untuk sementara masih disewakan kepada pihak lain.Meskipun mulai merambah ke bidang bisnis lain, tetapi Fauzi mengaku tidak akan meninggalkan bisnis utama yang telah membesarkan namanya. Obsesinya, Fauzi ingin mendirikan pabrik garmen. “Ini karena keinginan saya yang sangat sederhana yakni bisa mempekerjakan lebih banyak orang. Saya sangat bahagia kalau bisa mempekerjakan lebih banyak orang,” pungkas anak keenam dari tujuh bersaudara hasil perkawinan dari H Ishak Arief dan H. Hamsiah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6333566517467958945?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6333566517467958945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6333566517467958945' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6333566517467958945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6333566517467958945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/kaos-promosi-tetap-ok.html' title='Kaos Promosi Tetap OK'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3469877963818011328</id><published>2008-10-27T00:13:00.001-07:00</published><updated>2008-10-27T00:19:58.252-07:00</updated><title type='text'>Monalisa : Pelopor Burger di Kota Gudeg</title><content type='html'>Monalisa Burger menjadi gaya makan baru masyarakat Yogyakarta. Kendati muncul pesaing baru, Monalisa terus ekspansif. Prospek pasarnya masih lebar. Bila senja telah tiba, suasana Jl. Kaliurang, Jogja mendadak berubah menjadi semringah. Makanan apa saja yang Anda inginkan pasti tersedia lengkap di sini. Dari menu asli Indonesia, hingga menu-menu manca negara. Diantara deretan warung para juragan makanan tersebut, ada sebuah gerai yang tidak pernah sepi. Itulah gerai Monalisa Burger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun terkenal sebagai spesialis burger, Monalisa juga menjual menu barat lainnya seperti piza, spagheti, hot dog, dan aneka minuman ringan. Monalisa Burger, boleh dibilang pelopor burger local. Hari-harinya dikomandoi Wibowo Agung Sanyoto. Monalisa dibuka 1988. Awalnya hanya sebagai pengisi waktu di sela-sela kegiatan kuliahnya di Jurusan Perminyakan di UPN Veteran. Pilihannya jatuh pada burger, yang kala itu, masih terbilang asing bagi orang Jogja.Ia tertarik bisnis burger karena makanan ini praktis dan bisa ditenteng atau makan sambil jalan. Selain itu, makanan ini termasuk menu yang “bergengsi” (padahal burger itu makanan kelas pekerja kasar di negeri asalnya.Red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pengetahuan memadai ia mengajak ibunya menjadi “cook” dadakan. Padahal sang ibu pun idem ditto tak ngerti burger. Untung sang ibu termasuk ahli masak, dan cepat menangkap maksud Agung ketika dideskripsikan secara lisan. Tentang nama Monalisa Agung punya alasan yang rasional. “Saya ingin menggunakan nama-nama yang sudah dikenal banyak orang agar gampang akrab,” kata Agung.Sebagai edisi perdana Monalisa diperkenalkan Agung kepada kolega terdekat. Selanjutnya konsumen sudah mulai berdatangan. Pada umumnya awalnya mereka penasaran melihat tulisan spanduk Monalisa burger, karena dianggap sebagai makanan yang masih asing. “Semula orang bertanya-tanya, lalu coba-coba akhirnya menjadi ketagihan,” katanya.Monalisa menjadi berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah Monalisa mulai berkembang perusahan batik milik keluarga dengan merek Bintang Sejuta mulai redup. Belum genap setahun, Agus telah memiliki karyawan yang jumlahnya 20 orang khusus untuk membuat burger. Ia pun mulai memproduksi roti sendiri biar kualitas dan harganya terjamin.Kekuatan Monalisa?. Agung berani bertaruh karena daging yang empuk, karena racikan sang ibu, dan tampilan yang segar. Kini Monalisa melenggang terus, kendati kini banyak pesaing baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika Mc Donald masukpun Agung tak gentar, “Alhamdulillah pelanggan kami banyak yang loyal, mungkin sudah cocok dengan menu kami,” katanya. Kendati harga Monalisa lebih mahal dari Mc Donald, menurut Agung konsumennya ogah pindah. Sebagai gambaran Agung melepas burgernya dengan harga rata-rata Rp 6.500/pieces. (Bandingkan dengan pemain besar asing).Monalisa telah menjadikan kocek pemilik Agung sekeluarga semakin tebal. Dari tiga gerainya di seantero Yogya diperkirakan membukukan 600 transaksi per malam. Itu sebelum kenaikan harga minyak. Katakanlah sekali makan orang menghabiskan Rp 5000 saja, berarti semalam volume penjualannya mencapai Rp 3,5 juta. Kalau sebulan? Bisa dihitung sendiri. Jadi mengapa burger? Dengan margin keuntungan, katakanlah 20% saja, bisa dihitung berapa isi kocek Wibowo sekeluarga per bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wibowo tampaknya mengiyakan, trend perubahan pola makanan masyarakat moderen menjadi salah satu sebab mengapa bisnis burger semakin berkembang. Dan yang penting juga prospek dan peluang usahannya semakin hari semakin lebar. Dengan sedikit penjualan yang menurun (kurang lebi 50% karena kenaikan harga BBM), Agung tetap melaju dengan bulatan burgernnya. Buktinya, baru-baru ini dia membuka satu gerai baru di kawasan Seturan Yogyakarta. So burger will be the next big business hah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3469877963818011328?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3469877963818011328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3469877963818011328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3469877963818011328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3469877963818011328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/monalisa-pelopor-burger-di-kota-gudeg.html' title='Monalisa : Pelopor Burger di Kota Gudeg'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7921568567030838402</id><published>2008-10-26T23:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T23:32:20.202-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Isi Ulang Tinta Dari Veneta System</title><content type='html'>Veneta System sukses menjalankan bisnis isi ulang (refill) tinta printer baik toner, catridge maupun ribbon. Para Calon Franchisee diundang untuk membeli lisensinya. Sebuah peluang investasi yang menarik. Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997 secara tidak langsung berpengaruh terhadap prilaku konsumen atau pemakai tinta printer, khususnya pemakai tinta printer original yang harganya cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kendati krisis menerpa, permintaan pasar Indonesia untuk produk ini tetap tinggi. Oleh karenanya perlu suatu manuver untuk mencari solusi. Kalau sebelumnya mereka menggunakan tinta printer asli, kini mereka mulai beralih untuk menggunakan tinta regenerasi, yakni isi ulang (refill) atau produk-produk remanufactured demi efisiensi pemakaian alat kantor . Veneta System yang ahli refill tinta printer, baik untuk laser jet (toner) maupun inkjet (cartridge) hadir di Indonesia tepat pada waktunya untuk memberikan solusi bagi konsumen modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Veneta System, Adrianus Widjaja, karena kondisi di ataslah Veneta System hadir di Indonesia selain mengusung brand yang tinggi juga teknologi Eropa untuk produk mengisian ulang tinta printer berbagai merk dan type.” Adrianus juga mamaparkan bahwa dari hasil survai yang dilakukan oleh Veneta System sebelum terjun ke bidang usaha ini, tampak terlihat adanya suatu potensi pasar yang cukup besar dengan suatu tuntutan kualitas hasil kerja yang baik dengan harga terjangkau untuk bidang isi ulang tinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, dari sekian banyak pilihan yang ditawarkan, pihak manajemen mengambil konsep usaha dan teknologi Veneta System yang telah terbukti berkembang di Italy dan negara-negara lain di Eropa umumnya. “Veneta System berkembang cukup baik, terbukti dengan meningkatnya jumlah pelanggan yang menggunakan jasa isi ulang tinta printer ini ke toko-toko Veneta System,” kata Adrianus. Menurut Adrianus Veneta System tak diragukan lagi kehandalannya. Selain secara teknologi mendapat dukungan dari Veneta System di kantor pusatnya di Jakarta, seluruh jaringan toko juga memberikan dukungan kualitas dan layanan purna jual yang tak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perusahaan yang memberikan hak waralaba, Veneta System bukan sekedar pusat isi ulang tinta printer, melainkan juga merupakan sebuah system dan konsep usaha. “Yang dijual Veneta adalah sebuah system baik itu system pemasaran maupun franchise yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia,” kata Adrianus.Untuk pasar Indonesia waralaba Veneta System (franchise) sudah mulai dikembangan dan ditawarkan ke publik pada pertengahan tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mereka sampai pada keputusan “go franchise” ini, manajemen telah melakukan riset pemasaran yang cukup serius selama setahun baik terhadap produk, teknologi maupun konsep usahannya. “Sampai saat ini, Veneta System telah mengoperasikan lebih dari empat puluh outlet diberbagai kota di Indonesia, dan akan terus berkembang ke seluruh pelosok di tanah air”, katanya optimis.Menurut Adrianus, Veneta System bukan saja sebuah jaringan pemasaran satu produk, tapi sebuah konsep nilai sebuah merek (brand value). Dan ketika sebuah brand semakin berharga, maka nilai satu perusahaan semakin tinggi. Karena “value” inilah maka vaneta System berani mengembangkan diri dengan pola waralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kebutuhan nilai ini maka Adrianus sangat ketat dalam menentukan standar bagi seorang calon pewaralaba. Persyaratan itu misalnya, termasuk tampilan fisik sebuah outlet, gaya arsitekturnya, jenis dan spesialisasi usaha, konsep dagang, kebijakan usaha, bahkan pelatihan untuk sumber daya manusia hingga pada pengenalan mesin-mesin pengisi-ulang (refill) tinta terbaru.Adrianus memberikan gambaran, harga jual waralaba Veneta System relatif murah dibandingkan dengan investasi waralaba pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar investasi yang harus dikeluarkan oleh calon pewaralaba sangat tergantung dari luas toko dan kelengkapannya. Veneta hanya memberikan arahan bagi pembangunan outletnya. Untuk biaya awal waralaba (franchise fee) berlaku untuk lima tahun dan biaya tersebut termasuk digunakan untuk biaya pelatihan SDM, biaya survey, perlengkapan laboratorium pengisian tinta dan komponen biaya lain.Mahal? Adrianus memastikan nilai tersebut bahkan belum sebanding dengan benefit yang diperoleh pewaralaba. Karena menurut hitungannya, delapan puluh persen dari investasi yang ditanamkan tersebut sebenarnya langsung dinikmati oleh penerima waralaba (franchisee).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya untuk pemenuhan termasuk stok dan standar design, layout dan image toko. Dan yang menggembirakan Adrianus memperkirakan hanya dalam waktu dua tahun investasi bakal balik modal. Sebagai sebuah peluang usaha tentu saja sangat menarik. Di tengah gencarnya pertumbuhan para pesaing sejenis, kini Veneta System telah memiliki jaringan di berbagai kota besar di Indonesia. Menurut Adrianus, untuk mewujudkan pelayanan yang baku tersebut, maka pengawasan manajemen sangat ketat. Dengan konsep yang standar dan sama tersebut, menurut Adrianus setiap outlet akan merasa bahwa mereka bagian dari Veneta System yang baku dan profesional. Khusus untuk outlet-outlet di luar Jabodetabek ada extra cost pada investasi awal. Yaitu biaya survey lokasi dan biaya kunjungan berkala dari manajemen pusat. Sementara untuk semua biaya pengiriman barang akan ditanggung oleh pihak supplier. Melihat trend bisnis di Indonesia, serta maraknya bisnis franchise di Indonesia, adalah tidak salah untuk mempertimbangkan membeli Veneta System sebagai pilihan investasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7921568567030838402?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7921568567030838402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7921568567030838402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7921568567030838402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7921568567030838402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-isi-ulang-tinta-dari-veneta.html' title='Bisnis Isi Ulang Tinta Dari Veneta System'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2235617746677457342</id><published>2008-10-26T22:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T22:40:16.649-07:00</updated><title type='text'>Peluang Usaha Campina Scoop Counter</title><content type='html'>Produsen es krim Campina lagi gencar menawarkan peluang usaha baru, yakni kerja sama membuka Campina Scoop Counter. Cukup berbekal sewa ruang plus modal sekitar Rp 3 juta, Anda berpeluang meraup untung berlipat. Barangkali tak ada yang bisa menyebut dengan pasti, kapan es krim mulai dikenal dan dicecap lidah orang Indonesia. Yang pasti, hingga kini gumpalan lembut nan dingin berbahan dasar susu ini sudah begitu lekat dengan lidah masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kelas atas atau kelas bawah, anak-anak juga dewasa, pada suka. Apalagi saat cuaca terik, ehm... alangkah segarnya mengulum es krim nan lembut itu. Kerongkongan yang gersang langsung segar kembali. Penjaja es krim di Indonesia juga lumayan banyak. Ada yang kelas rumahan, ada yang kelas industri. Salah satu pemain es krim kelas industri yang cukup terkenal adalah PT Campina Ice Cream Industry, produsen es krim berlabel Campina. Lazimnya perusahaan es krim skala industri, selama ini Campina menjual produk-produknya dalam bentuk kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai tahun ini penggemar es krim Campina bisa memilih sendiri jenis es krimnya dalam takaran sendok atawa scoop. Pasalnya, sejak Juli lalu Campina mulai mengembangkan Campina Scoop Counter (CSC), gerai yang menjual es krim Campina dalam satuan scoop. Campina bukanlah satu-satunya produsen yang menerapkan strategi pemasaran ala scoop counter ini. Beberapa pemain besar yang sudah beken di seantero bumi sudah lebih dulu melakoninya. Sebut saja Hagen Daaz, Baskin &amp;amp; Robins, dan New Zealand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski harus bersaing dengan nama-nama yang sudah mendunia, manajemen Campina mengaku tak gentar lantaran merasa memiliki kelebihan tersendiri. "Kami punya produk yang sangat bervariasi, dan harganya tidak mahal," ujar Nu'man Abdussyakur, Area Sales Manager Jakarta PT Campina Ice Cream Industry. Asal tahu saja, es krim Campina cuma dibanderol Rp 2.500 per sendok yang dimasukkan dalam cone atau cup.Modal semiwaralaba cuma Rp 3 jutaCampina juga tidak mau repot mengurusi sendiri gerai-gerai kecil tersebut. "Kami tawarkan pada masyarakat yang berminat untuk membuka gerai CSC dengan sistem semi-franchise," ungkap Nu'man. Cara ini rupanya cukup ampuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta saja, kata Nu'man, saat ini sudah ada sekitar 80 gerai. "Tahun ini targetnya 200 gerai di Jakarta dan 500 gerai di seluruh Indonesia," ujarnya. Bila berminat, Anda tentu harus menyiapkan sejumlah duit. Tidak besar, kok. "Hanya Rp 3 juta," kata Nu'man. Dana ini dipakai untuk membeli peralatan dan perlengkapan gerai yang total harganya mencapai dua juta perak. Anda juga akan mendapat gerobak mungil dan pinjaman kotak freezer dari Campina. Nah, sisa satu juta perak lagi dipakai sebagai uang jaminan. "Nantinya dikembalikan jika tidak mau jadi mitra CSC," kata dia.Enaknya lagi, karena sifatnya semi-franchise, Campina tidak menarik biaya waralaba (franchise fee) dan biaya royalti. "Jadi, orang berpeluang membuka usaha dengan merek ternama, tapi dengan biaya murah," ucap Nu'man berbumbu promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas paling serius yang harus dilakukan calon terwaralaba adalah mencari lokasi yang cocok untuk membuka CSC. Campina menetapkan syarat, lokasi itu harus ramai disambangi orang, setidaknya 200 orang tiap hari. Tak harus di mal atau pusat perdagangan, lokasinya juga bisa di sekolah, terminal, bandara, asalkan kebersihannya terjaga. Tentu saja, Campina akan melakukan survei untuk memastikan kelayakan lokasi itu. Oh, ya, selain modal uang yang Rp 3 juta tadi, si mitra Campina tentu juga harus menyediakan duit untuk sewa ruang usahanya. Tapi, jumlahnya tak terlalu besar, kok. Sebab, CSC tak membutuhkan ruang yang terlalu luas. Bahkan, Anda bisa nebeng ke pemilik kios atau gerai besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nu'man menganjurkan, sewanya jangan sampai melebihi Rp 1.000.000 per bulan. Ini untuk memudahkan investor mencapai target balik modal. Tapi, saran Nu'man itu hanya patokan. Anda bisa mengabaikannya bila Anda yakin benar akan potensi lokasi pilihan Anda. Seperti pengalaman Sally, mitra Campina yang memiliki 15 gerai di Bandung. Sewa ruang gerainya di ITC Kebon Kelapa, Bandung, misalnya, sekitar Rp 2.000.000 per bulan. Toh, Sally tetap mengeduk untung dari situ. Soalnya, "Di situ saya bisa dapat omzet Rp 700.000 tiap hari," ungkapnya bangga.Makin kreatif, makin untungMemilih lokasi yang pas memang tak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bisa saja lokasi itu ramainya bukan main, tapi besok -besok bisa sepi kayak kuburan. Hal serupa ini pernah dialami Sally di gerainya yang berlokaasi di Griya Sumber Sari. Untuk menyiasatinya, jangan menyewa ruang untuk jangka panjang. Cukup sewa bulanan atau paling lama tiga bulan. Jadi, bila lokasi gerai mulai sepi, kita bisa cepat pindah ke tempat lain. Selain lokasi yang oke punya, agar keuntungan deras mengalir ke brankas, kunci suksesnya adalah kejelian dan kreativitas dalam memberikan nilai tambah pada barang dagangan. Campina tidak mewajibkan Anda menjual es krim ini secara plain vanilla alias lugu, yaitu Rp 2.500 per cone atau cup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si mitra bebas mengkreasikan penyajian es krimnya, hingga bisa pula menjualnya dengan harga lebih tinggi. Contoh kecil saja, Anda bisa membubuhkan stroberi, wafer, atau cookies nan renyah di atas es krim, lalu jual dengan harga, misalnya, Rp 5.000. Semakin kreatif Anda menyajikan es krim, semakin besar minat konsumen dan keuntungan Anda. So, semakin cepat pula modal Anda balik. Nah, asal lokasinya oke, dengan cara penjualan standar saja Anda tetap bisa menikmati keuntungan yang senikmat es krim. Sebab, margin kotornya mencapai 60%. Dengan omzet Rp 6 juta per bulan saja, sekitar 3 bulan modal Anda sudah balik. Bulan selanjutnya, Anda tinggal menyesap keuntungan. Slurp... slurp.... Nyes, nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es Krim dari GarasiEs krim Campina merupakan salah satu industri es krim lokal yang sanggup bertahan di tengah serbuan industri es krim asing. Siapa sangka, es krim lokal ini berasal dari sebuah garasi sederhana?Kisahnya bermula tahun 1970. Sang pendiri, Pranoto, mulai mengolah es krim di garasi rumah mungilnya di Kota Surabaya. Kala itu es krim belum sepopuler sekarang, sehingga dia harus bersusah payah menjajakan es krim buatannya. Pada tahun kesepuluh, barulah Pranoto berhasil membeli mesin pengolah es krim yang khusus didatangkan dari Italia. Lokasi produksinya, sih, tetap di garasi rumahnya itu. Tapi dengan mesin lebih canggih itu usahanya makin maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setengah dekade kemudian, ia memindahkan kegiatan usahanya ke kawasan bisnis bergengsi di Rungkut Industrial Estate, Surabaya. Tahun 1994, keluarga Sabana Prawirawidjaja, pemilik PT Ultra Jaya Milk Industry, membeli sebagian saham perusahaan ini. Nama perusahaan pun berubah dari CV Pranoto Pancajaya menjadi PT Campina Ice Cream Industry, sampai sekarang. Kini, produk-produk perusahaan ini cukup populer dan gampang dijumpai di minimarket, supermarket. Tersebut pula beberapa tempat makan lain yang khusus memakai es krim buatan Campina, antara lain D'Crepes, Music Cafe, Steak Obonk, Carrefour Restoran, Embargo Coffee Shop, dan Inul Vista Karaoke&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2235617746677457342?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2235617746677457342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2235617746677457342' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2235617746677457342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2235617746677457342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/peluang-usaha-campina-scoop-counter.html' title='Peluang Usaha Campina Scoop Counter'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3957035389246798464</id><published>2008-10-26T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T22:33:15.884-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Bioskop Mini - JadiJuragan Bioskop Kelas Cilik</title><content type='html'>Terbuka lebar peluang bisnis bioskop mini. Tak hanya di daerah yang bioskopnya masih minim, di kota besar macam Jakarta pun bisnis ini masih menjanjikan. Pasarnya masih cukup besar. Modalnya relatif kecil, dan marginnya tinggi, mencapai 75%. Sejak zaman bokap dan nyokap pacaran, nonton film sudah menjadi salah satu menu kencan pasangan anak muda. Nonton film di bioskop juga merupakan salah satu aktivitas yang paling asyik untuk menjeda rutinitas. Dan, juga untuk mencari inspirasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era digital ini, jika tak punya waktu ke bioskop, kita memang bisa menonton DVD di rumah. Apalagi sudah ada perangkat audio visual canggih yang bisa menghadirkan home theater di kediaman Anda. Cuma, bagi pecinta nonton, memelototi film di rumah tak seasyik menonton di bioskop. Ada greget yang hilang. Mungkin dari perjuangan berat usel-uselan mengantre tiket, ngecengin orang-orang yang ada di situ, sampai memergoki-atau dipergoki-penonton lain tengah pacaran di dalam theather.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana, dong, kalau di kota kita belum ada bioskop, atau kalaupun ada jumlahnya sedikit? Inilah sebuah peluang bisnis baru. Untuk menggantikan bioskop, kini mulai bermunculan yang namanya bioskop mini. Peluang usaha teater cilik ini tentu saja menjadi amat lebar di daerah-daerah yang belum memiliki bioskop atau yang jumlah bioskopnya sedikit. Salah satu contoh suksesnya adalah Movie Box yang berada di Jogjakarta. Terletak di kawasan dekat kampus, Movie Box merupakan sepotong ruang memanjang berukuran 6 x 9 meter. Ada lima perangkat audio yang mendukung kedahsyatan suara layaknya di sinema besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proyektor digantungkan di langit-langit dan ditembakkan pada tembok putih berukuran 4 x 6 meter.Di ruangan itu telah tertata kursi sofa yang disusun bertingkat, persis kayak kursi di bioskop. Sofanya berjumlah 12 set, yang bisa diduduki oleh 12 pasangan alias 24 orang. Asyik, to? Ya, untuk bisa menonton di Movie Box ini, pengunjung biasanya datang berdua, sebab tiketnya dijual untuk dua orang sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarifnya Rp 30.000 untuk non-member dan Rp 15.000 untuk member. Pada hari biasa, Movie Box buka untuk tiga sesi pemutaran film, yakni pukul 14.30, 17.00, dan 19.30. Pada weekend, jadwal main film ditambah pada pukul 22.00 dan midnight. Soal film, Movie Box tak kalah dari jaringan bioskop besar. Movie mini ini selalu memutar cakram berisi film-film terbaru Hollywood. Sebagian besar kursi selalu terisi Kehadiran Movie Box mendapat sambutan hangat kawula muda Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jam pertunjukan, sebagian besar kursi terisi. Pengunjungnya tak hanya mahasiswa yang merupakan target pasar utama, tapi juga anak-anak SMU-bahkan para ABG. Sering pula sekelompok pengunjung mencarter atau memblocking time di Movie Box. Tarifnya Rp 120.000 untuk satu kali pertunjukan. Tak jarang pula ada perusahaan yang mem-booking Movie Box selama seminggu penuh dan memutar film-film box office yang mereka sponsori. "Kalau dirata-rata, tingkat penjualan tiketnya sekitar 80%," beber Cahyadi, pemilik dan pengelola Movie Box.Sukses Movie Box menjaring banyak penonton berkat adanya sistem membership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi anggota, orang harus membayar joining fee sebesar Rp 40.000. Imbalannya, selain bisa membeli tiket dengan harga miring, si member juga akan mendapat fasilitas belanja diskon di beberapa toko, seperti Ginza, Soda Lounge, kosmetik Avon, Veneta Refill, dan NorthBound Boutique. Tak mau kalah dari bioskop-bioskop yang umumnya berada di mal atau pusat hiburan, Movie Box juga membuka coffeeshop di sebelah ruang teaternya. Selain dari penjualan tiket yang bisa memberi keuntungan sekitar 75%, kedai kopi ini ikut menyumbang keuntungan yang lumayan ke kantong Cahyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, perusahaan yang berawal dari usaha penyewaan VCD ini bisa balik modal kurang dari setahun. Di Jakarta pun peluangnya cukup besar Bisnis bisokop mini ini tak hanya berpeluang di kota atau daerah yang jumlah bioskopnya minim. Di kota besar seperti Jakarta yang sudah memiliki begitu banyak gedung bioskop-mulai kelas premier hingga kelas pasar rakyat-usaha ini juga lumayan subur. Maklumlah, tetap ada pasar bagi orang-orang yang hendak menonton film di luar rumah, tapi ogah antre, ingin suasana yang lebih privasi, dan tentu saja harga tiket yang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja contohnya teater mungil bernama Subtitles yang terletak di lantai dasar Dharmawangsa Square. Bioskop mini yang sekaligus juga merupakan usaha rental DVD ini memiliki ruang nonton berukuran 5 x 3 meter untuk maksimal enam pengunjung. Tarifnya, baik menonton sendiri atau berkelompok, Rp 80.000 untuk satu kali pertunjukan. Itu untuk yang non-member. Member bioskop mini ini cukup membayar Rp 60.000. Buka mulai pukul 10.00 pagi, Subtitles yang memutar film empat kali pada hari biasa plus midnight pada akhir pekan ini tak pernah sepi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya hanya anak-anak muda, rombongan ibu-ibu atau keluarga juga kerap bersantai di sini. Untuk weekend, sering kali pelanggan harus booking dulu empat hari sebelumnya. Menurut Fujianto, Sales and Marketing Subtitle, bioskop kecil ini bermodalkan Rp 150 juta. "Memang belum balik modal. Kami perkirakan setidaknya pada tahun kedua sudah balik modal," ujarnya. Usaha bioskop kecil ini juga bisa menjadi kembangan atau pelengkap bisnis lama yang sudah Anda rintis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh langkah yang dilakukan Ke'kun CafÃ© yang membuka layanan bioskop kecil bernama Flickers di kafenya yang berlokasi di kawasan Kemang. "Flickers merupakan tambahan fasilitas bagi pengunjung kami, sama seperti bar atau ruang karaoke," terang Patrick Sinaga, PR &amp;amp; Marketing Manager Ke'Kun CafÃ©. Flickers merupakan suatu ruang teater kecil berukuran 5 x 3 meter. Di situ ada tiga set sofa yang bisa menampung delapan orang pengunjung. Secarik layar dari kain terpampang di dinding, siap menyambut sorotan film dari proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sound-nya lumayan. "Setiap hari Flickers pasti terisi," ujar Patrick. Sebagian penonton adalah pengunjung kafe yang ingin makan dan menonton sembari menunggu kemacetan lalu lintas di sana menyusut. Maklum, di ruangan teater ini, penonton bisa makan dan minum, tapi tak bisa merokok. Namun, sebagian pengunjung lainnya memang sengaja datang untuk menonton film; baik datang sendiri, dengan pasangan, atau bergerombol. Enaknya lagi, di sini pengunjung bisa membawa sendiri film yang hendak di tontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menikmati film di Flickers, baik Anda datang sendiri atau dengan orang lain, Anda harus membayar ongkos sebesar Rp 99.000 untuk satu kali pemutaran film. Cuma, ada catatan penting menyangkut hak cipta (copyright) film. Umumnya, film dalam format DVD hanya boleh diputar untuk konsumen individual. Jangan-jangan jika film itu diputar untuk banyak orang dengan memungut bayaran akan menimbulkan masalah di belakang hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3957035389246798464?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3957035389246798464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3957035389246798464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3957035389246798464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3957035389246798464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-bioskop-mini-jadijuragan-bioskop.html' title='Bisnis Bioskop Mini - JadiJuragan Bioskop Kelas Cilik'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6805001087786704241</id><published>2008-10-26T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T22:30:18.723-07:00</updated><title type='text'>Bos ATM Foto Bermodal Rp 50 Juta</title><content type='html'>Makin beragam saja jenis mesin pencetak foto digital yang berbentuk ATM. PT Modren Foto pun menawarkan mesin terbarunya. Dihitung-hitung, dengan modal tak sampai Rp 50 juta bisnis ini bisa balik modal paling lama setahun. Inovasi produk-produk berteknologi digital melaju amat pesat. Begitu dahsyat kemajuan itu hingga terjadi perubahan selera, pola konsumsi, dan mengubah peta bisnis dan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk berteknologi lama langsung terasa usang, kuno, dan merepotkan bila versi digitalnya sudah lahir. Orang pun beralih ke produk digital, mau tak mau, industri pun harus menata diri mengikuti kebutuhan baru pasar itu Contohnya saja kamera. Kini memakai kamera lama dengan sistem manual terasa ribet dan mahal. Maklum, kamera analog masih menggunakan film yang cukup mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pakainya pun lumayan ruwet, sementara hasil jepretan pun belum tentu bagus. Saat menjepret rasanya asyik-asyik saja, eh, begitu dicetak hasilnya bisa kabur atau malah hangus. Bikin keki saja. Makanya, orang-orang cenderung beralih ke kamera digital. Selain tanpa film, pengoperasian kamera digital begitu sederhana. Anak kecil juga bisa. Hasil jepretan pun bisa diketahui seketika. Apalagi, harganya pun cenderung turun dengan munculnya kamera-kamera digital baru yang lebih canggih dan trendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam yang lebih hebat lagi terjadi pada industri ponsel. Kalau dulu, orang sudah cukup bangga menenteng ponsel mini yang hanya bisa bicara dan SMS. Kini, orang harus pakai ponsel yang ada kamera digitalnya. Tren penggunaan kamera digital-baik itu tustel atau ponsel-otomatis membawa perubahan bagi industri cetak foto. Kini orang membutuhkan pencetak foto digital. Ya, pada satu tahapan era digital ini, sebuah foto belum banyak berarti kalau baru ada di dalam memory card, ponsel, flush disk, atau hardisk komputer. Orang masih ingin memandangi kegantengan atau kecantikan dirinya sendiri pada sebuah kertas, pada hasil cetak foto. Nah, kebutuhan pencetak foto digital semakin meningkat seirama melonjaknya penjualan kamera digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip data GFK-lembaga survei independen internasional untuk fotografi digital-tahun ini jumlah permintaan kamera digital akan meningkat 70%. Dengan kenaikan sebesar ini, diperkirakan ang-ka penjualan kamera digital hingga akhir 2005 mencapai 300.000 unit. Makanya, selain memproduksi kamera digital, beberapa produsen juga mengeluarkan mesin pencetak foto. Menurut Henri Honoris, Direktur Sales dan Marketing PT Modern Photo, distributor Fuji Film di Indonesia, margin dari pen-jualan kamera relatif tipis. Untuk mendongkrak laba, mereka juga berbisnis cetak foto digital. "Seperti toko ponsel yang mengandalkan pemasukan lewat jualan voucher, begitulah kami mengandalkan bisnis cetak foto," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan para produsen itu tak cuma membikin laboratorium cetak digital yang investasinya lumayan gede. Mereka mulai memasarkan mesin pencetak foto mini yang bentuknya mirip mesin penarik duit ATM. Itu pula sebabnya perangkat ini kerap dinamai ATM foto.Gampangnya, di mesin ATM foto ada monitor. Lalu, di situ juga ada slot atau lubang-lubang untuk membaca segala macam alat pe-nyimpan foto digital. Bisa CD, disket floppy yang kuno itu, dan tentu saja segala jenis memory card. Kalau mau cetak dari komputer laptop, PDA, atau ponsel juga bisa, karena mesin ini mempunyai fasilitas inframerah dan juga bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja peranti yang Anda bawa harus punya fitur inframerah atau bluetooth pula.Margin kotor bisa dapat 75%Pionir ATM foto adalah Kodak yang kini memasuki generasi ketiga. Sudah cukup banyak pengusaha yang menggunakan ATM foto Kodak sebagai periuk nasinya. Kalau berminat, Anda bisa memperolehnya dengan modal Rp 135 juta (KONTAN, 21 Juni 2004). Bagi yang mau berbisnis ATM foto dengan modal lebih kecil, coba saja M Print Station Plus (MPS+) hasil besutan PT Modern Foto. "Investasi awalnya sekitar Rp 50 juta seunit," terang Henri. Mesin MPS+ bisa mencetak foto hanya dalam waktu 20 detik. Kecepatan ini bisa meningkat asal ditambah printer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan warnanya yang merah menyala, MPS+ sangat cocok mengincar kaum ABG sebagai target pasarnya. Mesin dengan layar sentuh ini begitu mudah dioperasikan tanpa bantuan operator. MPS + mampu mencetak berbagai ukuran mulai dari 2S (1R) seharga Rp 2.000, 3S (2R) Rp 3.000, hingga 4R Rp 5.000. Kualitas cetaknya sama seperti Fuji Digital Image, laboratorium foto digital milik Modern Foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi apakah masih ada peluang di tengah maraknya produk sejenis dan laboratorium foto digital? "Masih ada," kata Henri hakulyakin. Kuncinya: ambil lokasi yang tepat. "Sebaiknya kita cari tempat yang belum ada saingannya," saran Hendra Gunawan, salah satu pemilik MPS+ yang juga memiliki ATM Kodak. Ia menambahkan, kalau tak ada saingan, jangankan buka di mal, buka di ruko pun ia berani melakoni. Salah satu gerai MPS+ miliknya yang laris-manis ada di Pasaraya Manggarai. "Wah, yang mencetak di MPS+ sampai antre, nih," ujar Tahyuni, kepala Hawaii Foto, gerai milik Hendra Gunawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah puyeng sendiri me-mikirkan bagaimana lokasi yang pas itu, sebab Modern Foto siap membantu pelaksanaan survei lokasi. Biaya sewa ruangnya tentu tak mahal, karena ruang yang dibutuhkan tak luas. Bahkan, kalau Anda sudah punya usaha semacam fotokopi, apotek, warnet, atau studio foto tak perlu repot-repot menambah ruang usaha untuk ATM foto ini. Modern Foto juga memberikan layanan purnajual dan garansi setahun bagi pembeli ATM fotonya. "Ini bisnis bagus, paling tidak setahun sudah balik modal," ucap Henri berpromosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, pasarnya bakal terus bertumbuh seiring terus membesarnya angka pengguna kamera dan ponsel berkamera digital. Dan, enaknya, margin MPS+ bisa mencapai 75%. Sebab, biaya produknya hanya sekitar 25%. Ke depan, bisnis ini agaknya menjadi favorit para pengusaha kecil yang tangguh. Pilihan mesin pencetak foto bakal makin bertambah dengan masuknya Konica pada akhir tahun ini. Konon, mereka bakal menjual produk ATM foto seharga US$ 5.000 seunit. Nyok kita cetak foto sambil mencetak fulus pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin Kamera Sendiri Sangkakala maut industri rol film fotografi sayup-sayup mulai terdengar. Tren ke arah kamera digital makin meminggirkan peran kamera analog. Makanya, para distributor film pun mulai berbenah. Mereka serius menggeluti bisnis cetak digital dan mulai membuat kamera digital sendiri. Salah satunya PT Modern Foto, distributor Fuji Film di Indonesia. Fuji Film baru saja melansir produk keduanya, Mpix Digital Camera. "Total kandungan lokalnya bisa mencapai 90%," jelas Lendy Susanto, Presiden Direktur PT Modern Photo.Mpix merupakan kamera digital dengan resolusi 3,1 megapixel. Kamera ini dilengkapi layar LCD warna 1,5 inci TFT, dan internal memory sebesar 8 MB. Dan, bisa pula untuk rekam suara dan video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera digital ini merupakan seri kedua yang diluncurkan Modern Photo. Sebelumnya, Mpix seri pertama diluncurkan Juli 2005 dan telah terjual 10.000 unit dalam lima bulan. Ini membuat Modern Photo optimistis Mpix seri terbaru yang bakal dijual Rp 1 juta per unit bisa melampaui penjualan kamera seri pertama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6805001087786704241?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6805001087786704241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6805001087786704241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6805001087786704241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6805001087786704241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bos-atm-foto-bermodal-rp-50-juta.html' title='Bos ATM Foto Bermodal Rp 50 Juta'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7129684745150992289</id><published>2008-10-26T22:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T22:05:02.692-07:00</updated><title type='text'>Mencicipi usaha food court rumahan</title><content type='html'>Bila memiliki lahan luas, cobalah membuka usaha pujasera atau food court kecil-kecilan. Anda bisa mencontek pengembang dengan memanfaatkan uang milik penyewa sebagai modal. Kalau lokasinya strategis, dalam hitungan bulan sudah bisa menggapai titik impas. Makin banyak masyarakat Indonesia yang suka jajan. Eit, jangan mengurut dada dulu, jajan di sini bukan dalam artian konotatif, melainkan arti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja food court di mal yang lokasinya strategis atau warung-warung di lokasi perkantoran yang selalu penuh sesak. Sama seperti kongko di kafe, jajan bukan sekadar pengisi perut, tapi sudah menjadi gaya hidup. Kalau sudah begini, pengelola mal dan pemilik warung bisa menyunggingkan senyum lebar-lebar. Tapi, senyum itu bukan hanya buat mereka, kok. Kendati bukan pemilik mal dan tak piawai membikin makanan yang bisa membuat lidah bergoyang, Anda pun bisa melahap rezeki nan halal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin saja food court alias pusat jajan serbaada (pujasera) rumahan. Syaratnya gampang, kok, asal punya lahan di lokasi strategis, kreatif bikin dekorasi, dan gigih dalam memasarkan. Tengok saja yang dilakukan seorang penghuni perumahan di kawasan Ciputat, Tangerang, yang rupanya masih malu untuk menyebutkan jati dirinya. Tiga bulan lalu, bersama sang istri dia merombak rumahnya yang cukup luas untuk dijadikan food court kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berjualan di pujasera ini adalah para pedagang makanan yang tadinya menempati lahan milik pengembang perumahan itu. Nah, suatu ketika sang pengembang berniat memanfaatkan lahan tersebut sehingga para pedagang tergusur. "Ini kan perumahan baru, jadi sulit cari makanan. Makanya kami rombak rumah lalu kami tampung para pedagang itu," jelasnya. Ketimbang harus keluar kompleks dan keluar ongkos ojek, para penghuni lebih suka menyambangi food court milik dia. Walhasil, saban hari pujasera itu ramai dikunjungi pembeli. Tak ada menu yang samaModal Anda cekak? Don't worry be happy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja pengalaman Ryan Heryandi ketika membuka Pondok 1000 Rasa di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dua tahun silam. "Saya hanya punya lahan 350 m2, tapi enggak punya uang. Mau pinjam ke bank takut, butuh jaminan rumah," ucapnya. Alumni Universitas Parahiyangan Bandung itu pun lantas putar otak. Akhirnya ia membeli selembar tripleks, lalu menggantungnya di depan rumah. "Segera dibuka food court, hubungi nomor xxxx," begitu gaya Ryan berpromosi demi menjaring calon penyewa pujasera miliknya. Tak lama kemudian, banyak calon penyewa menyambangi Ryan dan menanyakan konsep yang bakal diusung. Ia pun menjelaskan, konsepnya meniru food court di mal Pondok Indah, tempat Ryan berniaga sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya konsep tersebut membuat hati calon penyewa kepincut. Apalagi lokasinya memang sangat strategis, di pinggir jalan dan persis di samping markas besar Grup Jawa Pos di Jakarta. Dalam tempo sebulan, setelah melewati proses seleksi, Ryan sudah mendapatkan 20 pedagang sebagai penyewa. "Seleksinya, tak ada counter yang memiliki menu sama. Tujuannya agar tak saling sikut," ungkapnya. Ia menarik uang sewa Rp 500.000 sebulan, dan para pedagang harus menyewa selama tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para penyewa juga kudu membayar uang jaminan Rp 1 juta. Jadinya setiap pedagang menyetor duit sebesar Rp 2,5 juta. Nah, kendati pujasera belum berdiri, Ryan sudah mampu mengumpulkan uang Rp 50 juta yang digunakan sebagai modal awal. Ryan pun langsung merombak rumahnya. Sebanyak Rp 40 juta habis untuk dekorasi, struktur bangunan, kayu, dan biaya tukang. Sisanya Rp 10 juta ia gunakan untuk membeli meja, kursi, instalasi listrik, tebang pohon, dan izin pemda. Untuk perizinan, sebenarnya hanya dikenakan Rp 200.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di negeri jagoan korupsi ini, biaya tersebut membengkak hingga lima kali lipat. Adapun untuk tempat atau gerobak disediakan oleh penyewa, Ryan hanya menyediakan penyekat. Sebagai pelengkap, Pondok 1000 Rasa menyediakan satu televisi dan memajang beberapa lukisan.Setelah berjalan dua tahun, penyewa Pondok 1000 Rasa keluar masuk. Kini, dari 20 tinggal tersisa 12 konter. Seiring dengan berjalannya waktu, uang jaminan para penyewa awal sudah dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang sewa pun kini fleksibel, bisa bulanan Rp 500.000 atau harian sebesar Rp 20.000 per hari. Para pedagang lebih nyamanSelain di lokasi perumahan atau dekat perkantoran, kampus dan sekolah juga bisa menjadi tempat potensial untuk food court rumahan. Tengok saja yang sedang dipersiapkan Kiki Rizki di kawasan Buah Batu Bandung, Jawa Barat. Bertepatan dengan tahun ajaran baru pekan depan, ia membuka food court di halaman rumahnya seluas 45 m2. Maklum, rumahnya berhadapan langsung dengan SMP 13 Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya di tempat itu Kiki hanya berjualan jus. Namun, ia melihat ada peluang untuk mendirikan pujasera bagi anak-anak sekolah itu. Kini ia sudah menyekat ruang untuk 10 konter dengan luas masing-masing 1 x 1,5 meter, biayanya Rp 500.000. Lantaran mengincar pangsa anak sekolahan, konsep food court dan harga jajanan tentu disesuaikan. Paling tidak untuk harga harus di bawah goceng. Makanya biaya sewa yang dipasang Kiki tidak sebesar Pondok 1000 rasa. "Paling Rp 200.000 sebulan," kata Kiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia optimistis bisa segera mewujudkan usahanya itu. Menurut Ryan, selain lokasi yang pas, kunci keberhasilan membuka food court rumahan adalah bagaimana meyakinkan orang. "Saya kan enggak punya apa-apa, hanya konsep yang ada di otak," bebernya. Umumnya food court di lokasi perkantoran, sekolah, dan kampus buka hari Senin sampai Sabtu. Adanya pujasera rumahan ini tentu saja menguntungkan kedua belah pihak. Si pemilik memperoleh penghasilan, sedangkan pedagang dan pembeli mendapatkan kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik pujasera sudah menanggung seluruh biaya yang biasa dikeluarkan oleh para pedagang. Artinya, pemilik harus menanggung biaya listrik, biaya keamanan, kebersihan dan biaya tetek bengek lainnya. Jadi, pedagang tak perlu pusing-pusing lagi.Bayangkan kalau pedagang berkeliaran dengan tenda-tenda di pinggir jalan. Sudah dipalaki preman dan aparat, para pedagang juga mesti siap kalau tramtib yang terkenal galak-galak mengusir mereka. Kalau sudah begini, seenak apa pun makanan yang disajikan, para pejajan bisa merasa tak nyaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7129684745150992289?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7129684745150992289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7129684745150992289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7129684745150992289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7129684745150992289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/mencicipi-usaha-food-court-rumahan.html' title='Mencicipi usaha food court rumahan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-5534149099283089073</id><published>2008-10-26T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T21:52:43.094-07:00</updated><title type='text'>Gelembung Laba Wartel Esia</title><content type='html'>Di tengah belantara wartel dan ponsel, Esia membuka kesempatan menjadi pengusaha warung halo-halo. Modalnya memang relatif minim. Bagaimana peluangnya? Monopoli? Sori, deh, basi banget, apalagi di sektor telekomunikasi. Tengok saja industri telepon seluler yang dari orok sudah mengenal persaingan. Hal serupa terjadi pada telepon tetap tanpa kabel (nirkabel) yang berbasis code division multiple access alias CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat tiga operator brojol: Telkom Flexi, Esia, dan StarOne. Begitu juga yang terjadi pada bisnis turunan operator telekomunikasi, yakni warung telekomunikasi (wartel). Setelah sekian lama dikuasai Telkom, operator lain mulai memasuki bisnis wartel. Sebut saja Ratelindo, Wartel Pasti (PSN), dan Warsel (Indosat). Telkom sebagai raja diraja wartel pun tak mau kalah. Mereka membesut FlexiWalk, FlexiDarling 2U, dan FlexiDarling 4U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya merupakan wartel bergerak Flexi. Untuk wartel yang sifatnya tetap, Telkom menamakannya sebagai Wartel Flexi. Nah, sehubungan dengan berganti bajunya Ratelindo menjadi Esia, perusahaan Grup Bakrie ini juga berencana mengubah Wartel Ratelindo menjadi Wartel Esia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, Esia juga menawarkan kesempatan kerja sama pada masyarakat, yakni usaha Wartel Esia. Lo, bukannya wartel kan sudah begitu berjejal? Memang, sih. Namun, manajemen Esia yakin, bisnis yang mereka tawarkan tetap menarik lantaran ada nilai plusnya. "Tarif kami menarik," tegas Charles Sitorus, Vice President Retail Sales PT Bakrie Telecom. Wartel Esia bakal mengikuti aturan tarif talktime yang baru saja mereka lansir. Ini tawaran yang cukup menarik. Bayangkan, Esia menawarkan tarif telepon ke luar negeri (SLI) hanya Rp 1.188 semenit dan telepon sesama Esia di mana pun hanya gocap per menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tapi bagaimana dengan banyaknya pengguna ponsel, telepon rumah, dan telepon koin? Bukankah ini akan menipiskan peluang warung Esia? "Sekarang ini ada televisi, tapi orang tetap membaca koran, kan?" kata Charles bertamsil. Maksudnya, semua sarana telekomunikasi mempunyai segmen sendiri-sendiri. Tetap saja akan ada orang yang membutuhkan wartel untuk berkomunikasi. "Orang kan ke wartel untuk mengontrol tagihan telepon mereka," lanjut Charles. Dengan berbagai asumsi itu, Esia yakin wartel masih menjadi lahan bisnis yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berminat, Esia mempunyai dua jenis wartel. Pertama, Wartel Esia secara resmi. Syaratnya, Anda harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan usaha, baik itu berbentuk PT, CV, ataupun badan usaha lainnya. Nah, kalau semua itu sudah beres, tinggal mengajukan izin ke Esia. Untuk dua kamar bicara umum (KBU), biaya pendiriannya Rp 2,5 juta. Tiga KBU, biayanya Rp 3,5 juta, dan empat KBU Rp 4,5 juta. Biaya ini belum termasuk komputer dan printer. Di samping itu, Anda juga mesti menyiapkan duit untuk sewa tempat, renovasi, sofa, dan kipas angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah berdiri, Anda bakal memperoleh bagi hasil yang bervariasi di kisaran 30%- 40% dari total percakapan di luar air time. Khusus SLI, pengusaha bakal memperoleh bagi hasil 8%. Kalau tagihan di bawah Rp 1 juta, pengusaha mendapat jatah 30%. Penghasilan di atas Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta mendapat bagian 35%. Di atas Rp 2,5 juta, 40% tagihan menjadi hak pengusaha. Sebagai promosi, Esia akan memberi bantuan berupa spanduk dan brosur. "Esia juga menyediakan kredit lewat lembaga pembiayaan yang bekerja sama dengan kami," terang Charles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif bicara bisa di-mark-upTipe wartel kedua adalah Wartel Mandiri. Tipe ini pada dasarnya adalah pelanggan Esia biasa, namun memfungsikan dirinya sebagai wartel. Untuk itu tak perlu tetek-bengek NPWP badan usaha. Namun, tentu saja Wartel Mandiri ini tak mendapatkan bagi hasil seperti Wartel Esia resmi. Pemasukan mereka hanya berasal dari tarif Esia yang di-mark-up. Namun, sebenarnya ada juga wartel resmi Esia yang tetap me-mark-up tarifnya. Dengan begitu hasil yang mereka peroleh bisa lebih besar lagi. "Kami bisa dapat 50% dari total tagihan dengan adanya mark-up," bisik seorang pengusaha wartel yang tak mau disebut namanya. Menurut Sarwo Edi Rizal, seorang pengusaha wartel Esia, kendati berat, bisnis wartel ini masih menyisakan sedikit peluang. "Enaknya Esia itu teknologinya oke dan sudah tembus Bogor," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, pemakai wartel Esia bisa menelepon dari Kota Hujan itu ke Jakarta dengan tarif lokal. Di samping itu, untuk mendukung usaha wartel perlu juga berjualan voucher isi ulang. "Yah, untuk menarik pelanggan-lah. Ini kan bisnis kerumunan, tak ada skill, siapa pun yang punya modal bisa masuk," tukas Sarwo Edi. Berdasar pengalaman pemilik lima wartel ini-dia punya tiga wartel Flexi dan dua Esia-dengan pemasukan Rp 200.000 sehari, wartel Esia bisa balik modal dalam tempo 7-8 bulan. Jika pengusaha hanya mampu menarik omzet Rp 100.000 sehari, titik impasnya molor sampai 1,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik juga. Tapi, simak juga hambatan nonteknis dari wartel Esia ini. "Interkoneksinya suka di-mampetin Telkom. Pada saat ramai-ramainya, yakni jam 7 sampai jam 9 malam, pelanggan wartel tak bisa menelepon," keluh pengusaha yang tak mau disebut namanya tadi. Nah, lo, katanya sudah enggak ada monopoli?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-5534149099283089073?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/5534149099283089073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=5534149099283089073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5534149099283089073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/5534149099283089073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/gelembung-laba-wartel-esia.html' title='Gelembung Laba Wartel Esia'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-4353175095880878442</id><published>2008-10-26T21:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T21:46:56.918-07:00</updated><title type='text'>Menjadi petani plasma tembakau</title><content type='html'>Agar pasokan tembakaunya selalu lancar, pabrikan rokok besar sengaja bekerja sama dengan petani yang bersedia menanam tembakau. Sang petani juga bisa mendulang laba, lantaran tanaman tembakau tidak memerlukan perawatan dan air yang banyak seperti padi. Tak ada yang menyangkal bahwa jumlah perokok di Indonesia sangat banyak. Hal itu setidaknya tecermin dari banyaknya produsen rokok, baik yang kelas gurem ataupun pabrikan besar. Namun, tembakau dari Indonesia belumlah setenar tembakau Brazil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya untuk tembakau sigaret jenis Virginia FC yang lazim ditanam di dataran rendah. Cukup ironis, mengingat sekitar seratus tahun lalu justru tembakau dari Bojonegoro yang banyak dipuji-puji.Bukan itu saja. Kebanyakan pabrikan rokok di Indonesia juga masih harus mengimpor virginia. Maklum saja, meski mulai banyak petani tembakau, kualitas panenannya dianggap belum cukup bagus untuk diolah di pabrik rokok. Hal inilah yang terjadi di Lombok 10 tahun lalu. Waktu itu, kata Kuswanto Setiabudi, Leaf Station Manager Sadhana Arifnusa, selain kualitasnya buruk, hasil panenan tembakau pun kurang dari 1 ton per hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi agroklimat di Lombok sendiri cukup memenuhi syarat untuk menanam tembakau virginia. Ada sekitar 18.700 ha yang sudah ditanami tembakau, namun masih ada potensi lahan seluas 32.000 ha lagi. Itu sebabnya banyak produsen rokok besar turun tangan dan menawarkan kerja sama pada petani. Salah satunya adalah HM Sampoerna yang mengerahkan mitranya bernama Sadhana Arifnusa. Sadhana, saat ini, mengelola lahan seluas 3.000 ha. "Kami masih mencari petani yang mau diajak bekerja sama," tutur Kuswanto. Sumitro, Field Technician Training Farm Sadhana Arifnusa, mengatakan bahwa belakangan memang banyak petani yang mau banting setir menanam tembakau dan bekerja sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, ujar Sumitro, 1 ha lahan yang ditanami padi bisa menghasilkan gabah senilai Rp 4 juta jika harganya bagus. "Tapi, kalau tembakaunya bagus, mereka bisa mendapat Rp 10 juta," ujarnya. Selain itu, kebutuhan air tanaman tembakau cuma seperlima kebutuhan air padi. Si petani juga tidak melulu menanam tembakau sepanjang tahun. Andrew Cockburn, Head of Leaf Production Sampoerna, menjelaskan bahwa sistem tanam harus diatur agar tanah tidak kehilangan kesuburan. Penanaman tembakau lazimnya dilakukan sepanjang April sampai Juli, dilanjutkan dengan jagung dan crotalaria selama tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan padi bisa ditanam pada lahan yang sama selama Desember sampai Maret. Jaminan pembelian daun tembakauOngkos produksi petani tembakau untuk 1 ha lahan di Lombok adalah sekitar Rp 16 juta. Nah, Sadhana menawarkan kerja sama dengan memberikan benih, obat-obatan, pupuk, dan pendampingan teknis selama musim tanam. "Kami juga memberikan uang tunai Rp 2 juta untuk modal," tutur Kuswanto. Pendamping teknis umumnya sangat diperlukan oleh petani baru. Hal ini berhasil meningkatkan kualitas dan panenan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika program dimulai tahun 1995, produktivitas lahan paling banter hanya 1,7 ton per hektare dengan kualitas daun tidak seragam. Tahun lalu produktivitas lahan mencapai 2,3 ton per hektare dan 98% daun tembakau bisa langsung diproses di pabrik tanpa perlu sortir ulang. Selain menyewa lahan, petani juga harus memiliki oven untuk mengasapi daun tembakau. Biaya pembuatan oven Rp 11 juta, dan Sadhana biasanya membantu sebesar 20%. Sebagai imbal baliknya, petani harus menjual hasil panenan kepada Sadhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pinjaman yang diemban akan diatur skema pengembaliannya, tergantung kondisi petani. "Kalau mereka belum mampu, kami tidak memaksa. Memang, satu dua tahun biasanya begitu," kata Kuswanto. Usai diasapi, daun tembakau dibawa ke Sadhana. "Bagaimana pun kondisinya pasti harus kita beli," kata Eko Hendro Sudaryanto, Leaf Buyer Manager Sadhana. Tembakau dari petani biasanya sudah dipilah sesuai kondisinya. Nantinya, Sadhana menetapkan grade tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani bisa saja menolak grade yang ditetapkan karena pengelompokan ini akan menentukan harga tembakau. "Tapi, sangat sedikit petani yang tidak terima," kata Eko. Pada prakteknya, petani plasma Sadhana yang memiliki panenan bagus kerap disambangi pembeli dari luar Sampoerna. "Karena tidak investasi, mereka menawarkan harga yang lebih bagus," ujar Kuswanto. Memang, ada satu dua petani yang berpaling. Konsekuensinya, nama mereka akan dicoret dari daftar petani plasma Sadhana. Namun, kata Kuswanto, lebih banyak petani yang setia. Seperti H. Lalu Ayub yang menggarap 5 ha kebun tembakau atau sekitar 70.000 pohon. Ayah empat anak ini bisa menghasilkan sekitar 11,5 ton tembakau kering. Karena kualitasnya sangat bagus, Lalu Ayub menjual tembakaunya dengan harga Rp 14.000 per kilogram tahun lalu. "Saya banyak dapat tawaran harga yang lebih tinggi, tapi saya tak mau jual," ujar pria berusia 51 tahun yang mempekerjakan lebih dari 40 orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Petani sebagai mitra HM Sampoerna yang memasok daun tembakau, Sadhana Arifnusa tidak menetapkan syarat yang berat untuk petani plasma mereka. Menurut Kuswanto Setiabudi, Leaf Station Manager Sadhana, tidak ada luas lahan minimal yang harus dimiliki atau disewa petani. Luas lahan sepenuhnya tergantung kondisi daerah masing-masing. Di Lombok, memang ada petani yang mengelola 2 ha, bahkan 5 atau 10 ha lahan. "Tapi di Yogyakarta, cukup dengan 0,75 ha saja, karena di sana sewanya mahal," kata Kuswanto. Tembakau virginia akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan ketinggian 300 sampai 600 di atas permukaan laut. Selain itu, harus di tanah vulkanik atau kawasan yang dekat dengan gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Sadhana punya pola kerja sama dengan petani di Lombok, Yogyakarta, Malang, Bali, Karang Jati, dan Blitar untuk tembakau virginia.Meski demikian, papar Kuswanto, ada syarat utama yang harus dipenuhi. Mereka yang bergabung dalam program ini adalah benar-benar petani. "Bukan hanya orang yang punya uang, lantas mau ikut menanam tembakau," katanya. Alasannya, sambung Kuswanto, para petani biasanya benar-benar mau mengakrabi tanamannya dan tidak keberatan bergelut dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi terpenuhinya syarat utama ini, Sadhana melakukan survei kepada petani yang mengajukan diri sebagai petani plasma. "Kami akan survei tanah dan orangnya," tutur Kuswanto.Mengenali Hambatan UtamaLayaknya petani tanaman lain, petani tembakau juga punya musuh yang sulit dikalahkan: musim. "Musim kan sulit diatur, padahal petani bergantung pada musim," ungkap Andrew Cockburn, Head of Leaf Production HM Sampoerna. Terlebih, kondisi tanah di Lombok Timur juga cenderung kering dan mahal air. Alhasil, petani harus membeli air untuk mengairi kebunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Andrew, yang acap dipanggil Endro oleh petani setempat, mengembangkan teknologi tertentu untuk menahan air. "Kami mencoba menaruh jerami di sekeliling tembakau, untuk menahan air," katanya sembari mengeduk batang padi kering yang sudah bercampur dengan tanah. Selain itu, musim yang tidak menentu juga berpengaruh kepada kualitas daun. Sebut saja ketika terjadi salah musim. Masa yang diperhitungkan sebagai musim kemarau ternyata malah diselimuti mendung. Menurut Kuswanto Setiabudi, Leaf Station Manager Sadhana Arifnusa, jika hal itu terjadi maka fotosintesis pada daun pun terhambat lantaran matahari tidak bersinar utuh. "Jadi, jaringan yang terbentuk juga tidak tebal," kata dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-4353175095880878442?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/4353175095880878442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=4353175095880878442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4353175095880878442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/4353175095880878442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/menjadi-petani-plasma-tembakau.html' title='Menjadi petani plasma tembakau'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3569544490028503406</id><published>2008-10-26T21:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T21:05:26.965-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Keblinger Burger Blenger</title><content type='html'>Burger dan hot dog di kedai Erik ini tampil dalam porsi besar dan olesan mayonnaise yang terbilang generous. Rasa burgernya pas untuk lidah orang Indonesia, tak heran jika banyak lidah rela keblinger Burger Blenger ini. Coba tengok. Kios yang dominan warna hitam, abu-abu, dan merah di sudut Jalan Lamandau IV, Jakarta Selatan, itu tak pernah sepi beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat orang pria berkaus hitam-hitam, yang menjadi penghuni tetap dapur, nyaris tak pernah diam. Burger Blenger, Grill Burger dan Chili Dog. Tulisan itu terpampang jelas dalam papan berwarna merah, tepat di atas sebuah dapur mungil berukuran 15 m2. Di depan kios tersebut tampak empat buah payung taman yang masing-masing menaungi satu set meja kursi taman. Di dapur terdapat panggangan yang berukuran sedang, dua buah microwave, serta lemari pendingin yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya sebuah penjaja burger di pinggir jalan, kedai itu hampir tak pernah sepi. Dari pukul 13.00 hingga 21.00 pengunjungnya terus berdatangan. Ada yang bersantap di kedai itu. Tapi, lantaran tempatnya terbatas, banyak pula yang menenteng bungkusan styrofoam berisi burger atau hot dog. Kalau diamati, pembelinya pun beragam. Ada anak-anak ABG yang tampil trendi, lalu orang-orang muda yang baru pulang kerja, eh... terselip pula dua orang lanjut usia mengantre di depan kasir. Lantaran terbilang kedai pinggir jalan, tata cara makan burger di sini sedikit beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang harus langsung memesan. Setelah membayar, barulah pesanan tersebut dibuat. Tamu yang banyak membuat pekerja di Burger Blenger beraksi dengan cekatan. Mula-mula mereka menata kemasan styrofoam di atas meja. Lalu di dalamnya diisi dengan burger bun atau hot dog bun, sembari menunggu daging yang dibakar lebih dulu. Mereka juga membubuhkan sayuran serta mayonnaise dalam takaran yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menambahkan daging, styrofoam berisi burger atau hot dog itu dimasukkan ke dalam microwave, agar bumbunya meresap dan bun-nya tambah nikmat. Nah, jika baru pertama kali mampir ke Burger Blenger, tak perlu bingung memilih menu. Di sini cuma ada empat menu makanan, yakni cheese burger, beef burger, chili dog, dan cheesy dog. "Ini semua resep kreatif saya," ujar Erik Kadarman, si pemilik kedai. Selain di Lamandau, Burger Blenger juga mempunyai cabang di Bintaro dan Tulodong House bilangan Senopati. Menu favorit di sini adalah cheese burger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu porsi cheese burger ala Burger Blenger ini memang benar-benar bikin mblenger kekenyangan. Pasalnya, menurut Erik, ia memakai bun dengan bobot 85 gram, serta daging burger yang beratnya 100 gram. "Tapi, ketika dipanggang, bobot daging akan berkurang karena kandungan air hilang dan lemaknya mencair," jelasnya. Bun dan daging racikan sendiriSelain ukurannya heboh, sayuran dalam cheese burger bikinan Erik tampak agak berbeda. Timunnya adalah kyuri atau timun jepang segar, bukan timun yang diasinkan. Pasalnya, "Lidah Indonesia tidak begitu suka timun asin," alasannya. Ia juga menggunakan letuce dan bukan selada air atau selada keriting, agar jika digigit terasa lebih crispy.Erik juga royal membubuhkan mayonnaise dalam porsi menunya. Harganya di pasaran memang selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Erik tak merasa terganggu dan rugi lantaran dia bikin mayonnaise sendiri. Itu sebabnya, ia dengan murah hati bisa membubuhkan mayonnaise dalam takaran yang besar. Maklum, "Burger dan hot dog begini, kunci rasanya ada di mayonnaise," papar Erik. Tak tahunya, selain mayonnaise-nya home made, Erik juga membuat sendiri bun, burger, dan sosis untuk kedainya ini. Awalnya dulu Erik mempunyai pemasok roti. Ia juga biasa membeli sosis di pasaran. Tapi, "Sosis itu rasanya biasa," jelas Erik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Erik yang hobi masak itu pun mencoba-coba resep sosis sendiri dan sukses. Jadi, jangan heran jika ukuran sosis untuk cheesy dog terbilang gede. Sebagai pembuat sosis, Erik bebas-bebas saja menentukan sendiri ukuran sosisnya. Dalam sebulan, Erik membutuhkan 1,5 ton daging sapi impor dari Selandia Baru untuk diolah menjadi burger dan sosis. Begitu pun dengan bun atau roti untuk burger dan hot dog. Setelah kedainya mulai ramai, Erik mengaku terdorong membuat bun sendiri. Setiap hari kedai Bugger Blenger ini buka dari pukul 13.00 hingga pukul 21.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, selama waktu itu pula kedainya tak pernah terlihat sepi. Para pembelinya menyerbu menu bikinan Erik. Sepotong cheese burger dan cheesy dog harganya Rp 9.500, sedangkan beef burger serta chili dog harganya Rp 8.000 untuk tiap porsi. Untuk minumannya, ada juice strawberry segar yang dibanderol dengan harga Rp 7.000 per gelas. +++++Sama-Sama Berakhiran ErKalau melihat porsi burger yang disajikan Erik, pastilah langsung tebersit rasa kenyang yang mantap. Malah, ada yang sampai mblenger kekenyangan jika kapasitas perutnya kecil. Sebenarnya, label Burger Blenger ditemukan Erik dengan tak sengaja. Dulu ia mengaku bingung memberi nama kedainya. "Pokoknya saya ingin kasih nama yang sama-sama berawalan B dan berakhiran Er," papar Erik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, ia menemukan kata blenger. Kebetulan saja, kata itu cocok dengan penampilan burger Erik. "Begitu gigitan terakhir benar-benar langsung masuk dan kenyang," sambungnya sambil tertawa. Resep dari BrowsingErik Kadarman, pemilik Burger Blenger, mengaku berhobi masak sejak masih SMP. Lelaki berusia 32 tahun ini menceritakan hal itu sambil tertawa lebar. "Kalau teman lain bacanya Hai, waktu itu saya sibuk menggunting resep di Majalah Kartini," cetus ayah satu anak ini. Kendati punya hobi masak, Burger Blenger merupakan usaha makanan pertama yang dirintis Erik. Awalnya, ia bekerja sebagai karyawan salah satu perusahaan Bakrie. Tapi, Erik memang bercita-cita punya usaha sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir lama, Erik memilih berjualan burger. Pasalnya, di Amerika, kedai burger banyak bertebaran di setiap sudut. Orang Indonesia juga suka burger, karena makanan ini sudah lazim dijajakan dengan sepeda genjot keluar masuk kampung. Erik ingin berjualan burger di lapak pinggir jalan, bukan di mal atau pusat perbelanjaan. Tujuannya agar orang yang membeli tak perlu repot parkir dan merasa harus berpakaian bagus. "Santai saja. Orang beli bisa langsung dimakan di tempat, di mobil, atau dibawa pulang," kata Erik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Erik mencari lokasi yang komunitasnya sudah terbentuk, hal yang ia dapatkan di sudut Lamandau IV ini. Kedai burger Erik berdiri pertama kali pada bulan Juli 2004. Ia hanya menggunakan satu gerai kecil dan paling-paling laku 10 porsi tiap hari. Barangkali lantaran merasa cocok, banyak orang menyambangi kedai Erik. Pelan-pelan, jumlah menu yang terjual mencapai 300 porsi. Sekarang, jumlah itu tentu sudah berkali lipat lagi. Setelah kedainya makin laku, Erik yang lantas keluar dari kantornya ini, makin terdorong menambah cita rasa masakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu membuat sosis dan bun sendiri. Ia mengaku mencari resep sosis lewat search engine di internet. "Tinggal ketik sausage dan recipe, langsung muncul resep sosis dalam banyak bahasa," ujarnya sambil tertawa. Erik mengambil satu resep dari Jerman, yang terkenal dengan kelezatan sosisnya, lantas diaplikasikan untuk chili dog dan cheesy dog ala Burger Blenger. Mau coba? Burger Blenger~ Jl. Lamandau IV Kebayoran Baru, Jakarta Selatan~ Area Parkir Raja Soto, Bintaro, Jakarta Selatan~Tulodong House, Jl. Senopati, Jakarta Selatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3569544490028503406?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3569544490028503406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3569544490028503406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3569544490028503406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3569544490028503406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-keblinger-burger-blenger.html' title='Bisnis Keblinger Burger Blenger'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-2975425759827540676</id><published>2008-10-26T20:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:58:59.698-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Gado-Gado Sentuhan Manual, Olahan Oma, Rasa Nostalgia</title><content type='html'>Sudah 40 tahun lebih gado-gado Bonbin disajikan di kawasan Cikini. Sampai sekarang, rasanya masih tetap sama. Maklum, pengolahnya masih sama: tangan Lanny Wijaya. Gado-gado Betawi memang kagak ade matinye. Pedagangnya tersebar di pelosok Jakarta. Tinggal pilih sesuai dengan selera. Mau yang memakai campuran kacang mete atau pare, ingin yang harganya mahal, atau seporsi cukup goceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di belantara pedagang penganan ini, tak rugi bila mencicip Gado-Gado Bonbin bikinan Lanny Wijaya di Cikini. Coba tengok tawarannya. Sepiring penuh gado-gado terdiri dari beberapa irisan lontong, potongan kol, bayam rebus, tahu, toge, serta separo telur rebus. Lantas, siram dengan saus kacang yang pekat, dan ditaburi emping melinjo serta kerupuk udang ukuran besar. "Kerupuknya utuh, tidak dihancurkan, dan harus kerupuk udang," jelas Lanny yang tahun ini genap berusia 75 tahun.Kerupuk udang yang utuh plus taburan emping melinjo merupakan keunikan Gado-Gado Bonbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Hadi Wijaya, salah seorang putra Lanny yang ikut mengelola kedai ini, bumbu gado-gado mereka berbeda karena dimasak. Usai digoreng, kacang tanah bakal bumbu terlebih dulu dihaluskan, lantas dimasak dalam waktu yang lama. "Sampai keluar minyaknya, seperti bumbu sate itu," jelas Hadi. Setelah itu, barulah bumbu matang tersebut dibubuhi gula, garam, dan sebagainya. Setiap hari, kata Hadi, mereka memasak 20 kg kacang tanah. Kacangnya pun spesial, cuma kacang tuban atau kacang vietnam. "Empat puluh tahun jual gado-gado, kacang tuban yang paling enak," jelas Hadi, yang selalu berbelanja sendiri untuk kebutuhan kedai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyajikan gado-gado siram membuat Lanny dan keluarganya tidak kerepotan mengulek per porsi makanan. "Enggak nyanggup kita kalau harus ngulek," cetus Lanny dengan logat Betawi yang khas. Di Jakarta, pedagang gado-gado siram tidaklah sebanyak gado-gado ulek yang mencampur bumbu dengan sayuran rebus. Bahkan, belakangan, menu gado-gado siram malah lebih gampang ditemui di warung makan Jawa Timur. Namun, Lanny meyakini bahwa gado-gado siram pun merupakan menu khas Betawi. "Dulu, waktu masih sekolah, saya suka beli gado-gado siram di Senen. Harganya tiga setengah sen," kenangnya, lantas tertawa.Pembungkusnya harus daun pisang batuGado-gado merupakan menu andalan Lanny. Makanya ia memasang papan nama "Gado-Gado Bonbin" di kedai miliknya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa stoples yang terdapat di etalase depan kedai menunjukkan bahwa mereka juga menjual asinan. "Asinan kami berbeda dengan asinan Betawi umumnya," kata Hadi. Betul juga. Sepiring asinan sayur dengan kerupuk mi itu sangat menarik untuk dicicip. Ada irisan tipis kol, lokio, lobak, sawi, bercampur dengan toge. Kumpulan sayur itu lantas disiram kuah kacang encer, tak ketinggalan taburan kacang goreng dan kerupuk mi sebagai pelengkap. Alhasil, rasa segar sayur bercampur dengan gurihnya kuah kacang beradu dalam mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lanny, setiap hari mereka selalu membikin asinan. Semua sayuran itu dirapikan dan dimasukkan dalam stoples untuk diasinkan. Uniknya, meski melalui proses pengasinan, seluruh komponen sayurnya masih terasa renyah bila digigit, layaknya sayuran segar. "Kita ngerendem-nya memang enggak banyak cuka, jadi masih renyah. Bukan seperti asinan kemaren," cetus Lanny. Selain menu serbasayur, boleh juga mencicipi lontong cap gomeh bikinan Lanny yang dipuji banyak orang. Irisan lontongnya berwarna kehijauan, dilengkapi dengan opor ayam kampung, rendang daging, rendang telur, sambal tempe kering, serta disiram lodeh labu dan buncis. "Kuahnya dari lodeh dan opor, ditaruh sesendok kuah yang medok itu," komentar Lanny. Sebagai pelengkap, ada kerupuk udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi ramesnya pun tampil setali tiga uang, hanya saja dibubuhi acar.Sejak pertama kali menjual makanan sampai hari ini, Lanny sendirilah yang mengolah semua masakan, termasuk membuat opor, rendang, bumbu gado-gado, dan lontong. "Setiap hari, paling telat saya bangun jam 04.30," katanya. Dua hari sekali, Lanny membikin lontong. Bukan dari nasi aron, tapi dari beras. "Jadi masaknya lama. Jam 10.00 masuk panci, jam 18.00 baru diangkat," jelas Lanny. Selain memakai beras kualitas bagus, Lanny juga mempertahankan penggunaan daun pisang. Ia mengaku tidak bisa memasak lontong dalam plastik, seperti yang dilakukan oleh banyak orang belakangan ini. Daun pisangnya pun tidak sembarangan, harus pisang batu. "Kalau pakai daun pisang buah, nanti lontongnya bisa pecah," ungkap Lanny lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kepepet tak ada daun pisang batu, Lanny pilih menggunakan ketupat. Itu dilakukan agar aroma lontong tetap wangi. Barangkali lantaran cita rasa masakan tetap sama biar kedainya sudah ada sejak zaman dulu, banyak orang tetap setia berkunjung. Sebagian pelanggan bahkan mengajak anak cucu mereka untuk regenerasi menjadi penikmat Gado-Gado Bonbin. Menurut Hadi, kedai berkapasitas 50 orang yang buka dari pukul 09.00 sampai 17.00 ini paling ramai dipadati orang ketika jam makan siang. "Tapi, kalau Sabtu Minggu malah kadang enggak berhenti, dari pagi sampai tutup," ujarnya. +++++Besar dari CendolAda sederet menu Gado-Gado Bonbin yang terpampang di dinding kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jika ditanya, Lanny Wijaya menjawab bahwa bisnis makanannya ini besar berkat cendol. "Awalnya dulu saya memang cuma jualan cendol," ujarnya. Waktu itu, tahun 1960, kawasan Cikini padat oleh anak sekolah yang menuntut ilmu di Perguruan Cikini, serta pengunjung kebun binatang yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki sekarang. Warung cendol Lanny tidaklah besar, karena ia hanya menggunakan sedikit ruang di teras rumah. "Saya cuma pakai meja di depan situ," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal berdiri sampai sekarang, Lanny selalu membikin cendol sendiri. Bahan bakunya dari tepung hunkwe. "Cendol di sini berbeda, bukan dari tepung beras," ucapnya. Hanya, beberapa tahun belakangan, Lanny mewakilkan pembuatan cendol pada salah seorang anaknya. "Saya udah enggak kuat lagi nurunin cendol. Sekali bikin delapan bungkus tepung," sambung ibu dari delapan anak ini. Dari awalnya cuma berjualan cendol, dagangan Lanny berkembang. Mulanya dia menyediakan gado-gado, nasi rames, dan lontong cap gomeh, lantaran pelanggannya kebanyakan karyawan kantor sekitar situ. Belakangan, ada pula menu mi ayam pangsit. Tapi, "Saya gedenya, ya, dari cendol," ujar Lanny sambil tersenyum. +++++Terasi atau AntiterasiSemua masakan di Gado-gado Bonbin ini tidaklah pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tengok rasa lontong cap gomeh dan gado-gadonya. Melulu hanya rasa gurih tertinggal di dalam mulut. "Padahal, lodeh dan rendangnya sudah pakai cabai, tapi tidak banyak," jelas Lanny. Biar begitu, para penyuka pedas tak perlu khawatir. Dalam tiap porsi hidangan, selalu ada sambal yang setia menemani. Lanny membuat dua macam sambal, yakni sambal hitam dan sambal merah. Sambal hitam dibikin dari cabai rawit merah dan hijau serta terasi. Sambal merah merupakan ulekan bawang dan cabai merah. Jadi, pembeli tinggal pilih, suka aroma terasi atau tidak? Sambal bikinan Lanny ini pun memiliki penggemar sendiri. "Ada yang beli khusus nambah sambal Rp 5.000," kata Hadi Wijaya, anak Lanny yang juga mengelola kedai ini. Lazimnya, sambal hitam adalah pelengkap gado-gado, adapun sambal merah untuk makan mi. Namun, membubuhkan sambal terasi di lontong cap gomeh? Siapa takut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-2975425759827540676?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/2975425759827540676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=2975425759827540676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2975425759827540676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/2975425759827540676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-gado-gado-sentuhan-manual-olahan.html' title='Bisnis Gado-Gado Sentuhan Manual, Olahan Oma, Rasa Nostalgia'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1638134754735935482</id><published>2008-10-26T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:53:59.163-07:00</updated><title type='text'>Ayo-Ayo, Siapa Mau Coba Bisnis Sapo?</title><content type='html'>Setelah satu dasawarsa, Sapo Oriental membuka kesempatan waralaba. Modalnya memang lumayan gede, mencapai miliaran. Tapi, titik impasnya relatif cepat kok. Ingin cicip? Rabu siang pekan lalu deretan kursi dan meja Sapo Oriental cabang Pondok Indah Jakarta Selatan penuh sesak. Sekitar 150 undangan memadati restoran milik PT Pioneerindo Gourmet International tersebut. Ada pesta?Rupanya Sapo Oriental sedang mengadakan gathering bagi para calon terwaralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo, bukannya restoran ini baru berdiri tahun 1992, baru berumur 10 tahun? Betul, awal berdiri namanya Oriental Food. Namun, seiring perkembangan zaman, sembilan tahun lalu manajemen memutuskan untuk mengusung nama Sapo Oriental. "Pertimbangannya dari nilai jual saja. Oriental food kan general, tak ada unggulan. Dengan ganti nama, sapo menjadi unggulan," terang Cecep Rakhman, Direktur Operasi Pioneerindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berganti nama, penjualan Sapo Oriental terus meningkat. Paling tidak sekitar 6.000 orang sudah menjadi member restoran ini, dan 70% di antaranya merupakan pengunjung aktif. Kini Sapo Oriental berkembang biak menjadi enam cabang di berbagai mal. Lima cabang di Jakarta, dan satu cabang lagi di Bandung. Demi melebarkan sayap, Sapo Oriental berancang-ancang menawarkan skema waralaba. "Kami murni waralaba lokal, lo," cetus Cecep. Memang, sih, koki utama mereka warga negara Malaysia kelahiran Guangdong, China. "Kita kan enggak bisa ngarang menu, harus persis dengan produk aslinya," tambah Cecep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung waralaba, Sapo Oriental telah merampungkan infrastruktur di lima kota: Medan, Padang, Palembang, Jakarta, dan Surabaya. Di sana mereka sudah memiliki gudang pendingin, truk, dan jaringan distribusi. Dengan begitu, nantinya terwaralaba tak perlu menunggu terlalu lama stok bahan baku, bumbu, atau bahan pendukung lain. "Sudah sejak lima tahun lalu kami mempersiapkan waralaba ini. Begitu distribusi kuat baru kita jalan," kata Cecep yang kelahiran Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ngendon di mal, ruko, atau rumah Menurut Cecep, lima kota itu dipilih lantaran bisa menjadi penghubung bagi kota lain. Misalnya, Medan bisa menjangkau terwaralaba di Aceh atau Sibolga. Kota Padang bisa menjangkau Sumatra bagian tengah, dan Palembang bisa mencakup Sumatra Selatan. Adapun Surabaya bisa menangkap daerah sekitarnya hingga wilayah Indonesia Timur, seperti Sulawesi dan Papua. "Yang penting bisa terjangkau dengan truk atau pelayaran," cetus Cecep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kesempatan waralaba berlaku bagi seluruh Indonesia. Sebagaimana bisnis makanan lain, kunci sukses waralaba ini adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. "Kami akan memilih secermat dan secerdik mungkin jangan sampai lokasi jelek," ucap Cecep. Ia bilang, kendati terwaralaba bermodal kuat, tapi kalau tempatnya jelek, permohonannya tak bakal lolos. Kalau Anda berminat menjajal waralaba Sapo Oriental ini, siapkan saja tempat usaha di lokasi yang strategis. Mal merupakan salah satu pilihan yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, mal merupakan pusat keramaian dan mendatangkan pengunjung tanpa promosi terlalu besar. Kendati begitu, tak tertutup kemungkinan lokasi ngendon di ruko atau rumah besar, asal letaknya di tepi jalan. Untuk tempat, ukurannya minimal 150 m2. Setelah menemukan tempat yang cocok, terwaralaba harus siap merogoh koceknya. Mereka harus mengeluarkan tetek-bengek biaya seperti franchise fee, royalty fee, renovasi, deposit bahan baku dan bahan pendukung lainnya. Total jenderal seluruh investasi yang dikeluarkan sekitar Rp 1,2 miliar. Dari jumlah itu yang disetor ke pewaralaba hanya sekitar Rp 500 juta, untuk franchise fee, material pendukung dan deposit bahan baku. Untuk deposit bahan baku ini, terwaralaba harus menyetorkan dana sebesar Rp 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya terwaralaba secara kontinu akan mendapatkan pasokan bahan baku, hingga jumlah depositnya habis, dan terwaralaba harus kembali menyetor deposit lagi. Untuk memikat lidah pelanggan, kepiawaian koki mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang sedap tentu merupakan faktor mutlak. Terwaralaba tak usah pusing-pusing mencari koki yang andal. Sebab, pewaralaba yang akan memilihkan koki utama untuk setiap gerai milik terwaralaba. Meski dipilih pewaralaba, status si koki adalah karyawan yang digaji terwaralaba. "Kami harus menjaga mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau koki itu tak cocok bisa dikembalikan," terang Cecep. Selain butuh koki, terwaralaba juga harus punya manajer beserta asistennya dan asisten koki. Total jenderal, karyawan yang dibutuhkan mencapai 20-an orang. Ya, Sapo Oriental mewajibkan pegawainya bekerja dua shift, makanya butuh banyak pegawai. Agar usaha ini berhasil, terwaralaba juga kudu turun sendiri menjalankan usahanya. Menurut Cecep, usaha restoran seperti Sapo ini kelihatannya likuid dari segi keuangan. "Terimanya kontan, tapi bayar pemasoknya bisa mundur. Jadi, untuk mencapai sukses tidak susah," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kalau kurang kontrol, misalnya dibohongi anak buah, usaha ini bisa gagal. Cecep yakin waralabanya bakal sukses berat, kendati investasinya lumayan gede. Apalagi berdasarkan pengalaman, gerai Sapo Oriental balik modalnya terbilang pendek: paling lama tiga tahun. Maka ia pun berhitung, paling tidak akhir tahun ini atau Maret tahun depan akan mampu menggaet sepuluh terwaralaba. Mungkin harapan yang tak terlalu berlebihan. Buktinya dalam gathering lalu, sudah ada dua calon terwaralaba yang hampir pasti. "Hitung-hitungannya menguntungkan, ya," cetus Fitriani Hamzah, salah satu calon terwaralaba. Fitriani optimistis paling lama dalam tempo tiga tahun akan bisa balik modal. Hingga kini, ia telah mengeluarkan investasi lebih dari Rp 2,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum ia sudah meneken kontrak sewa tempat hingga tujuh tahun di Cibubur Junction. Nah, bagaimana dengan Anda?+++++Hangat Berkat Tanah LiatMenu utama yang ditawarkan Sapo Oritental, sesuai dengan namanya, adalah sapo. Makanan khas ini disajikan hangat setelah dipanaskan di claypot, panci dari tanah liat. Jadi, ciri khasnya, selain rasa yang nikmat, juga kehangatan khas yang berasal dari claypot itu. Asyiknya, Sapo Oriental paling mahal membanderol harga hanya Rp 50.000 seporsi. Pilihan menu istimewa yang ditawarkan di antaranya sapo tahu jepang yang terdiri dari 18 variasi menu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat sapo tahu lezat adalah tofu gurih yang dicampur ayam, paprika, bawang bombai, dan jamur hitam. Hmm, slurp...!Ada juga sapo tahu seafood bagi Anda penyuka cumi, udang, ikan kakap, dan daun bawang yang tentu saja dicampur bersama tofu. Sapo tahu seafood ini merupakan menu favorit para pelanggan Sapo Oriental. Buncis scezhuan yang khas itu juga ada di Sapo Oriental. Baby buncis, begitu sebutan buncis scezhuan, diolah dengan daging paha sapi dan bumbu lezat serta sambal scezhuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda penyuka ikan gurami, cicipi saja gurame asam manis yang lezat atau udang bola sebagai pilihan menu selain sapo. Anda penyuka sup, Sapo Oriental juga menyediakan pilihan sup perut ikan, sup jagung telur kepiting, dan sup lada hitam.Untuk minuman, aneka jus dan teh china merupakan pilihan minuman andalan yang ditawarkan Sapo Oriental. +++++Saudaranya CFCSebenarnya, Sapo Oriental bukan tawaran waralaba pertama dari PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Sebelumnya, tahun 1984, perusahaan yang awalnya bernama PT Putra Sejahtera Pioneerindo merupakan master franchise Pioneer Chicken dari Amerika Serikat. Lima tahun berikutnya PT Putra Sejahtera Pioneerindo memutuskan penghentian kerja sama dengan Pioneer Chicken dan membuat restoran cepat saji dengan skema waralaba. Namanya California Fried Chicken (CFC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati ada embel-embel California, sesungguhnya CFC merupakan waralaba lokal. Jumlah cabang CFC pun terus berkembang biak. Saat ini mencapai 124 gerai. Nah, lantaran perubahan kepemilikan, Putra Sejahtera Pioneerindo berganti nama seperti sekarang. Berbekal sukses waralaba CFC, Pioneerindo optimistis Sapo Oriental bakal menuai sukses serupa. Makanya persiapan waralaba Sapo Oriental pun cukup panjang, makan waktu 5 tahun sebelum akhirnya ditawarkan ke masyarakat. "Itu yang membedakan kami dengan yang lain. Kami membangun jaringan terlebih dahulu. Kalau yang lain kan buka cabang dulu," paparnya bernada promosi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1638134754735935482?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1638134754735935482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1638134754735935482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1638134754735935482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1638134754735935482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/ayo-ayo-siapa-mau-coba-bisnis-sapo.html' title='Ayo-Ayo, Siapa Mau Coba Bisnis Sapo?'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6776035710895619144</id><published>2008-10-26T20:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:37:48.585-07:00</updated><title type='text'>Menjajal usaha susu kedelai dan kacang hijau</title><content type='html'>Asal gigih dan siap bangun dini hari, berjualan susu kedelai dan kacang hijau ternyata tak sulit-sulit amat. Permintaan tengah menanjak. Dengan modal mini, maksimal dalam waktu dua tahun sudah bisa mencapai titik impas. Naga-naganya definisi susu harus segera dikoreksi. Selama ini susu disebut sebagai cairan berwarna putih dan berasal dari kelenjar susu, baik dari buah dada seorang ibu maupun dari hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, minuman bernama susu juga bisa berasal dari ekstrak kacang kedelai (soymilk) dan kacang hijau. Apalagi, makin hari masyarakat makin gandrung sama susu kedelai dan kacang hijau. Di Amerika, produsen susu kedelai merek Silk merupakan pengiklan terbesar natural foods dengan nilai US$ 22,3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bukan tidak mungkin hal serupa akan terjadi di Indonesia, seiring dengan makin besarnya peminum susu kedelai. Maklum, kendati harga jualnya lebih rendah ketimbang susu hewani, tapi kandungan gizinya hampir sama. Ujung-ujungnya, banyak pengusaha yang terjun menekuni usaha susu kedelai dan kacang hijau. "Peluangnya masih banyak, kok," tandas Hengky yang baru satu setengah tahun berwirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpatungan dengan salah seorang mitra, ia menggelontorkan investasi awal sekitar Rp 40 jutaan. Berlokasi di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, saban hari Hengky melego 200 sampai 300 gelas berukuran 300 ml. Perbandingan produksi susu kedelai dan kacang hijau adalah 70:30. Dengan mengusung merek Dreams, satu gelas susu kedelai dihargai Rp 2.500, sedangkan kacang hijau Rp 3.000. Untuk menggapai pembeli, Hengky melobi beberapa toko roti, seperti Buana Bakery dan Bread In. "Khusus di Buana Bakery harga susu kedelai dan kacang hijau masing-masing Rp 3.500 dan Rp 4.000," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan harga ini lantaran ia mesti menanggung biaya royalti yang dibebankan Buana Bakery.Selain itu, Hengky juga menjajakan Dreams di beberapa restoran, tempat olah kebugaran, dan sekolah. Perkantoran pun ia rambah, seperti Sumitomo, cabang-cabang BCA, Bank Permata, JICA, Koperasi Pemda DKI Jakarta, hingga Pertamina. Untuk memperluas pasarnya, Hengky berupaya mencari distributor baru. Ia menjanjikan, distributornya bisa memperoleh untung antara 20% sampai 40% dari harga produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menunjang dagangnya, ia mempekerjakan tiga orang pegawai. Untuk bahan baku, setiap dua pekan ia mesti belanja minimal 50 kg kacang kedelai dan 50 kg kacang hijau. Harganya masing-masing Rp 7.000/kg dan Rp 7.500/kg. Hengky mengaku, sampai saat ini ia belum balik modal. Keuntungan yang telah diraih selalu diputar lagi untuk investasi, misalnya membeli mesin pengawet. "Target saya BEP-nya dua tahunan-lah," harapnya. Tinggal menghitung bulan, nih. Harus tahu daerah pemasaranSimak juga pengalaman Eddy Rizardi yang sudah malang melintang selama 12 tahun berbisnis susu kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang awalnya ia cuma bermodal dengkul, apalagi saat itu susu kedelai belum marak seperti sekarang. "Modalnya cuma beli kacang kedelai dan gula saja, lalu kakak memodali saya sebuah blender," kenangnya. Saat itu ia menitipkan jualan pada kakaknya yang menjadi manajer pada salah satu kelompok usaha Bakrie. Ia juga menjual produk di tempat kerjanya. "Orang-orang di daerah Sudirman dan Kuningan sudah tahu produk saya, tapi identitasnya enggak ada," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kawasan yang disebutnya merupakan pusat perkantoran di Jakarta. Empat tahun kemudian, tepatnya tahun 1997 barulah ia mengajukan izin sekaligus membikin merek susu kedelai Minangkabau. Kemudian ia berpikir, tanpa iklan usahanya tidak bakal jalan. Maka, ia pun beriklan, mencetak brosur, lalu menyebarnya. Sekarang, setiap bulan ia menganggarkan Rp 1 juta sebagai biaya promosi. Selain pelanggan di pusat perkantoran, Eddy juga melakukan upaya jemput bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan enam buah gerobak dorong, kini susu kedelainya menyusuri jalan-jalan ibu kota. Walhasil, setiap bulan rata-rata ia berhasil menjual 6.000 bungkus dengan harga satuan Rp 4.500. "Omzet sebulan antara Rp 26 juta sampai Rp 27 juta," kata Eddy terus terang. Tentu saja omzet segitu masih harus dipotong berbagai biaya, seperti pegawai, ongkos produksi, bahan baku, fee tenaga marketing, dan biaya tetap bulanan. Keberhasilan Eddy tentu tak dicapai dengan ongkang-ongkang kaki. "Kalau ingin menekuni usaha ini harus bangun jam 2 pagi," imbuhnya. Selain itu, juga mesti tekun, ulet, dan berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha harus tahu daerah pemasaran, agar tak dikerjai anak buah. Di samping itu, pertama kali jangan cari untung dulu. "Jaga mutu! Kalau sudah gitu, pelanggan bakal datang," imbuhnya. Perkara proses pembuatan, Eddy bilang, semua orang bisa mempelajari. "Tapi, kualitasnya tidak. Kan beda-beda," cetusnya. Maka ia pun memilih sendiri biji kedelai yang akan diolah. Kemudian, sejak enam bulan lalu, Eddy juga memproduksi susu kacang hijau. Harga jualnya sama saja dengan susu kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lantaran bahan bakunya lebih mahal, margin yang ia peroleh pun lebih sedikit. Kalau Anda berminat menekuni usaha ini, tentu tak sekadar bermodal dengkul semata. Anda mesti mempersiapkan terlebih dulu berbagai "peralatan tempur". Sebut saja mesin penggiling, mesin pemecah, mesin pendingin agar awet, kompor gas, panci, dan tetek-bengek lainnya. Ada juga susu bubuknyaTak cuma di Jakarta, di Lembang Jawa Barat yang merupakan sentra susu sapi, susu kedelai juga laris manis. Salah satu pengusahanya adalah Imas Rumasih. Sejatinya Imas adalah pengusaha tahu, tapi melihat adanya permintaan, akhirnya ia juga memproduksi susu kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, karena ini usaha sampingan, Imas tak terlalu ngoyo. Ia hanya menunggu pembeli yang datang minta dibuatkan susu kedelai seharga Rp 2.000 per bungkus "Lumayan, setiap hari ada saja yang datang," katanya dengan logat sunda yang kental. Sementara di Bandung, sudah dua bulan ini Koperasi Warga MUI Jabar Hikmah memproduksi susu kedelai dengan merek Meta-Bolis. Uniknya, beda dengan susu kedelai lain yang bentuknya cair, Meta-Bolis berbentuk bubuk. Dengan wujud seperti ini, Aji Saptaji, CEO Hikmah, hakulyakin dagangannya bakal laku. Sayangnya, susu bubuk Meta-Bolis belum pakai rasa. Ke depan, Aji berencana mengembangkan berbagai rasa, seperti vanila, stroberi, atau cokelat. Pemberian rasa ini juga bisa untuk menghilangkan rasa langu susu kedelai. Meta-Bolis berdiri dengan modal Rp 100 juta dari beberapa pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, pola kerja sama dengan para pemodal berdasarkan syariah, seperti mudharabah dan syirkah. "Terserah investor mau pakai yang mau, pokoknya harus syariah," cetus Aji. Saat ini penjualan Meta-Bolis cukup lumayan. Dengan harga Rp 12.000 sekotak isi 200 gram, setiap bulan laku 1.800 kotak. Untuk sementara daerah pemasarannya baru wilayah Jawa Barat. Dalam waktu dekat, Aji akan mengembangkan pasar ke Jakarta, bahkan ke Malaysia. "Pekan depan kami diundang ke Malaysia untuk pameran, sekaligus membuka pasar di sana," papar Aji. Makanya ia optimistis, kurang dari setahun, usaha Koperasi Hikmah ini segera balik modal.Wah, kalau sudah makin sukses, barangkali para ahli bahasa benar-benar harus berkumpul untuk meredefinisi susu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6776035710895619144?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6776035710895619144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6776035710895619144' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6776035710895619144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6776035710895619144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/menjajal-usaha-susu-kedelai-dan-kacang.html' title='Menjajal usaha susu kedelai dan kacang hijau'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6106952766831481710</id><published>2008-10-26T20:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:34:21.611-07:00</updated><title type='text'>Merangkai Fulus lewat KataKita</title><content type='html'>Tak hanya piawai menyusun kata menjadi sebuah puisi, cerpen, atau novel, Sitok Srengenge juga mulai piawai menjalankan bisnis penerbitan buku, KataKita. Dalam setahun ia sudah menerbitkan tiga puluh buku. Biasanya sastrawan agak malas berurusan dengan bisnis. Apalagi memiliki dan menjalankan bisnis sendiri. Kalau begitu ukurannya, berarti Sitok Srengenge termasuk salah satu sastrawan yang langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kini tengah menikmati berbisnis sebagai penerbit. Keren juga lo, KataKita namanya.Bukan berarti penerbit ini lantas cuma menerbitkan hasil karyawannya sendiri. Tidak sama sekali. Sebab, hingga sekarang belum ada satu pun buku Sitok yang diterbitkan oleh KataKita. Sitok baru sampai pada tahap menimbang-nimbang untuk menerbitkan bukunya lewat KataKita. Yang jelas, "KataKita lebih bagus," ujarnya pede.KataKita, kata Sitok, lahir karena ia menilai jumlah penerbit masih minim dan tak sebanding dengan potensi pembaca yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, penerbit yang ada, menurutnya tidak terlalu bagus mutunya. "Ngomong soal editing sama lay out. Uh, banyak yang berantakan," keluh Sitok. Itulah yang akhirnya mendorong sastrawan yang lahir di Godong Jawa Tengah ini untuk mendirikan KataKita.Segudang pengalaman juga memantapkan Sitok untuk mendirikan KataKita. Maklum, sudah belasan tahun Sitok menggeluti dunia sastra. Ia pun merasa sudah tahu persis segala macam urusan dunia penerbitan. Dari editing, lay out, hingga pemasaran sebuah buku. "Bentuk kongkretnya, ya itu tadi harus punya penerbitan buku sastra sendiri," kata Sitok panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan modal juga tak menjadi masalah bagi Sitok. Berbeda dengan penulis yang umumnya miskin-apalagi di Indonesia yang belum menghargai penulis-Sitok mengaku punya tabungan yang cukup besar hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun untuk mendirikan KataKita sendiri. "Sebenarnya, duit itu saya persiapkan untuk membangun art corner di Jogja," bisik Sitok, yang ogah membeberkan modal awal usahanya itu.Semuanya diurus sendiriBerbeda dengan bayi berumur setahun baru belajar berjalan, KataKita sudah berjalan cukup cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan Sitok, sekarang ini sudah 30 judul buku yang ia terbitkan. "Malah sudah ada yang cetak ulang sampai tujuh kali, lo," ujar Sitok bangga. Ia sendiri tak sekadar menjadi komandan di KataKita, tapi juga terlibat pada semua proses produksi secara detail.. "Mulai dari memilih naskah yang masuk, editing, lay out, hingga ke pemasaran, aku ngerti semuanya," tambahnya. Bukan berarti Sitok tak percaya pada anak buahnya ya. Menurut Sitok, dia memang sengaja mengikuti semua proses produksi karena produk KataKita masih terhitung sedikit. "Saya enggak ingin sembarangan, " ujarnya mantap. Selain itu, ia juga berharap buku terbitan KataKita punya mutu yang bagus. "Ini bukan sekadar bisnis tapi juga idealisme," imbuh Sitok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika Sitok mengaku sangat ketat saat menyeleksi naskah. "Saya tidak mau menerbitkan buku yang pasti laku namun mutunya jelek," tegasnya. Biarpun karya-karya Sitok adalah sastra yang serius, tak semua terbitan KataKita masuk kategori sastra serius itu. Ada juga buku-buku pop remaja yang ia terbitkan. Sitok rupanya tak menyangkal bahwa pasar buku sastra serius sangat tipis. Kalau hanya mengharapkan dari penjualan buku sastra serius, "Bisa-bisa KataKita harus mengucapkan kata perpisahan sebelum setahun, ha, ha, haâ€¦," ujar Sitok.Ini bukan main-main lo. Soalnya, bisnis penerbitan buku memang susah-susah gampang. Sitok sendiri pernah merasakan masa pahit berbisnis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saya pernah kehabisan modal. Uang tabungan keluarga habis, ludes, des," kata Sitok. Pengalaman itu terjadi saat KataKita baru berumur empat bulan. Waktu itu, kata Sitok, KataKita harus melunasi biaya cetak. Sementara hasil penjualan buku yang sudah diterbitkan baru akan diterima pada bulan ke lima. Jadi, "Itu pengalaman yang memang menyeramkan. Bikin saya degdegan," imbuh Sitok. Pun ketika BBM kini menjadi biang persoalan. Sitok mengaku sudah mulai berhitung efeknya atas usaha penerbitannya. Salah satunya antisipasinya adalah dengan mengurangi jumlah produksi atau mengganti mutu kertas agar KataKita tetap bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, KataKita mencetak 3.000 buku sekali cetak, jumlah tersebut bisa saja berkurang. Padahal, "Jumlah itu sudah pas," ujarnya. Artinya, ongkos produksinya sudah setimpal dengan penjualan buku. Selain itu, 3.000 adalah jumlah yang cukup layak untuk disebar ke berbagai toko. Nah, "Kalau BBM nanti naik. Mungkin saja akan kita kurangi," ujar Sitok masygul. Tak semua urusan bisa dipegang Sitok. Untuk urusan distribusi misalnya, Sitok menunjuk sebuah distributor untuk menangani semua penjualan buku terbitan KataKita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dari awal sudah ada perjanjian bahwa KataKita tidak menerima pengembalian buku. "Ada perjanjian hitam di atas putih, lo," lanjutnya. Karena itu, KataKita mungkin satu-satunya penerbitan buku yang tidak mempunyai gudang.Strategi-strategi itu terbukti ampuh. Biarpun berawal dari idealisme dan bukan dimaksudkan untuk mencari laba, KataKita kini bertumbuh dengan pesat. Tiap bulan, penjualan buku terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika saat ini total aset penerbitan buku yang sekarang ini kebanjiran naskah itu sudah mengembang berlipat-lipat. "Jumlahnya unbelievable," kata Sitok. Lagi-lagi, dia tak mau menyebutkan angkanya.+++++Tukang Cerita Turun-temurunNama Sitok Srengenge bukanlah nama yang sengaja dipakai sebagai ganti nama aslinya seperti yang jamak dilakukan para penulis. Nama itu benar-benar asli pemberian ayahnya. Rupanya, ayah Sitok memang gemar memberikan nama-nama yang unik buat anak-anaknya. Tak cuma itu, ayah Sitok juga dikenal sangat gemar bercerita. Saban hari, orang tua itu akan bertandang ke warung atau ke rumah tetangga untuk bercerita tentang apa saja. "Kalau hidup di kota, mungkin ayah saya sudah jadi penulis, ha ha ha," ujar Sitok.Lain ayahnya, lain Sitok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak umur belasan, Sitok sudah menuangkan ceritanya lewat tulisan. Karyanya tak hanya diakui di dalam negeri saja, penduduk mancanegara pun kagum pada kemahirannya merangkai kata. Tak heran pada tahun 2000, bersama dengan beberapa orang lainnya, Sitok pernah dinobatkan majalah Asiaweek sebagai Leaders for the Milenium in Society and Culture.Nah, akar ini tak hanya berhenti pada Sitok. Putri semata wayang Sitok pun mewarisi kemahiran bertutur lewat tulisan itu. Karya perdana putrinya yang berjudul Nothing but Love tak cuma diterbitkan, tapi dicetak ulang hanya sebulan setelah diterbitkan. "Sekarang sudah cetakan kedelapan," tutur Sitok bangga. Padahal, Sitok sempat bimbang untuk menerbitkan novel karya anaknya. "Tapi, dari pendapat beberapa teman, tanpa mengatakan ini karya siapa, mereka bilang ini bagus," ujar Sitok sambil terbahak. Jadi, benar-benar turun-temurun, kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6106952766831481710?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6106952766831481710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6106952766831481710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6106952766831481710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6106952766831481710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/merangkai-fulus-lewat-katakita.html' title='Merangkai Fulus lewat KataKita'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-7417490821069271044</id><published>2008-10-26T20:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:24:49.917-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Usaha Agen Tiket Perjalanan</title><content type='html'>Jangan remehkan bisnis jualan tiket. Bila dikelola baik, bisa untung besar. Buat yang belum berpengalaman, Jakarta EXpress membuka peluang waralaba. Modal ratusan juta bisa kembali dalam setahun. Perkara membeli tiket, entah itu pesawat ataupun kereta api, sering bikin uring-uringan. Apalagi di musim liburan atau saat mudik Lebaran. Liburan indah bersama keluarga bisa berantakan. Bahkan, kita bisa batal bepergian gara-gara gagal mendapatkan tiket.Masa-masa pahit itu memang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin sedikit penumpang yang mau antre berjam-jam di depan loket stasiun kereta api-bahkan sampai menginap segala-tapi belum tentu mendapat tiket. Justru para calo yang dengan enaknya bergentayangan menawar-nawarkan tiket dengan harga supermahal. Nah, belakangan, penumpang cenderung lebih suka naik pesawat terbang. Sudah banyak pilihan maskapai penerbangan, waktu perjalanannya singkat, harga tiketnya pun semakin murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, beli tiketnya gampang sekali: telepon saja travel agency.Memesan tiket melalui travel agency alias biro perjalanan memang praktis. Cukup angkat telepon dan ajukan pemesanan, selanjutnya mereka yang sibuk mencarikan tiket buat kita. Bahkan, banyak biro perjalanan yang memberi servis mengantar tiket ke tangan Anda. Tentu dengan catatan, khusus menjelang musim mudik atau liburan, waktu pemesanan tiket Anda tak boleh kelewat mepet. Kehadiran agen penjual tiket ini semakin marak di kota-kota besar. Buka saja lembaran koran, terlihat banyak sekali yang pasang iklan menawarkan tiket dengan pelbagai pesawat dan tujuan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, masih ada peluang bagi masuknya pemain baru. Sebab, pasarnya terus berkembang. Diperkirakan sepanjang tahun lalu jumlah penumpang untuk lalu lintas pesawat dalam negeri saja (domestik) lebih dari 20 juta orang, dan terus tumbuh.Kemajuan zaman membuat orang semakin sering melakukan perjalanan jauh, baik untuk perjalanan bisnis, keperluan keluarga, ataupun berwisata. Karena ke-sibukannya, orang -orang tak mempunyai waktu mengurusi sendiri tetek-bengek perjalanannya. Di sinilah biro perjalanan menyambar peluang. "Saya yakin prospek bisnis ini masih cerah," ujar Tony A. Situmorang, pemilik gerai TX Travel di Bintaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diutamakan yang tidak berpengalaman Bila berminat menekuni bisnis ini, namun masih takut-takut karena minus pengalaman, tawaran waralaba Jakarta EXpress bisa jadi alternatif. "Ini waralaba biro perjalanan pertama di Indonesia," ujar Anthonius Thedy, salah satu pendiri Jakarta EXpress. Jakarta Express-dengan huruf X sengaja dibikin kapital-terbilang biro perjalanan yang besar, karena dia juga bermain sebagai grosir tiket. Tahun lalu perusahaan yang berdiri sejak 1991 ini menerima penghargaan sebagai operator tur yang paling inovatif pemasarannya dari Singapore Tourism Board. Pada 2004 itulah Jakarta EXpress menawarkan waralaba agen travel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah ada delapan gerai waralaba Jakarta EXpress. Targetnya muncul empat gerai waralaba lagi pada tahun ini. Bila semula nama gerai waralabanya adalah Ticket EXpress, beberapa waktu lalu namanya menjadi TX Travel. "Soalnya, kami tidak hanya berjualan tiket, tapi juga pelayanan travel," jelas Anthonius.Untuk menjadi terwaralaba TX Travel, Anda tak perlu mempunyai pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah, menurut Anthonius, lebih baik belum berpengalaman sama sekali. "Kalau sudah pernah, bisa ribut duluan," selorohnya.Yang paling penting, Anda harus punya modal. Besarnya tak sampai Rp 300 juta. Sejumlah Rp 90 juta untuk mendapat hak waralaba selama lima tahun. Sisanya untuk biaya renovasi, membeli perlengkapan, cadangan biaya operasional, dan lain-lain. Sebagai imbal baliknya, terwaralaba akan mendapatkan pasokan tiket dari Jakarta EXpress. Selain itu, Jakarta EXpress memberikan pelatihan bagi karyawan terwaralaba, dukungan teknis, dan pendampingan selama lima tahun penuh. Jakarta EXpress juga membantu menentukan lokasi yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya bisa di mal, di pinggir jalan raya, di kompleks ruko dan perkantoran, atau masuk ke perumahan yang ramai. Yang penting, dekat dengan orang-orang yang suka bepergian. Satu lagi, di lokasi itu jumlah pesaing belum terlalu banyak. Seperti induknya, TX Travel bukan cuma menjual tiket eceran, melainkan juga secara grosir untuk biro perjalanan lain. Oh, ya, TX Travel hanya melayani tiket pesawat udara, baik tujuan domestik maupun luar negeri. Alasannya, "Belakangan ini orang-orang yang biasa naik kereta api dan bus berganti naik pesawat karena tiketnya semakin murah," ujar Anthonius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa cepat balik modalSelain berdagang tiket pesawat, TX Travel menyediakan layanan paket wisata, pemesanan hotel, tur kesehatan, dan tiket kapal pesiar. Meski jenis layanannya banyak, terwaralaba tak perlu khawatir harus mempekerjakan banyak orang. Untuk tahap awal, karyawan cukup empat orang, yakni dua orang untuk pemesanan tiket, seorang tenaga administrasi, dan seorang dinas luar. "Manajer, supervisor, dan teknisi komputer, itu kami yang menyediakan," kata Anthonius.Berdasarkan pengalaman, untuk penjualan tiket saja, setiap gerai bisa memasarkan minimal 30 tiket setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiketnya tentu saja bervariasi, tergantung dari lokasi tujuan dan pesawatnya, dan sering berfluktuasi. Nah, dari setiap tiket yang terjual itu terwaralaba mendapatkan margin atau keuntungan sebesar 6% dari harga jual. Margin atawa komisi 6% itu tak seluruhnya masuk ke kantong terwaralaba. "Saban bulan, kami harus membayar royalti sebesar 20% dari omzet untuk pewaralaba," ujar Tony A. Situmorang, terwaralaba TX Travel di Bintaro. Sebagai gambaran, komisi buat agen tiket ini umumnya 7% dari harga jual tiket, tapi mereka juga harus setor Rp 5.000 per tiket terjual kepada agen besar. Hitung punya hitung, dengan mengandalkan volume penjualan tiket pesawat saja, terwaralaba bisa balik modal dalam setahun. Tentu tak tertutup kemungkinan, bila jumlah tiket yang terjual lebih banyak, masa balik modal ini bisa lebih cepat. Sebaliknya, bila penjualannya di bawah target, masa balik modalnya bisa lebih lama lagi.&lt;br /&gt;Nah, Anda berniat mengejar bisnis yang menjanjikan laba ekspres ini? Oke saja, asal tetap utamakan servis dan kejujuran pada pelanggan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-7417490821069271044?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/7417490821069271044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=7417490821069271044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7417490821069271044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/7417490821069271044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-usaha-agen-tiket-perjalanan.html' title='Bisnis Usaha Agen Tiket Perjalanan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-3092843656034572464</id><published>2008-10-26T20:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:27:22.580-07:00</updated><title type='text'>Sedapnya Laba Suga Fried Chicken dan Kebab</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SQU1C7P6EFI/AAAAAAAAAEg/n7rZ-j9NDJg/s1600-h/suga.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261670064032714834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SQU1C7P6EFI/AAAAAAAAAEg/n7rZ-j9NDJg/s320/suga.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;AYAM goreng (fried chicken) berbalut tepung bumbu yang renyah dan gurih memang mempunyai banyak penggemar. Menu ini menjadi favorit, baik untuk anak-anak maupun orang tua. Tengok saja antrean pembeli di gerai ayam goreng tepung di pusat perbelanjaan.Saking banyaknya penggemar, menu ini juga meluber masuk di kelas kaki lima atau kios pinggir jalan. Penampilannya pun tak jauh beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, soal harga dan rasa bisa saja berbeda. Namun, apapun bedanya, usaha ayam goreng ini tetap saja menguntungkan bagi pemainnya.Adalah Agus Setiawan yang menekuni bisnis ini dengan telaten. Bahkan, pria yang hobi memasak ini mereka-reka sendiri resep yang paling top untuk fried chicken-nya. "Untuk mendapatkan resep yang pas ini, saya membutuhkan waktu sampai lima bulan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup yakin, akhirnya pada Februari 2004, Agus membuka gerai pertama di Villa Nusa Indah, Bekasi. Ia memberi nama gerainya Suga Fried Chicken. Dengan menu awal ayam goreng renyah, Agus berhasil menarik cukup banyak pembeli. Bahkan pembeli rela mengantre untuk mendapatkan fried chicken harga kaki lima itu.Sukses dengan menu ayam, selang tiga bulan kemudian, Agus menambah menu kebab di gerainya. Roti berisi daging sapi dan sayuran nan khas Timur Tengah ini pun laris manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya menggoyang lidah, tapi harganya tak sampai membuat kantong pembeli kering.Rasa enak dengan harga miring ini ternyata menjadi magnet tersendiri bagi pembeli. Bagaimana tidak, hanya dengan Rp 7.500, Anda bisa menyantap nasi, ayam, dan air mineral. "Untuk membeli kebab Anda cukup merogoh Rp 7.000 saja," tambahnya.Kurang setahun BEPBisnis Agus semakin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang tak begitu lama, Agus sudah memiliki tiga gerai di sekitar kompleks perumahan Villa Nusa Indah. "Masing-masing selang sekitar empat sampai lima bulan," ungkapnya. Ketiga gerai tersebut hadir dengan konsep take away (pesan ambil).Setelah gerainya berkembang dengan bagus, pada 2006, Agus mulai menawarkan sistem waralaba (franchise) untuk pengembangan gerai Suga Fried Chicken. Langkah ini dia ambil lantaran beberapa konsumen dan kawan Agus tertarik untuk mengikutinya terjun ke bisnis panganan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menawarkan waralaba Suga Fried Chincken dengan harga miring. Hanya dengan Rp 16 juta, siapa pun dapat memulai bisnis Suga Fried Chicken atau kebab. "Tapi, jika sekaligus ingin menghadirkan dua menu itu dalam satu gerai, besaran investasi yang mesti disetor sebesar Rp 28 juta," katanya. Harga ini sudah termasuk franchise fee, pelatihan dua karyawan selama dua minggu, peralatan, dan bahan baku awal.Sistem waralaba ini berlaku untuk masa waktu lima tahun dengan fee royalti sebesar 5% dari omset per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai terwaralaba, Anda mesti menyiapkan sendiri tempat usaha yang strategis dan karyawan untuk mengelola.Kunci sukses bisnis ini, menurut Agus, adalah pemilihan lokasi yang tepat. Untuk Jabodetabek, sekitar perumahan adalah lokasi yang paling strategis untuk bisnis ini. Tips sukses lain, "Perlu kreativitas dan usaha keras agar berhasil," katanya.Saat ini, Agus sudah memiliki 15 gerai Suga Fried Chicken. Tujuh di antaranya milik Agus sendiri dan sisanya milik terwaralaba. Dua di antaranya ada di luar kota, yakni di Sukabumi dan di Tasikmalaya. Enam lainnya ada di Jabodetabek. "April ini, akan ada dua mitra lagi yang bergabung. Mereka membuka gerai di Tanjung Penang dan di Medan," ungkap Agus.Terlepas dari risiko dan naik turunnya usaha, Agus mengatakan target omset untuk kebab rata-rata Rp 9 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk fried chicken adalah Rp 15 juta per bulan. Akan tetapi, jika tepat dalam memilih lokasi, Anda bisa mendapatkan hasil minimal Rp 1 juta per hari.Budi Setiawan, salah satu terwaralaba yang membuka gerai di Jalan Panjang, Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa usaha ayam gorengnya bisa meraup omset hingga Rp 30 juta per bulan. "Padahal, saya baru memulai usaha ini sejak lima bulan lalu," jelasnya.Agus memperkirakan, bisnis ini bisa break even point (BEP) sekitar enam hingga 12 bulan. "Ini dengan estimasi pendapatan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per hari," imbuhnya.Ia menambahkan, dengan mengambil waralaba ini, para mitra tidak perlu memulai dari nol untuk mengolah produk. Mereka tinggal aktif untuk mengembangkan pasar. "Semuanya kembali ke para mitra. Sekuat apa kemauan atau kesungguhannya dalam menggeluti bisnis ini," ucapnya. (Fransisca Yuli Astuti/Kontan)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-3092843656034572464?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/3092843656034572464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=3092843656034572464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3092843656034572464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/3092843656034572464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/sedapnya-laba-suga-fried-chicken-dan.html' title='Sedapnya Laba Suga Fried Chicken dan Kebab'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/SQU1C7P6EFI/AAAAAAAAAEg/n7rZ-j9NDJg/s72-c/suga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1127326655078024782</id><published>2008-10-26T20:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:16:36.899-07:00</updated><title type='text'>Video Klip Instan</title><content type='html'>Tak perlu repot menyewa sutradara dan membayar production house (PH) kalau cuma ingin membuat video klip. Coba saja layanan video klip digital yang murah meriah Sekarang ini memang masa serba-instan dan serbacepat. Semua barang dikemas dalam bentuk instan. Ada mi, ada kopi, ada kamera, dan ada pula rekaman diri sendiri. Kita bahkan bisa membuat klip video sendiri secara instan. Tidak perlu menyusun naskah klip, mencari kru syuting, membayar sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modalnya juga kecil. Salah satu pembuat video klip instan ini adalah Studio Bintang Idola di WTC Serpong. Dalam studio milik Afendi yang berupa ruang berukuran 2,5 m x 3 m, ada boks macam foto digital. Di dalam boks itu terdapat satu monitor televisi, kamera video, tentu saja, tak ketinggalan tiga mikrofon untuk pengunjung yang ingin bernyanyi beramai-ramai. Keluar duit sekitar Rp 50 juta, jadilah usaha "PH" instan buat para penyanyi instan.Begitu masuk, konsumen bisa langsung memilih lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah kamera merekam gaya dan suara sang "biduan". Kalau salah menyanyi, atau tak puas, boleh diulang. Untuk membuat satu video klip berisi tiga lagu, cukuplah merogoh kocek Rp 50.000. Harga video klip ini memang murah, karena tidak perlu studio alam atau indoor yang besar, meskipun rekaman itu juga menampilkan gambar bergerak. Menurut Afendi, latar belakang video bisa diambil gratis dari mana saja. Ada foto, film, atau apa pun yang pelanggan maui. Tak kurang dari 1.000 desain telah disiapkan. "Nanti tinggal dipadukan saja sesuai dengan keinginan," ujar Afendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu video klip maksimal mereka menggunakan penggabungan tiga macam desain. Suara sumbang juga bisa diakali di sini. Afendi punya laboratorium audio untuk mengedit suara agar nyanyian terdengar merdu. Ada pula fitur yang membuat pelanggan seolah-olah menyanyi berduet dengan idolanya. Untuk permintaan ini, tarifnya lebih tinggi, yakni Rp 75.000 per tiga lagu. Perlawanan industri padat modalBarangkali karena harganya tak terlalu mahal, dalam sehari Afendi bisa menerima sekitar 20-25 orang "penyanyi". "Kalau lagi hari sepi paling cuma 18 orang," ujar Afendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melongok peminat yang datang ke studio Afendi, tak heran jika ia bergairah dengan usaha ini. Para "biduan" juga puas, kendati kualitas video klipnya amat jauuuh... kalau dibandingkan dengan video klip Laskar Cinta-nya Dewa. Toh, usaha video klip instan begini mengundang kekaguman dari Dimas Jay, produser dan sutradara video klip beneran. "Itu sah-sah saja sepanjang hasilnya untuk fun dan bukan komersial," ujar Dimas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas bilang, meski bukan pembelajaran yang baik karena yang namanya instan hanya mengejar praktis, bisnis ini merupakan refleksi perlawanan pada industri musik yang sudah sedemikian padat modal. PH video klip atau film adalah bagian dari rantai industri yang mahal. Untuk membuat video klip yang sederhana, misalnya, seseorang harus mengeluarkan ongkos Rp 40 juta-Rp 70 juta. Adapun video klip yang memakai film biayanya bisa Rp Rp 80 juta-Rp 150 juta. Belum lagi harus harus berhubungan dengan major label. "Itu kan deadlock juga buat mereka karena video klip perlu modal besar, prosedurnya panjang," tutur Dimas. Nah, terbukalah peluang bisnis "PH instan" ini, ayolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1127326655078024782?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1127326655078024782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1127326655078024782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1127326655078024782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1127326655078024782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/video-klip-instan.html' title='Video Klip Instan'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-1575644692851064403</id><published>2008-10-26T20:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:10:37.096-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Kaca Film Mobil</title><content type='html'>Menangkis Matahari, Menapis Untung Membuka toko kaca film Pesatnya penjualan mobil di Indonesia membikin peluang usaha kaca film tumbuh subur. Pemainnya memang cukup banyak, tapi pasarnya yang luas menyisakan ceruk bagi pemain baru. Menjadi agen V-Kool merupakan salah cara terjun ke bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ugh..... kulit muka terasa terbakar, dada sesak, panas dan gerah! Siksaan macam ini bakal kita alami begitu masuk ke dalam mobil yang lama terjemur terik matahari. Itu kalau mobil belum menggunakan kaca film penahan panas matahari. Kini, selain mobil angkutan, sangat jarang pemilik mobil pribadi yang membiarkan kaca mobilnya bak akuarium. Maunya, ya, dikasih pelapis, biar para penumpangnya bisa terlindungi dari sengatan matahari dan radiasi ultraviolet, tidak tembus pandang dari luar, serta aman dari hamburan kaca bila terjadi kecelakaan atau serangan perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasaran ada begitu banyak macam pelapis kaca mobil yang dijuluki sebagai kaca film. Pasarnya besar dan terus bertambah lebar. Maklum, populasi mobil di Indonesia, yang sudah mencapai puluhan juta unit, dari tahun ke tahun terus bertambah. Sebetulnya, kendati belum begitu populer di Indonesia, kaca film juga bisa dipakai untuk rumah dan gedung. Kaca film akan menahan panas matahari yang merambat masuk ke ruangan, sehingga bisa menghemat penggunaan pendingin ruang. Dus, bila terjadi ledakan bom di luar gedung, dan kaca kita ikutan pecah, pecahannya tak akan mencelakai orang di sekitarnya. "Sejak banyak ancaman bom, permintaan kaca film oleh gedung-gedung mulai meningkat," ujar Darma Eddie Salim, Presiden Direktur PT V-Kool Indo Lestari, salah satu pemain kaca film terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pasar untuk gedung dan rumah baru 10%. Sisanya yang 90% masih dirajai kaca film mobil. Pasar yang menganga lebar itu membuat pelaku bisnis kaca film ini bisa menangguk untung yang lumayan menggairahkan. Ambil contoh, pengalaman Popo dan Dixon, dua kakak beradik pemilik Merapin, agen resmi kaca film V-Kool yang berlokasi di Pasar Baru. Saban bulan Merapin mengerjakan pemasangan kaca film untuk 500 mobil dan mengantongi omzet sekitar Rp 750 juta. "Pelanggan kami cukup banyak karena kami bekerja sama dengan 10 dealer mobil yang merupakan agen tunggal pemegang merek," terang Dixon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keuntungan bersih untuk pemilik usaha 10% saja, abang adik ini mengantongi keuntungan Rp 75 juta per bulan. Hm... mantap, kan? Modalnya mulai Rp 60 juta Pemain di bisnis kaca film ini memang sudah cukup banyak. Namun, pasarnya yang lebar dan terus bertambah, dus potensi pasar rumah dan gedung yang belum tergarap maksimal, menjadikan bisnis ini masih cukup menarik dijajal pemain baru. Bila hendak menekuni bisnis agen kaca film ini, tentu Anda harus bekerja sama dengan perusahaan penghasil atau dealer kaca film. Salah satunya yang saat ini tengah gencar menjaring agen-agen baru adalah PT V-Kool Indo Lestari. Perusahaan ini menawarkan tiga jenis produk: kaca film V-Kool dan Solar Guard yang bisa digunakan untuk mobil dan bangunan, serta Armorcoat si kaca film untuk bangunan. "Karena pasarnya masih amat kecil, peluang menjadi agen Armorcoat kami batasi," kata Darma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indo Lestari juga membatasi peluang menjadi agen V-Kool, khususnya di daerah-daerah yang pemainnya sudah cukup banyak. "Kaca film V-Kool itu produk yang eksklusif dan pasarnya tak begitu besar," terangnya. V-Kool merupakan kaca film untuk mobil kalangan atas. Harganya terbilang mahal, mencapai Rp 4,7 juta-Rp 5,5 juta untuk satu mobil. Adapun Solar Guard merupakan kaca film untuk kalangan menengah bawah. Harganya hanya Rp 500.000-Rp 600.000 untuk satu mobil. "Karena pasarnya amat luas, kami akan menambah agen Solar Guard dalam jumlah besar," ujar Darma. Targetnya, tahun ini Indo Lestari akan membuka 20-30 agen baru, di seluruh tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bisnis agen Solar Guard berkembang baik, ada kemungkinan dia juga akan bisa menjadi agen V-Kool. Untuk menjadi agen V-Kool dan Solar Guard, kata Darma, Anda sebaiknya sudah memiliki latar belakang atau jaringan di bisnis otomotif. Misalnya, Anda sudah memiliki usaha variasi mobil atau kaca film sebelumnya. Selain menghemat modal, ini juga memastikan Anda sudah memiliki pasar. Anda juga harus menyiapkan modal duit. Untuk menjadi agen V-Kool, modal awalnya sekitar Rp 250 juta-Rp 350 juta, tergantung lokasi. Sebagian besar modal ini akan digunakan untuk merenovasi ruang usaha sesuai dengan standar V-Kool. Oh, ya, ruang usahanya sebaiknya berada di lokasi yang strategis, dan memiliki luas minimal 5 x 15 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun margin (harga jual ke konsumen dikurangi harga beli dari Indo Lestari dan biaya tenaga pemasangnya) kaca film V-Kool berkisar antara Rp 150.000- Rp 200.000 per mobil. Akan halnya agen Solar Guard hanya membutuhkan modal awal Rp 60 juta, belum termasuk sewa ruang. Marginnya Rp 100.000 per mobil. Pintar-pintarlah menghitung diskon Kalau serius mau memulai usaha agen kaca film ini, siapkan lima tenaga kerja: 1 orang untuk kasir dan administrasi, 1 orang untuk pe-masaran, dan 2 orang tenaga pemasangan kaca film. Indo Lestari akan melatih semua karyawan ini secara cuma-cuma. "Orang dari Indo Lestari datang untuk melatih karyawan saya," ujar A Hung, agen V-Kool dan Solar Guard di Kebon Jeruk dan Pecenongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sukses di bisnis ini, selain lokasi yang strategis ada beberapa hal yang harus diperhatikan si agen. Pertama, si agen mendapat pasokan kaca film dari Indo Lestari dengan sistem beli putus. Untuk itu, si agen harus bisa menghitung berapa besar kebutuhan kaca filmnya, terlebih bila modalnya pas-pasan. Kedua, Indo Lestari memang membebaskan agen-agennya memberikan diskon bagi pelanggannya, dengan batasan diskon maksimal 20%. Namun, si agen harus cermat menghitung biaya sebelum memberikan diskon. Yang harus dicermati di sini adalah ukuran lebar kaca filmnya yang 1,5 meter. Bila ada pelanggan yang membutuhkan kaca film dengan lebar 1 meter, berarti ada sisa potongan 50 cm. "Itu akan menjadi tanggungan si agen. Dia harus jago menghitung diskonnya agar tetap dapat untung," papar Darma. Bila semua lancar, usaha agen kaca film ini akan balik modal dalam waktu 1-2 tahun. Nah, Anda tertarik?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-1575644692851064403?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/1575644692851064403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=1575644692851064403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1575644692851064403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/1575644692851064403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/bisnis-kaca-film-mobil.html' title='Bisnis Kaca Film Mobil'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-9043940727440237374</id><published>2008-10-26T20:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T20:03:35.002-07:00</updated><title type='text'>Membuka Usaha Barbershop Pria Dandy</title><content type='html'>Usaha salon khusus lelaki alias barbershop modern memiliki prospek yang baik. Pemainnya memang banyak, tapi pasarnya masih cukup besar untuk masuknya pemain baru. Nah, cari lokasi yang pas, tenaga kerja yang terampil, dan layanan yang nyaman. Lelaki itu bertubuh kekar, atletis. Kumis dan jambang menghiasi wajahnya. Topi lebar nangkring di kepalanya. Hem kotak-kotak, celana jins ketat, dan pistol menyembul di sabuk yang melingkari pinggangnya. Sungguh macho. Setelah turun dari kudanya, dengan langkah tegap berdebam si koboi masuk ke sebuah bangunan. Bukan hendak minum bir atau adu panco, dia ternyata masuk ke salon untuk mendandani penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, bisnis mendandani penampilan bukan hanya menyasar pasar perempuan. Sejak zaman wild wild west banyak lelaki jantan yang doyan bersolek. Mereka inilah yang menjadi target salon-salon lelaki atawa barbershop. Selain menyediakan layanan potong dan cuci rambut, kebanyakan barbershop juga menawarkan jasa potong jenggot, kumis, juga massage. Bahkan, kini di kota-kota besar ada beberapa barbershop yang menyediakan layanan mewarnai rambut, manicure, dan pedicure. Agar tak dicap keperempuan-perempuanan, barbershop umumnya menampilkan nuansa maskulin yang amat kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ''Kami tolak kalau ada perempuan yang mau potong,'' tutur Bagus Bogadhatta, pemilik Fancy Barbershop yang berlokasi di kawasan Bintaro, ''Kecuali kalau dia mau potong rambut seperti laki-laki.'' Dus, barbershop sebenarnya hendak menjaring para lelaki yang hendak ''merapikan'' dirinya. Mau merapikan rambut di DPR alias di bawah pohon rindang, mereka enggan. Selain tak nyaman, juga enggak bergengsi. Mau masuk ke salon biasa, mereka juga malu dibilang feminin. Maklum, salon-salon biasa memang kebanyakan diisi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis barbershop memang masih cukup menarik. Di zaman digital plus metroseksual ini, kian banyak lelaki yang mendambakan penampilan elok dan rapi. Buktinya pelanggan salon-salon ketampanan para lelaki itu tetap membeludak. Lihat saja, Fancy Barbershop setiap hari biasa setidaknya kedatangan 50 orang pelanggan. Di hari Sabtu, Minggu, dan libur jumlah tamunya bisa melonjak menjadi 100 orang. Begitu pula di Hade Barbershop dan Pax Barbershop. Rata-rata setiap hari kerja satu gerai mereka kedatangan 25 orang sampai 30 orang pelanggan. ''Di akhir pekan atau hari libur jumlahnya bisa naik menjadi 60-80 orang,'' ujar Denny Ramdhani, pemilik dan pengelola beberapa gerai Hade dan Pax. ''Pasarnya hingga sekarang terus tumbuh,'' imbuhnya optimistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif di salon pejantan ini memang lebih mahal. Untuk layanan potong rambut, mereka rata-rata memungut biaya Rp 15.000- Rp 25.000. Tapi, belakangan orang lebih senang masuk ke barbershop modern ini ketimbang tukang pangkas rambut lelaki biasa yang hanya mengutip biaya Rp 7.000. Maklumlah, selain gerai yang lebih bagus dan nyaman, di barbershop modern ini pelanggan juga dimanjakan oleh berbagai fasilitas. ''Di sini minum, handuk hangat, dan massage kami berikan gratis,'' kata Bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakai peralatan seken lebih iritJika Anda tertarik masuk ke bisnis barbershop modern yang menyasar kelas menengah seperti mereka, Anda harus menyediakan modal awal yang cukup besar. Jumlahnya mencapai Rp 100 juta-Rp 150 juta.Modal itu sebagian besar untuk membeli perlengkapan yang wajib dimiliki sebuah barbershop. Tidak sembarang tempat potong rambut dan merapikan kumis jenggot bisa menyandang nama barbershop. Sebuah barbershop harus dilengkapi berbagai peralatan khas. Sebutlah lampu berulir dengan warna merah, putih, biru yang berputar-putar di depan toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbershop juga harus memiliki tempat duduk khusus dengan satu kaki untuk potong rambut. Lampu ulir dan tempat duduk itu bukanlah barang murah. Lampu barbershop saja harganya bisa Rp 1 juta-Rp 4 juta seunit. Adapun harga seunit bangku cukur mencapai Rp 8 juta. Belum lagi biaya untuk membeli berbagai perlengkapan dan peralatan. Di antaranya peralatan potong, mesin pemanas handuk, meja dan kacanya, dan perlengkapan-perlengkapan interior lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengirit pengeluaran, Anda bisa mencari barang-barang seken dengan harga miring. Tapi, pastikan barang-barang itu tak hanya masih berfungsi baik tapi juga masih indah dipandang mata. Maklumlah, barbershop modern menyasar lelaki kelas menengah atas yang sangat memperhatikan kenyamanan dan image. Selain modal, untuk membuka barbershop Anda mutlak memiliki tukang cukur yang andal. Para pria yang datang ke barbershop biasanya kepengin mendapatkan layanan yang rapi dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan pintas untuk memperoleh tenaga tukang cukup yang andal tentu saja dengan membajak tukang cukur yang sudah berpengalaman. ''Ketika mulai dari awal dulu, saya tidak mau sumber daya dengan kualitas co-pilot. Saya merekrut yang sudah pilot semua,'' aku Bagus berbagai tip. Gaji para pemotong rambut terlatih itu memang lumayan besar. Di barbershop milik Denny misalnya, selama 4-6 bulan pertama gerainya berdiri, para pemotong rambut memperoleh gaji Rp 50.000 per hari. Jadi, kalau si tukang cukur masuk selama 30 hari dalam sebulan, Denny mengeluarkan upah sebesar Rp 1,5 juta untuk seorang tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah barbershop mulai ramai, Denny mulai menerapkan sistem bagi hasil untuk para tukang cukurnya. ''Besarnya 40% dari pendapatan kotor untuk para tukang cukur itu,'' kata dia. Terakhir, tentu saja kita harus bisa memilih tempat yang tepat. Untuk menjamin kenyamanan pelanggan, pastikan ruang barbershop Anda memadai untuk menempatkan bangku cukur dan ruang tunggu tamu. ''Idealnya barbershop punya 4-5 bangku cukur,'' ujar Bagus. Untuk menampung 4-5 bangku cukur, menurut Bagus, dibutuhkan ruang seluas 40 m2-45 m2. Selain ruang yang memadai, yang paling penting adalah pemilihan lokasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang kita pilih juga akan sangat mempengaruhi pendapatan. Lokasi yang bagus untuk barbershop modern adalah di mal atau pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang. Selain itu, lokasi-lokasi lain yang ramai disinggahi atau dilewati orang pun cocok untuk barbershop. Bila lokasinya oke, menurut pengalaman para pemilik barbershop, usaha barbershop akan balik modal dalam waktu 2 tahun. ''Tapi kalau dalam dua tahun modal belum balik juga, sebaiknya usaha di lokasi itu ditutup saja,'' saran Denny yang memiliki beberapa barbershop di Jakarta. Bagaimana, Anda berminat?&lt;br /&gt;__________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-9043940727440237374?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/9043940727440237374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=9043940727440237374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/9043940727440237374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/9043940727440237374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/membuka-usaha-barbershop-pria-dandy.html' title='Membuka Usaha Barbershop Pria Dandy'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9087882695696760.post-6811332559837935974</id><published>2008-10-26T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T19:56:19.295-07:00</updated><title type='text'>Peluang Usaha: Bisnis Jualan Spare Parts Mobil Ala Shop Drive Fast</title><content type='html'>Menggadang Untung dari Suku Cadang &amp;amp; Menimbang tawaran waralaba Shop &amp;amp; Drive dan Fast Ingin mencicipi rezeki dari maraknya pasar mobil, bukalah bengkel mobil yang menjual dan memasang suku cadang. Tak perlu pengetahuan khusus, Anda tinggal membeli waralaba dari bengkel terkenal. Syaratnya: punya modal dan lokasi strategis. Bagai meluncur di jalan bebas hambatan, bisnis mobil melaju kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli perekonomian masih krisis atau tengah bertumbuh pesat, pasar mobil tak pernah mogok. Sejak krisis masih membelit negara kita di tahun 1999 hingga sekarang, jumlah mobil yang terjual di seantero Nusantara terus melesat. Berdasar data terbaru Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), angka penjualan mobil nasional tahun lalu naik sekitar 45% dari penjualan tahun 2003, yakni menjadi 483.295 unit. Itu artinya, kalau dirata-rata setiap harinya telah terjual 1.300 unit mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini para pakar otomotif memperkirakan penjualan mobil nasional juga akan terus bertumbuh, setidaknya 10%-20%. Roda ekonomi yang mulai bergulir kencang, plus rendahnya suku bunga kredit mobil, menjadi bahan bakar pertumbuhan pasar mobil tersebut. Tak hanya produsen dan dealer mobil yang bisa meraup keuntungan dari maraknya bisnis otomotif. Bengkel dan toko penjual suku cadang mobil juga kebagian berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya asyik membaca atau mereken keuntungan yang diperoleh orang lain. Anda pun bisa ikutan mencicipinya. Salah satu caranya: buka bengkel dan toko penjualan suku cadang mobil. Jumlah bengkel mobil memang tak bisa dikatakan langka. Namun, pesatnya pertumbuhan populasi mobil membuat bisnis bengkel tetap memiliki ceruk pasar yang cukup lebar bagi pemain baru. Anda tak begitu paham otomotif atau baru menekuni dunia bisnis? Itu bukan masalah. Kini ada bengkel ternama yang menawarkan waralaba (franchise). Dengan waralaba ini Anda bisa langsung membuka bengkel dan menyandang nama yang sudah beken. Anda tak perlu pusing memulai semuanya dari awal. Pewaralaba yang akan memasok semua suku cadang, melatih para mekanik Anda, menetapkan standar kualitas pelayanan, sekaligus mengawasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pilih-pilih yang paling cocok Ada dua perusahaan yang menawarkan waralaba: PT Astra Otoparts Tbk yang menawarkan waralaba bengkel Shop &amp;amp; Drive, dan PT Wacana Mitra Prakasa yang mengusung merek bengkel Fast. Keduanya tidak menawarkan waralaba bengkel yang memperbaiki kerusakan mesin mobil, tetapi hanya menjual dan memasangkan suku cadang baru. Mana yang harus dipilih? Silakan bandingkan perincian penawaran waralaba kedua perusahaan ini.- Shop &amp;amp; Drive Setiap gerai Shop &amp;amp; Drive memasarkan sekaligus melayani pemasangan aki, shock breaker (suspensi), dan oli. "Shop &amp;amp; Drive hanya untuk penukaran suku cadang. Kalau perbaikan berat itu harus di bengkel lain," ujar Idwan Wiatmojo, Outlet Development Supervisor Astra Otoparts.Untuk aki dan shock breaker, terwaralaba hanya bisa menjual merek tertentu. Untuk aki mereknya GS dan Incoe, dan shock breaker bermerek Kayaba dan Monroe. "Untuk oli kami bebas menjual merek apa saja," kata Tjul Wielsen, Pemilik Shop &amp;amp; Drive Taman Surya Cengkareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya, hingga saat ini Astra tidak mengutip franchise fee dari terwaralabanya. "Mungkin baru pertengahan tahun ini kami mengenakan franchise fee sebesar Rp 75 juta untuk 5 tahun," kata Idwan. Untuk menjadi terwaralaba Shop &amp;amp; Drive, Anda harus menyediakan modal sekitar Rp 130,6 juta. Sebagian modal ini untuk membeli persediaan barang dagangan sebesar Rp 35 juta. Selanjutnya terwaralaba bisa membeli barang dagangan secara kredit. "Kami memberikan tenggat waktu pembayaran selama 2 minggu," tandas Idwan. Lebih enak lagi, Astra juga ikut menanamkan duit. Setiap terwaralaba membuka outlet, Astra akan menanggung biaya mendandani eksterior bengkel, biaya promosi awal, dan biaya rekrutmen karyawan; mulai tahap psikotes, wawancara, hingga tes kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain modal duit, terwaralaba juga harus menyediakan tempat usaha yang luasnya minimal 5 m x 12 m. Lokasi yang strategis, yakni lokasi di pusat keramaian atau banyak dilalui orang, merupakan kunci sukses usaha ini. "Untuk mencari lokasi yang pas, saya butuh waktu lebih dari sebulan," cetus Tjul. Keuntungan kotor dari penjualan suku cadang di Shop &amp;amp; Drive rata-rata 20%. Itu masih harus dikurangi royalti fee sebesar 3%. Bila terwaralaba bisa mencapai target penjualan, seluruh investasinya akan balik dalam waktu 3,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila melebihi target, balik modalnya bisa lebih cepat. Contohnya Tjul. Gerainya yang baru buka Agustus lalu belakangan ini sudah mencapai omzet Rp 50 juta-Rp 75 juta sebulan. - Fast Gerai Fast menjual dan melayani pemasangan aki (merek Yuasa, Panasonic, G. Force, dan Massiv), oli, dan berbagai macam aksesori mobil. Semua gerai Fast hanya bisa menjual barang yang dipasok pewaralaba. "Kami akan melakukan sidak untuk memastikan terwaralaba hanya menjual barang-barang yang kami pasok," tandas Agung Nugroho, Operation Manager Wacana Mitra, pewaralaba Fast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jaringan waralaba Fast sebenarnya berlaku sistem pembelian terpusat. Gerai-gerai memesan barang pada pewaralaba, yang kemudian membelinya lagi dari para distributor. Keuntungannya, terwaralaba bisa ngutang pada Wacana. "Kami yang berutang pada distributor. Distributor sendiri tidak mau memberi utang pada pemain baru," kata Agung. Untuk menjadi terwaralaba Fast, Anda harus menyediakan modal sekitar Rp 150 juta-Rp 160 juta. Dari modal itu sebesar Rp 20 juta untuk franchise fee selama 5 tahun. Keuntungan kotor yang bakal dinikmati terwaralaba dari penjualan suku cadangnya rata-rata 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain modal, Anda harus menyediakan ruang usaha yang luasnya minimal 8 m x 9 m. Letaknya sebaiknya di pojok (hook), sehingga toko terlihat dari dua sisi. Yang paling penting, pilihlah lokasi yang merupakan tempat konsentrasi massa. "Bisa di pusat perkantoran, perumahan, jalan menuju perumahan atau jalan besar," ujar Agung. Pemilihan lokasi ini amat menentukan besar kecilnya omzet dan keuntungan terwaralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, gerai Fast di Kelapa Gading saat ini bisa mengantongi omzet Rp 120 juta sebulan. Tapi, gerai Fast yang berlokasi di Sunter serasa kebanting. "Omzet kami baru Rp 11 juta," ujar Mustika Sulistidja, pemilik bengkel Fast di Sunter dan Cakung. Agung mengakui, pemilihan lokasi bengkel Fast di Sunter memang salah. "Ada kabar akan dibangun mal baru di situ," ucapnya. Nyatanya hingga kini mal itu belum juga ada. "Seharusnya memang kami baru buka kalau malnya sudah berdiri," sesalnya. Nah, kalau tidak salah memilih lokasi dan target penjualan tercapai, seluruh investasi di bengkel Fast akan balik modal dalam waktu 3,5 tahun-4 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9087882695696760-6811332559837935974?l=peluangbisnis-usaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/feeds/6811332559837935974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9087882695696760&amp;postID=6811332559837935974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6811332559837935974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9087882695696760/posts/default/6811332559837935974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peluangbisnis-usaha.blogspot.com/2008/10/peluang-usaha-bisnis-jualan-spare-parts.html' title='Peluang Usaha: Bisnis Jualan Spare Parts Mobil Ala Shop Drive Fast'/><author><name>Imam Wijayanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_xoO8EXYDaoU/S6Vplr6bt-I/AAAAAAAAAIg/SEXKgaC1czE/S220/foto2+scan_0005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
